Beras Oplosan, Penipuan Pangan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama berita harian Surabaya Pagi, edisi Senin (21/7) lalu "Oplosan 212 Merek Beras Premium, Dibiarkan!"

Ada sub judul " PKB Menilai Oplosan Beras Premium Bentuk Kejahatan Terhadap Hak Dasar Rakyat atas Pangan."

Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menilai praktik curang pengoplosan 212 merek beras premium  telah menimbulkan kerugian pada masyarakat hingga mencapai Rp 100 triliun per tahun. Daniel pun menilai, potensi kerugian ekonomi masyarakat yang mencapai Rp 100 triliun per tahun . Kerugian ini bukan hanya angka statistik, namun mencerminkan skala kerusakan yang dibiarkan dalam waktu lama.

Pernyataan dibiarkan datang dari seorang legislator.

Ia menilai temuan tersebut menjadi alarm keras terhadap kerentanan sistem pengawasan pangan nasional.

"Untuk itu kita mendorong agar praktik-praktik kecurangan ini segera ditindak dengan tegas tentu dengan bukti yang valid dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Daniel Johan, Sabtu (19/7/2025).

Terpisah, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebut temuan soal beras oplosan di pasaran kini tengah ditindaklanjuti  diselidiki oleh kepolisian.

"Lagi ditangani sama kepolisian ada 212 merek dan perusahaan sekarang lagi dipanggil di Bareskrim," katanya ditemui di Koperasi Merah Putih di Desa Bentangan, Wonosari, Klaten, Minggu .

Pihaknya mengaku tidak pandang bulu dalam menindak perusahaan yang melakukan pengoplosan beras. Ia juga menyebut bahwa momen tersebut juga dijadikan untuk menindak tegas para produsen yang nakal.

 "Jika tak ditindak secara sistemik dan berkelanjutan, akumulasi kerugian yang bisa menembus Rp 1.000 triliun dalam satu dekade dapat memicu krisis kepercayaan terhadap seluruh sistem pangan nasional," tegasnya.

 

***

 

Legislator Daniel Johan, berpandangan bahwa praktik pengoplosan, pemalsuan label, dan permainan harga ini bukan sekadar pelanggaran etik dagang, melainkan bentuk kejahatan terhadap hak dasar rakyat atas pangan yang layak, aman, dan jujur secara mutu.

"Dalam konteks ini, rakyat telah menjadi korban dari sistem distribusi yang lemah dan tidak transparan," ungkap Daniel.

Oleh karena itu, Daniel mendukung langkah Satgas Pangan untuk segera menyelesaikan dugaan adanya beras oplosan ini.

"Langkah mengatasi persoalan beras oplosan ini harus segera diselesaikan, sehingga masyarakat tidak worry dalam membeli dan mengkonsumsi beras dalam negeri agar kestabilan harga dan stok beras terus terjaga dengan baik," tutur Legislator dari Dapil Kalimantan Barat I itu.

"Jadi penyelesaian masalah beras oplosan jangan sampai berlarut-larut agar tidak menimbulkan kepanikan pasar," imbuh Daniel.

Lebih lanjut, Daniel menyambut baik rencana Pemerintah yang ingin mengumumkan merk beras oplosan yang telah beredar di masyarakat, serta di pasar-pasar modern dan tradisional. Menurutnya, langkah ini harus dilakukan dengan cermat agar tidak menimbulkan kegaduhan pasar.

 

 

***

 

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Satgas Pangan mengungkap praktik ini melibatkan sejumlah merek besar, dengan modus kamuflase mutu kemasan mahal, tetapi isinya campuran beras murah. Sebanyak 212 merek beras diduga melakukan pengoplosan dan pelanggaran standar mutu.

Menurut konsep food adulteration dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat dan Food Safety Authority (EFSA) di Eropa, pencampuran produk pangan tanpa transparansi kepada konsumen dikategorikan sebagai penipuan pangan (food fraud).

Dalam kasus penipuan pangan di beberapa negara berkembang, seperti dilaporkan World Health Organization (WHO), praktik oplosan kadang melibatkan zat tambahan berbahaya, seperti pemutih, pewarna, atau pengawet yang tidak diperbolehkan dalam pangan.

Konsumsi bahan kimia tersebut dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kerusakan hati, ginjal, gangguan hormonal, dan kanker.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut ciri-ciri beras oplosan.

Butiran tidak seragam: Ukuran beras bervariasi, ada yang besar, kecil, atau patah.

Perbedaan warna: Warna beras tidak homogen, sebagian putih cerah,sebagian kusam kekuningan.

Aroma kurang sedap: Nasi hasil masakan berbau sedikit asam atau apek.

Tekstur nasi lembek dan cepat basi: Hal ini menandakan kualitas beras tidak stabil dan kebersihannya rendah.

Kemasan mencurigakan: Label tidak jelas atau terdapat perbedaan berat bersih dengan standar resmi

Mengonsumsi beras oplosan yang hanya merupakan campuran beras asli kualitas berbeda memang tidak menimbulkan efek kesehatan fatal secara langsung. Namun, praktik ini tetap merugikan konsumen dari sisi gizi, ekonomi, dan keamanan pangan, terutama bila menggunakan zat kimia tambahan berbahaya. ([email protected])

Berita Terbaru

Empat Truk Pengangkut Pasir Terjebak Arus Deras di Sungai Besuk Koboan Lumajang, Polisi Lakukan Evakuasi

Empat Truk Pengangkut Pasir Terjebak Arus Deras di Sungai Besuk Koboan Lumajang, Polisi Lakukan Evakuasi

Minggu, 01 Nov 2026 21:26 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 21:26 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang– Sebanyak Empat truk pengangkut pasir terjebak derasnya arus air di kawasan pertambangan pasir CV Manfaat Manunggal Nusantara, Sungai B…

Bantai Wakil Singapura 6-1, MilkLife Strikers Buka Singa Cup dengan Hattrick Ika Wonda

Bantai Wakil Singapura 6-1, MilkLife Strikers Buka Singa Cup dengan Hattrick Ika Wonda

Minggu, 01 Nov 2026 20:21 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 20:21 WIB

SurabayaPagi, Singapura – Tim MilkLife Strikers mengawali kiprahnya di turnamen internasional Singa Cup 2026 dengan hasil gemilang. Menghadapi wakil tuan rumah …

Sekolah Surabaya Pertahankan Dominasi, Bandung Lahirkan Dua Juara Baru di MilkLife Soccer Challenge

Sekolah Surabaya Pertahankan Dominasi, Bandung Lahirkan Dua Juara Baru di MilkLife Soccer Challenge

Minggu, 01 Nov 2026 20:06 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 20:06 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Persaingan sepak bola putri usia dini di Surabaya dan Bandung semakin kompetitif. MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2026–2027 men…

Gudang di Ponorogo Terbakar Hebat, Api Disebut Berasal dari Pembakaran Sisa Tanaman Jagung

Gudang di Ponorogo Terbakar Hebat, Api Disebut Berasal dari Pembakaran Sisa Tanaman Jagung

Minggu, 01 Nov 2026 18:31 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 18:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo – Gudang barang bekas (rosok) milik Tugiantoro, warga Desa Turi, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terbakar pada M…

BeautyFest Asia by Popbela.com Hadir di Surabaya, Bagikan Promo Produk Kosmetik yang Sangat Menarik

BeautyFest Asia by Popbela.com Hadir di Surabaya, Bagikan Promo Produk Kosmetik yang Sangat Menarik

Minggu, 01 Nov 2026 18:01 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 18:01 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia by Popbela.com hadir melalui penyelenggaraan di Surabaya pada 30 Oktober–1 November 2026 di Convention Hall, Tunjungan …

Ratusan Botol Miras Disita Polisi dari Kafe di Ujungpangkah Gresik

Ratusan Botol Miras Disita Polisi dari Kafe di Ujungpangkah Gresik

Minggu, 01 Nov 2026 17:36 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 17:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Peredaran minuman beralkohol (miras) tanpa izin kembali ditertibkan aparat kepolisian. Kali ini, jajaran Polres Gresik menyasar s…