SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Buick, yang merupakan salah satu merek mewah di bawah naungan General Motors baru saja memamerkan sedan jarak jauh terbarunya, Buick Electra L7 di pasar otomotif China, Senin (21/07/2025).
Berbeda dari mobil listrik murni (BEV) yang hanya mengandalkan baterai, mobil EREV seperti Electra L7 tetap digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik, namun dilengkapi mesin pembakaran internal – biasanya berbahan bakar bensin – yang bertugas sebagai generator.
Sedan berukuran menengah ke besar ini hadir sebagai langkah strategis Buick dalam merambah segmen kendaraan listrik dengan teknologi Extended-Range Electric Vehicle (EREV).
Fungsinya bukan untuk menggerakkan roda, melainkan untuk mengisi ulang baterai saat daya hampir habis. Dengan begitu, EREV menawarkan kombinasi efisiensi mobil listrik dan fleksibilitas jarak tempuh yang lebih panjang, tanpa rasa cemas kehabisan daya di tengah perjalanan.
Melalui unggahan di Weibo, seperti dilaporkan CnEVPost, Kamis, 17 Juli, Buick membagikan sejumlah gambar dan spesifikasi kunci Electra L7. Sedan mid-to-large ini ditargetkan untuk pasar premium dengan estimasi harga di kisaran 300.000 yuan atau setara Rp683 jutaan.
Yang menarik, Electra L7 akan menjadi model joint-venture pertama di China yang dilengkapi dengan teknologi LiDAR, menjanjikan kemampuan mengemudi cerdas yang canggih.
Electra L7 ditenagai oleh mesin 1.5 liter yang diproduksi oleh SAIC-GM, menghasilkan output tenaga maksimum 115 kW. Sementara itu, motor listriknya memiliki output tenaga maksimum yang jauh lebih besar, yaitu 252 kW. Sayangnya, jarak tempuh mobil ini sendiri belum diungkap.
Menurut informasi pengajuan, Electra L7 akan diproduksi di pabrik SAIC-GM di Wuhan, provinsi Hubei. Sedan ini memiliki bobot kosong 2.105/2.140 kilogram dan mampu mencapai kecepatan maksimum 200 kilometer per jam. Untuk urusan baterai, Electra L7 akan menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) yang dipasok oleh Zenergy Battery. jk-03/dsy
Editor : Desy Ayu