SURABAYA PAGI, Lamongan – Dalam upaya memperkuat daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor perikanan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Airlangga bekerja sama dengan Pemerintah Kelurahan Brondong menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Optimalisasi Branding dan Packaging Produk Olahan Ikan untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM di Kecamatan Brondong.”
Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 18 Juli 2025 dimulai pukul 12.30 WIB, bertempat di Gedung Kelurahan Brondong, Kabupaten Lamongan. Sebanyak 25 pelaku UMKM lokal dari berbagai bidang usaha olahan hasil laut turut ambil bagian dalam pengabdian masyrakat ini.
Program yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Airlangga ini merupakan komitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal, khususnya sektor perikanan yang menjadi andalan wilayah pesisir. Kecamatan Brondong dikenal sebagai salah satu sentra hasil tangkapan laut terbesar di Kabupaten Lamongan. Namun, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, khususnya dalam hal pengolahan dan pemasaran hasil laut. Produk-produk olahan seperti abon ikan, kerupuk ikan, dan aneka olahan beku (frozen food) sebenarnya memiliki nilai jual tinggi, namun masih terkendala dalam hal tampilan produk, strategi pemasaran, dan minimnya identitas merek yang kuat.
Kegiatan Pengmas ini menjadi salah satu solusi konkret untuk mengatasi tantangan tersebut.
Dibuka secara resmi oleh perwakilan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat, Atik Purmiyati, S.E., M.Si., Ph.D., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, kegiatan ini menekankan pentingnya inovasi dan strategi branding dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal. Dalam sambutannya, Atik menyampaikan bahwa banyak pelaku UMKM yang selama ini memproduksi makanan olahan dengan cita rasa yang baik namun kurang memperhatikan aspek visual dan identitas produk.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya, khususnya terkait identitas produk, kemasan yang menarik, dan kemampuan bersaing di pasar lokal maupun nasional. Kami ingin agar UMKM Brondong dapat naik kelas,” ujar Atik.
Kegiatan pendampingan UMKM yang melibatkan tim dari Universitas Airlangga (UNAIR) mendapat dukungan penuh dari Kelurahan Brondong. Dukungan tersebut ditunjukkan melalui kehadiran langsung Lurah Brondong, M. Riandol, SE., yang memberikan semangat kepada para peserta sekaligus menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata UNAIR dalam pengembangan UMKM lokal.
Dalam sambutannya, Riandol menilai kolaborasi semacam ini sangat strategis karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ia juga menegaskan komitmen pihak kelurahan untuk terus mendukung pelaku UMKM agar mampu bersaing, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga di pasar yang lebih luas. “Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut, terutama dalam bentuk pendampingan jangka panjang dan pelatihan teknis lanjutan,” ujarnya.
Pemaparan materi branding dan packaging oleh Rahmat Yuliawan, S.E., M.M. Sesi tersebut dimoderatori oleh Nur Aini Hidayati, S.E., M.Si., Ph.D., yang juga merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR. Dalam pemaparannya, Rahmat mengulas secara komprehensif tentang pentingnya brand consistency, pembuatan logo yang mudah dikenali, serta narasi produk yang menggugah minat konsumen.
Menurut Rahmat, branding bukan hanya soal logo, melainkan juga mencerminkan nilai dan keunikan dari setiap produk. Ia memberikan contoh desain kemasan sederhana namun informatif, warna dominan yang sesuai dengan karakter produk, serta pentingnya label halal dan tanggal kadaluwarsa yang jelas. Tak hanya itu, ia juga mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan kemasan ramah lingkungan dan ekonomis.
“Produk olahan ikan dari Brondong sudah punya kualitas. Tapi kita tidak bisa mengandalkan rasa saja. Visual juga sangat penting. Konsumen akan lebih percaya dan tertarik jika kemasannya bagus dan mereknya jelas. Inilah pentingnya branding dan packaging,” jelas Rahmat dalam sesinya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti sesi demi sesi. Banyak dari mereka yang aktif bertanya dan membagikan pengalaman dalam membangun usahanya. Diskusi-diskusi kecil terbentuk secara spontan di antara peserta yang ingin memperdalam pemahaman tentang desain kemasan dan strategi pemasaran digital. Beberapa peserta bahkan membawa sampel produk mereka untuk mendapatkan masukan langsung dari pemateri.
Salah satu peserta, Aniawati, mengaku mendapat banyak wawasan baru dari pelatihan ini. “Saya dulu hanya pakai plastik biasa dan belum punya logo. Sekarang saya paham bahwa kemasan bisa meningkatkan nilai jual. Saya ingin produk abon ikan saya bisa masuk ke toko oleh-oleh dan dijual online,” ungkapnya dengan semangat.
Selain sesi pemaparan materi, peserta juga diajak melakukan simulasi sederhana dalam membuat brand story, menentukan nama merek, memilih warna kemasan, dan membuat sketsa desain logo. Tim Pengmas juga menyediakan template label produk yang bisa digunakan sebagai inspirasi oleh peserta. Dalam sesi penutup, tim juga membagikan formulir monitoring dan evaluasi yang akan digunakan untuk menilai perkembangan peserta pasca pelatihan.
Melalui kegiatan ini, LPPM Universitas Airlangga tidak hanya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga hadir secara langsung di tengah masyarakat sebagai agen perubahan. Pendampingan terhadap UMKM menjadi sangat penting dalam menghadapi era persaingan pasar yang semakin digital dan global. Produk yang berkualitas tinggi tidak akan sampai ke konsumen jika tidak diiringi dengan strategi branding dan packaging yang tepat.
Dengan pelatihan ini, diharapkan pelaku UMKM di Kelurahan Brondong dapat meningkatkan nilai jual produknya, menembus pasar yang lebih luas, serta meningkatkan pendapatan keluarga dan perekonomian lokal. Kegiatan ini sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.
Profil Penulis : Nur Aini Hidayati, S.E., M.Si., Ph.D.
Editor : Redaksi