Kawasaki Recall Ninja ZX-6R 2024 dan 2025 Gegara Masalah Baut

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ninja ZX-6R 2025. SP/ JKT
Ninja ZX-6R 2025. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kawasaki baru-baru ini telah mengeluarkan penarikan kembali (recall) model sepeda motor sport Kawasaki ZX-6R model tahun 2024 dan 2025 untuk beberapa unit di Inggris dan Eropa, dengan laporan serupa juga muncul di Amerika Serikat, terkait masalah baut crankshaft yang terlalu kencang saat produksi.

Pasalnya, baut crankshaft yang terlalu kencang dapat menyebabkan kerusakan pada bantalan utama crankshaft, sehingga meskipun terdengar sepele, berpotensi sangat serius. Jika crankshaft logam rusak akibat jarak oli yang tidak tepat, ini bisa berujung pada kerusakan mesin yang parah, bahkan sampai mesin tidak berfungsi.

Meski demikian, belum jelas berapa total unit ZX-6R model 2024 dan 2025 yang terpengaruh secara global. Namun, laporan dari Amerika menyebutkan angka yang cukup signifikan: 7.809 unit model tahun 2024 dan 9.983 unit model tahun 2025 diyakini terdampak di sana, Senin (21/07/2025).

Kawasaki telah memberi tahu para dealer tentang masalah ini, dan pelanggan yang terkena dampak saat ini sedang dihubungi untuk pemberitahuan recall. Di Amerika Serikat, Kawasaki telah melabeli masalah ini sebagai recall "tidak boleh dikendarai" (no ride), yang berarti pemilik disarankan untuk tidak mengendarai sepeda motor mereka hingga perbaikan dilakukan.

Namun, label "tidak boleh dikendarai" ini belum diberlakukan di Inggris atau negara-negara Eropa yang terkena dampak. Perbedaan penanganan ini mungkin membingungkan sebagian pemilik, sehingga penting bagi mereka untuk segera merespons pemberitahuan dari dealer resmi Kawasaki.

Oleh karenanya, bagi para pemilik ZX-6R 2024 dan 2025, sangat disarankan untuk memeriksa komunikasi dari Kawasaki atau menghubungi dealer terdekat untuk memastikan apakah unit mereka termasuk dalam daftar recall. Tindakan cepat dapat mencegah potensi kerusakan mesin yang mahal dan berbahaya. jk-01/dsy

Berita Terbaru

Sensus Ekonomi 2026 Sebagai Dasar Penyusunan Kebijakan Pembangunan Pemkab Sidoarjo.

Sensus Ekonomi 2026 Sebagai Dasar Penyusunan Kebijakan Pembangunan Pemkab Sidoarjo.

Jumat, 19 Jun 2026 12:45 WIB

Jumat, 19 Jun 2026 12:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menyatakan Sensus Ekonomi 2026 mempunyai peran strategis sebagai dasar penyusunan kebijakan …

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ada ketentuan biaya penalti Rp 100 juta pada Seleksi Pengadaan SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah…

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri telah melaporkan harta kekayaan terbarunya. Dalam laporan paling anyar itu, Widiyanti…

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pihak penyelenggara ajang Grammy Awards mengumumkan penambahan kategori penampilan musik pop Asia terbaik, buat ngerayain rilisan…

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tahun Baru Islam, yang baru kita peringati, lebih berfokus pada perenungan spiritual dan muhasabah (evaluasi diri) dibandingkan…

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Eksekusi hotel Sultan di Jakarta, Kamis (18/6) diwarnai kericuhan dan keunikan. Ricuh ada ratusan masa menghadang. Unik, saat…