Prabowo Sebut para Pengusaha Serakah bak Vampir Ekonomi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Prabowo Subianto saat meluncurkan kelembagan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih salah satunya meninjau produksi beras.
Prabowo Subianto saat meluncurkan kelembagan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih salah satunya meninjau produksi beras.

i

HL

 

 

Presiden Prabowo Subianto Sebut Mereka adalah Para Pengusaha Serakah bak Vampir ekonomi. Mereka Praktikkan Kejahatan Ekonomi yang Timbulkan Kerugian Negara Hingga Rp100 Triliun Setiap Tahunnya 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto, buka bukaan terhadap sejumlah pihak yang tak setuju dengan program programnya. Ia menilai saat ini ada cara pandang atau mahzab baru dalam ekonomi, yakni serakahnomics. Prabowo sudah memperingatkan pihak yang serakah ini, namun tidak jera.

Presiden RI Prabowo Subianto menyebut para pengusaha serakah dengan sebutan vampir ekonomi karena lebih mementingkan keuntungan pribadi ketimbang kepentingan rakyat.

"Masa tega petani setengah mati, rakyat kita banyak yang susah, ada yang mau cari keuntungan di atas penderitaan rakyat, itu namanya adalah hisap darah rakyat, itu adalah menurut saya parasit pengisap darah, vampir-vampir ekonomi," kata Prabowo di acara Peluncuran Kelembagaan 80 Ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Klaten, Jateng, Senin (21/7).

Ia menyebut perilaku itu sebagai serakahnomics, yakni praktik mencari keuntungan besar tanpa mementingkan kepentingan rakyat.

Prabowo pun menyinggung sejumlah mazhab besar ekonomi dunia, mulai dari liberal, neoliberal, komando, hingga sosialis. Namun, keserakahan itu tidaklah masuk mazhab manapun

"Kekayaan kita luar biasa, tapi maling-maling pun luar biasa. Akalnya luar biasa, nggak jera-jera, sudah dikasih warning, masih saja. Saya sedih, ya kan. Mereka-mereka itu, menurut saya sudah di arah bukan lagi masuk akal atau apa, mereka ini dalam rangka serakah," kata Prabowo saat sambutan di penutupan Kongres PSI, Solo, Minggu malam (20/7/2025).

Cara pandangan ini menurut Prabowo, tergolong baru, sebab tidak ada dalam ilmu ekonomi. Oleh sebab itu, Prabowo menyebut golongan ini sebagai serakahnomics.

"Ternyata ada fenomena baru, saya kira mahzabnya, tadinya mahzab ini, mahzab itu, ini ada mahzab baru ekonomi itu, yang saya sebut mahzab serakahnomics," ujarnya.

Prabowo akhirnya menilai ada pihak yang mengambil kekayaan Indonesia hanya melakukan keserakahan.

Presiden menyebutkan bahwa praktik kejahatan ekonomi tersebut menyebabkan kerugian negara hingga Rp100 triliun setiap tahunnya. Jika dihitung dalam kurun lima tahun, nilainya mencapai Rp1.000 triliun.

"Ini kejahatan ekonomi yang luar biasa," tegasnya.

 Presiden Prabowo mengisyaratkan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan tegas untuk memberantas praktik-praktik ekonomi yang menyimpang dan merugikan rakyat.

"Tunggu tanggal mainnya," katanya, memberi sinyal akan adanya langkah konkret dari pemerintah.

"Serakahnomics ini sudah lewat, nggak ada di buku, nggak ada di universitas ilmu ekonomi kayak begini. Ini ilmu serakah. Tapi ya tunggu tanggal mainnya," imbuhnya.

 

Pengusaha Beras Berlabel Premium

Presiden Prabowo Subianto menyayangkan di tengah upaya pemerintah dalam melakukan swasembada beras, masih ada oknum pengusaha yang melakukan kecurangan.

Prabowo menyesalkan masih adanya praktik oplos  dan manipulasi harga oleh sejumlah pengusaha yang memasarkan beras biasa dengan label premium untuk mendapatkan keuntungan yang tidak wajar.

“Beras biasa dibilang beras premium harganya dinaikin seenaknya. Ini pelanggaran. Ini saya telah minta Jaksa Agung dan Polisi mengusut dan menindak pengusaha-pengusaha tersebut tanpa pandang bulu,” kata Prabowo dalam keterangan resminya, Minggu Malam  yang dikutip Surabaya Pagi Senin (21/7)

Prabowo  menggarisbawahi pentingnya pengawasan distribusi pangan agar tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

 

Tiga Pengusaha Beras Premium

Beberapa pengusaha beras yang dikenal memproduksi beras berlabel premium di Indonesia antara lain: Martua Sitorus (Wilmar Group dengan merek Sania), Sukarto Bujung (Buyung Group dengan beras Buyung/Hoki), dan Miguno Group (dengan beras premium cap Anak Raja).

Menurut sumber di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Senin (21/7) telah memeriksa empat perusahaan distributor dan produsen beras yang diduga melanggar standar kualitas dan takaran dalam produk beras kemasan premium yang mereka edarkan. Pemeriksaan terhadap perusahaan-perusahaan tersebut telah dimulai pada Kamis, 10 Juli 2025, dan dilanjutkan kembali pada Senin, 14 Juli 2025.

Keempat perusahaan yang diperiksa adalah Wilmar Group, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Belitang Panen Raya, dan PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group). Pemeriksaan dilakukan berdasarkan sampel beras kemasan dari berbagai wilayah yang sebelumnya dikumpulkan oleh Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri. n jk/erc/rmc

Berita Terbaru

SPDP Tak Diterima Sebelum Pemeriksaan, Dua Eks Direktur BPR Madiun Gugat Penetapan Tersangka

SPDP Tak Diterima Sebelum Pemeriksaan, Dua Eks Direktur BPR Madiun Gugat Penetapan Tersangka

Jumat, 28 Agu 2026 19:21 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 19:21 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Dua mantan Direktur Perumda BPR Bank Daerah Kota Madiun, Sugeng Mukti Wibowo (SMW) dan Ahmadu Malik Dana Logistia (AD), mem…

‎Mentirakati Indonesia, Mahasiswa Madiun Kenang Setahun Tragedi Agustus

‎Mentirakati Indonesia, Mahasiswa Madiun Kenang Setahun Tragedi Agustus

Jumat, 28 Agu 2026 18:36 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 18:36 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Madiun menggelar aksi simbolis bertajuk “Mentirakati …

Wilbex 2026, Hadirkan Pasar Produk Ibu dan Anak di Surabaya

Wilbex 2026, Hadirkan Pasar Produk Ibu dan Anak di Surabaya

Jumat, 28 Agu 2026 17:22 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 17:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Pameran kebutuhan ibu, bayi, dan anak, Willow Baby Expo (Wilbex) kembali digelar di Surabaya. Memasuki penyelenggaraan 2026, Wilbex V…

Nenek di Blitar Tercebur ke Sumur Bekas Pembuangan Sampah

Nenek di Blitar Tercebur ke Sumur Bekas Pembuangan Sampah

Jumat, 28 Agu 2026 16:41 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 16:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nenek Suwarti berusia 70 tahun warga Kel. Beru, Kec. Wlingi, Kab. Blitar, tadi jelang Sholat Jumat, 28 Agustus 2026, sekitar pukul…

Luncurkan Majelis Pemberdayaan Indonesia, Cak Imin Dorong Pesantren Jadi Kekuatan Ekonomi

Luncurkan Majelis Pemberdayaan Indonesia, Cak Imin Dorong Pesantren Jadi Kekuatan Ekonomi

Jumat, 28 Agu 2026 16:35 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 16:35 WIB

SurabayaPagi, Jombang - Majelis Pemberdayaan Indonesia resmi digaungkan sebagai langkah strategis memperkuat pemberdayaan masyarakat dan mengatasi persoalan…

Dugaan Pesta Miras Pelajar di Gresik Jadi Alarm Keras, KBPPPA: Jangan Hanya Menghukum Anak

Dugaan Pesta Miras Pelajar di Gresik Jadi Alarm Keras, KBPPPA: Jangan Hanya Menghukum Anak

Jumat, 28 Agu 2026 15:31 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Dugaan pesta minuman keras (miras) yang melibatkan sejumlah pelajar SMP di Kabupaten Gresik menjadi alarm serius bagi dunia p…