SURABAYA PAGI, Jakarta- Banyak orang mengenal kripto hanya sebatas disimpan dan ditunggu nilainya naik. Tapi di tahun 2025, tren itu mulai bergeser. Investor modern tidak puas hanya "hodl", mereka ingin kriptonya bekerja dan menghasilkan. Tren baru ini tak lagi soal menyimpan, melainkan mengoptimalkan aset digital dengan berbagai cara. Tapi, bagaimana caranya?
Perubahan Pola Investor Kripto di 2025
Dalam beberapa tahun terakhir, cara pandang terhadap aset kripto mengalami perubahan signifikan. Jika dulu mayoritas pelaku pasar hanya membeli aset digital lalu menyimpannya dalam jangka waktu tertentu sambil berharap harga naik, kini pendekatannya semakin aktif.
Di tahun 2025, banyak investor mulai tertarik pada strategi yang membuat aset mereka produktif, atau istilahnya, "earn". Artinya, alih-alih hanya menyimpan kripto, mereka memanfaatkannya untuk menghasilkan pendapatan pasif melalui berbagai protokol dan layanan.
Data dari DeFiLlama dan Glassnode menunjukkan bahwa volume aktivitas seperti staking dan lending meningkat 30–40% selama kuartal kedua tahun ini. Bahkan pengguna pemula pun mulai tertarik, karena potensi imbal hasil yang lebih tinggi dibanding hanya menunggu harga naik.
Lalu, apa saja bentuk nyata dari cara "earn" yang saat ini sedang ramai diadopsi oleh komunitas kripto?
Dari HODL ke EARN – Ini Pilihan Produknya
Strategi earn adalah pendekatan aktif untuk menghasilkan pendapatan dari kripto yang Anda miliki, tanpa harus menjualnya. Beberapa metode yang kini banyak digunakan antara lain:
Staking: Anda mengunci aset seperti ETH atau SOL di jaringan untuk membantu validasi transaksi dan mendapatkan reward secara berkala. Ini populer di jaringan Proof-of-Stake.
Lending: Melalui protokol seperti Aave atau Compound, Anda bisa meminjamkan aset Anda kepada pengguna lain dan memperoleh bunga.
Liquidity mining: Dengan menyediakan likuiditas di DEX (bursa terdesentralisasi) seperti Uniswap atau Curve, Anda mendapat bagian dari fee transaksi dan terkadang insentif berupa token tambahan.
Earn program dari exchange: Beberapa platform juga menawarkan program simpanan dengan bunga ringan, meskipun risikonya berbeda karena bersifat kustodial.
Rata-rata imbal hasil yang ditawarkan berkisar antara 5–12% APR, tergantung pada aset, protokol, dan kondisi pasar. Namun tentu saja, di balik imbal hasil ini ada risiko yang juga harus diperhatikan.
Risiko & Tantangan Saat Mencoba 'Earn' dari Kripto
Di balik peluang besar, tentu ada risiko yang harus Anda waspadai agar tidak terjebak euforia.
Volatilitas harga adalah tantangan utama. Misalnya, Anda mendapatkan reward staking 8%, tapi jika harga token yang Anda staking turun 20%, maka imbal hasil Anda tidak sebanding dengan kerugian nilai aset.
Risiko protokol juga harus diperhitungkan. Ada banyak kasus rug pull atau peretasan kontrak pintar yang merugikan pengguna hingga jutaan dolar. Karena itu, penting untuk hanya menggunakan protokol yang sudah diaudit dan memiliki reputasi baik.
Selain itu, penting memahami perbedaan antara dompet kustodial dan non-kustodial. Platform kustodial lebih mudah digunakan, tapi Anda menyerahkan kontrol atas aset kepada pihak ketiga. Sementara dompet non-kustodial memberi kendali penuh, tapi lebih teknis dalam penggunaannya.
Karena itu, penting bagi Anda untuk tidak hanya tergiur cuan, tapi juga tetap berpijak pada informasi dan analisis yang valid.
Kenapa Anda Harus Rutin Cek Berita Crypto?
Dunia kripto sangat cepat berubah. Hari ini sebuah protokol bisa menawarkan yield tinggi, besok bisa saja terkena exploit atau diblokir regulator. Oleh karena itu, mengikuti perkembangan berita crypto bukan hanya sekadar menambah wawasan, tapi bagian dari strategi mitigasi risiko.
Dengan membaca berita dari sumber terpercaya seperti CoinDesk, Cointelegraph, CoinMarketCap Headlines, atau The Defiant, Anda akan mengetahui update penting seperti:
- Peluncuran protokol baru
- Perubahan kebijakan atau regulasi
- Insiden peretasan atau eksploitasi smart contract
- Pergerakan pasar yang signifikan
Berita-berita seperti ini akan membantu Anda mengambil keputusan yang lebih bijak sebelum memutuskan untuk staking, lending, atau menyimpan aset Anda dalam suatu protokol.
Dengan mengikuti berita crypto, Anda tidak hanya jadi pengguna yang reaktif, tapi juga investor yang adaptif.
Kesimpulan: Aset Digital Tak Cuma Diam, Tapi Bisa Produktif
Tren kripto hari ini tak lagi soal menahan dan menunggu harga naik. Investor masa kini ingin lebih: aset digital yang bisa menghasilkan. Dengan memahami cara kerja staking, lending, dan produk earn lainnya, Anda bisa memaksimalkan potensi kripto yang dimiliki.
Namun, di balik imbal hasil yang menggiurkan, selalu ada risiko yang harus diperhitungkan. Kunci utama adalah edukasi dan keterbukaan terhadap informasi. Jangan hanya mengandalkan satu sumber. Rutinlah membaca berita crypto agar tetap selangkah di depan dalam mengambil keputusan.
FAQ
1. Apa maksud dari tren earn di dunia kripto?
Earn adalah strategi menghasilkan cuan dari kripto tanpa menjualnya, seperti lewat staking, lending, atau liquidity mining.
2. Apakah semua aset kripto bisa di-staking atau lending?
Tidak. Hanya aset tertentu yang mendukung fitur ini, tergantung jaringan dan protokolnya.
3. Apa risikonya jika ikut program earn?
Risiko bisa berasal dari fluktuasi harga, peretasan protokol, atau imbal hasil yang tidak sesuai ekspektasi.
4. Mengapa harus baca berita crypto sebelum ikut program earn?
Karena banyak faktor teknis, regulasi, atau kasus keamanan bisa memengaruhi hasil dan keamanan aset Anda.rko
Editor : Redaksi