Muhammad Aldi Sampaikan Ke Mensos Kalau Dirinya Nyaris Putus Sekolah Kalau Tidak Ada Sekolah Rakyat

author Muhajirin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf saat berbincang dengan Muhammad Aldi salah satu siswa Sekolah Rakyat dalam kunjungannya di Sekolah Rakyat Di Brondong Lamongan.  FOTO:SP/MUHAJIRIN
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf saat berbincang dengan Muhammad Aldi salah satu siswa Sekolah Rakyat dalam kunjungannya di Sekolah Rakyat Di Brondong Lamongan. FOTO:SP/MUHAJIRIN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Muhammad Aldi, remaja 15 tahun asal Dusun Karang Jiwo Desa Gelap Kec Laren Kabupaten Lamongan ini Jawa Timur, nyaris tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi yakni SMA, lantaran faktor ekonomi dari keluarga tidak mampu.

Hal itu disampaikan langsung oleh Aldi panggilan akrabnya saat berbincang langsung dengan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, dalam kunjungan kerja ke Sekolahan Rakyat Menengah Atas 25 Brondong, yang masih menempati Gedung SMK Negeri Maritim di Brondong Lamongan, Selasa (5/8/2025). 

Di hadapan Menteri Sosial, Aldi menceritakan bahwa dirinya sempat berhenti sekolah selama lebih dari setahun. Ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga dan membuka warung kopi kecil-kecilan.

“Saya sempat tidak meneruskan sekolah karena bantu-bantu orang tua, tapi dalam hati tetap ingin sekolah. Alhamdulillah ada Sekolah Rakyat, jadi saya bisa melanjutkan sekolah," ujar Aldi dengan suara pelan namun penuh harapan.

Kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf ke Sekolahan Rakyat itu, merupakan bagian dari perhatian Kementerian Sosial terhadap pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera. Dalam sambutannya, Gus Ipul menyampaikan rasa haru sekaligus apresiasi atas kerjasamanya semua pihak untuk mewujudkan gagasan Presiden Prabowo Subianto mendirikan Sekolahan Rakyat.

“Cerita seperti Aldi ini harus jadi alarm bagi kita semua. Negara, masyarakat, dan SDM Program Keluarga Harapan (PKH) harus terus hadir agar tidak ada anak yang kehilangan hak belajarnya hanya karena ekonomi,” ujar Gus Ipul.

Ia bersyukur karena sejak dibuka 14 Juli 2025 lalu sampai sekarang, sekolah Rakyat di Brondong ini bisa berjalan sesuai rencana, mulai dari MPLS, kemudian dilanjutkan dengan matrikulasi kemudian sarana prasarana juga lumayan meskipun masih ada kurang-kurang terutama untuk guru.

" Ya untuk tempat tidur Guru misalnya tadi disebut masih kurang ini nanti saya akan kerjasama dengan Pemkab Lamongan untuk melengkapi secara bertahap tetapi secara umum telah berjalan dengan baik," akunya.

Secara umum lanjut Gus Ipul, ia melihat ada hal yang juga penting dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat ini, sekaligus juga menerapkan program prioritas, mulai dari pemeriksaan gratis atau pemeriksaan kesehatan. "Yang pertama adalah pemeriksaan kesehatan kemudian juga dilayani dengan makanan-makanan yang bergizi yang langsung nanti pada saatnya akan ditangani oleh Badan Gigi, jadi sekarang ini kita sudah mendampingi ya nanti pada saatnya seluruh layanan makanan itu disediakan oleh MBG," kata Gus Ipul.

Anis Al Aminatuf Wardian Sari, Kepala Sekolah Rakyat, mengatakan bahwa sejak didirikan, sekolah ini telah menampung 75 anak yang tidak mampu bersekolah secara formal atau reguler. “Kami ingin jadi jembatan, agar anak-anak tidak kehilangan semangat belajar dan cita-cita,” ujarnya.

Kini, Aldi bercita-cita menjadi pengusaha yang profesional dan mempu memberikan manfaat kepada masyarakat. “Saya ingin terus sekolah, biar bisa bahagiakan orang tua dan cita-cita saya menjawab pengusaha,” tuturnya penuh haru.

Hadir selain Menteri Sosial, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Bupati, Wabup, dan jajaran Muspida Kab. Lamongan, serta seluruh petugas PKH.jir

Berita Terbaru

Tekanan Kemarau, Air Waduk Gonggang Magetan Tinggal 805 Ribu Meter Kubik

Tekanan Kemarau, Air Waduk Gonggang Magetan Tinggal 805 Ribu Meter Kubik

Minggu, 04 Okt 2026 12:34 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 12:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Dinas PUPR Magetan meminta penggunaan air tetap dikendalikan dan perlu dihemat, mengingat Ccadangan air Waduk Gonggang di Kecamatan…

2027 Mendatang, Pemkot Madiun Usulkan Santunan kematian Naik Rp1,5 Juta

2027 Mendatang, Pemkot Madiun Usulkan Santunan kematian Naik Rp1,5 Juta

Minggu, 04 Okt 2026 12:27 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 12:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun mengusulkan kenaikan besaran santunan kematian bagi warga Kota Madiun dari sebelumnya Rp1 juta…

Atasi Permasalahan Banjir, Pemkab Kediri Bakal Perbaiki Jembatan Cerme

Atasi Permasalahan Banjir, Pemkab Kediri Bakal Perbaiki Jembatan Cerme

Minggu, 04 Okt 2026 11:20 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 11:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sebagai upaya mengatasi banjir yang selama ini meresahkan warga ketika hujan turun deras, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri,…

Fokuskan Fungsi Tata Ruang, Pemkot Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek di Surabaya

Fokuskan Fungsi Tata Ruang, Pemkot Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek di Surabaya

Minggu, 04 Okt 2026 11:14 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 11:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna menjaga Kota Pahlawan tetap aman bagi anak-anak, sekaligus memastikan diskotek yang sudah beroperasi mematuhi ketentuan yang…

Optimalkan PAD, Pemkab Ponorogo Lelang 31 Kendaraan Dinas dan Barang Inventaris

Optimalkan PAD, Pemkab Ponorogo Lelang 31 Kendaraan Dinas dan Barang Inventaris

Minggu, 04 Okt 2026 11:08 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 11:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dalam rangka mengoptimalkan aset daerah yang sudah tidak lagi digunakan sekaligus menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD),…

Kasus ISPA di Tulungagung Melonjak Penyebab Rawat Inap Puskesmas Penuh

Kasus ISPA di Tulungagung Melonjak Penyebab Rawat Inap Puskesmas Penuh

Minggu, 04 Okt 2026 11:03 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 11:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Dalam beberapa bulan terakhir, Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung mencatat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut…