SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 di Surabaya berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya. Kepala Dispendik, Yusuf Masruh, menyatakan bahwa pelaksanaan MPLS di berbagai sekolah berlangsung menyenangkan dan sesuai semangat “MPLS Ramah” yang dicanangkan Kementerian Pendidikan.
Menurut Yusuf, MPLS bukan sekadar kegiatan seremonial di awal tahun ajaran, tetapi merupakan proses krusial dalam membentuk kesiapan siswa, terutama mereka yang baru memasuki jenjang baru seperti SD dan SMP.
"Anak-anak harus merasa aman, bergembira, dan nyaman saat mulai bersekolah. MPLS ini menjadi sarana mengenalkan lingkungan belajar dengan cara yang menyenangkan," ujar Yusuf saat dikonfirmasi, Kamis (17/8/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa siswa perlu dikenalkan terhadap berbagai hal baru selama MPLS, mulai dari lingkungan fisik sekolah hingga pola pembelajaran yang akan dijalani. Misalnya, perbedaan mendasar antara SD dan SMP dalam sistem belajar, di mana siswa SMP akan menghadapi guru yang berbeda di setiap mata pelajaran.
"Pola belajar di SMP tentu berbeda. Kalau di SD ada guru kelas, di SMP harus mengenal guru bidang studi. Ini perlu dikenalkan sejak awal agar anak-anak tidak kaget," tambahnya.
Bagi siswa SD, pengenalan pada kemampuan dasar seperti literasi dan numerasi menjadi prioritas. Selain itu, membangun kepercayaan diri siswa saat pertama kali masuk sekolah dianggap penting untuk mendukung proses belajar ke depan.
“Untuk anak-anak SD, kita mulai tanamkan rasa percaya diri. Bagaimana mereka bisa berinteraksi, merasa nyaman, dan mulai mengenal literasi serta numerasi,” jelas Yusuf.
Ia juga menekankan bahwa dalam waktu yang terbatas sekitar lima hari guru harus mampu membantu siswa beradaptasi dengan sistem manajemen kelas yang baru. Hal ini penting agar siswa lebih siap menjalani proses pembelajaran reguler setelah MPLS usai.
"Meskipun hanya satu minggu, anak-anak harus sudah mulai terbiasa dengan suasana kelas dan pola belajar yang baru," pungkasnya. Ad
Editor : Moch Ilham