Gus Ipul, Klaim tak Pantas Jadi Ketum PBNU

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat ini sedang ramai dibahas tokoh NU yang berambisi ingin jadi ketum PBNU.

Berdasarkan hasil Muktamar NU ke-34 di Lampung tahun 2021, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026, mengungguli petahana saat itu, Said Aqil Siradj. 

Sumber di PBNU Jakarta Senin (30/3) terkait dinamika kepemimpinan PBNU ke depan, diungkapkan Gus Yahya , ingin maju dengan tujuan meneruskan cita-cita Gus Dur.

Lalu, Gus Ipul (Saifullah Yusuf) bilang menekankan pentingnya regenerasi, namun juga menegaskan bahwa ia tidak berambisi menggantikan Gus Yahya di tengah isu internal.

Dalam survei atau bursa calon, sempat muncul nama-nama seperti KH Cholil Nafis, Nusron Wahid, Maman Imanulhaq, Muhaimin Iskandar, Ahmad Fahrur Rozi, dan Gus Yusuf Chudlori.

 

Klaim Gus Ipul

Saat disinggung apakah ia akan mencalonkan sebagai calon ketua umum (Ketum) PBNU, Gus Ipul mengaku tidak pantas untuk maju menjadi pucuk pimpinan PBNU.

"Potongan saya pantas apa enggak? Banyak yang lain lah saya. Enggak ada potongan saya jadi ketua umum," ujar Gus Ipul saat berkunjung di Pendapa Manggala Praja Nugraha Trenggalek, Minggu (29/3/2026).

Mantan Wakil Gubernur Jatim itu lantas mempersilahkan kader-kader terbaik NU untuk maju menjadi Ketum PBNU. Termasuk Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

"Ya, semuanya bisa, siapapun boleh. Tapi yang menentukan kan nanti kita muktamirin, kalau memenuhi syarat kan," tandas pria yang juga menjabat sebagai menteri sosial itu.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan bahwa agenda muktamar telah dibentuk. Ia mengaku dirinya menjadi ketua panitianya. n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

Menteri PU Melongo, Ada Praktik Deep State di Kementeriannya yang Rugikan Rp 1 Triliun

Menteri PU Melongo, Ada Praktik Deep State di Kementeriannya yang Rugikan Rp 1 Triliun

Senin, 30 Mar 2026 19:51 WIB

Senin, 30 Mar 2026 19:51 WIB

LHP BPK Temukan Dugaan Kerugian Negara Rp1 Triliun. Dua Dirjen yaitu Direktur Jenderal (Dirjen) Dirjen Sumber Daya Air (SDA) dan Dirjen Cipta Karya telah…

Wakil Dekan FH UNAIR, Tim Perumus RUU Perampasan Aset

Wakil Dekan FH UNAIR, Tim Perumus RUU Perampasan Aset

Senin, 30 Mar 2026 19:48 WIB

Senin, 30 Mar 2026 19:48 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dr. Maradona, S.H., LL.M., Ph.D., Wakil Dekan III FH UNAIR, terlibat pembahasan RUU Perampasan Aset dengan Komisi III DPR. Komisi…

Baru Kali ini, Komisi III DPR Penjamin Penangguhan Penahanan Terdakwa Korupsi 

Baru Kali ini, Komisi III DPR Penjamin Penangguhan Penahanan Terdakwa Korupsi 

Senin, 30 Mar 2026 19:45 WIB

Senin, 30 Mar 2026 19:45 WIB

Kejagung Hormati, Tapi Ingatkan Penangguhan Penahanan Melalui Proses Persidangan   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komisi III DPR menggelar rapat yang membahas …

Noel-Yaqut Bilang, KPK Sudah Gak Punya Malu

Noel-Yaqut Bilang, KPK Sudah Gak Punya Malu

Senin, 30 Mar 2026 19:42 WIB

Senin, 30 Mar 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dua tahanan KPK yang berlatarbelakang menteri dan wakil menteri, berkelakar kritik KPK. Itu disampaikan terdakwa kasus dugaan…

Kejagung Masih Rahasiakan, Pejabat yang Kongkalikong dengan Terduga Korupsi Tambang Rp 47 T

Kejagung Masih Rahasiakan, Pejabat yang Kongkalikong dengan Terduga Korupsi Tambang Rp 47 T

Senin, 30 Mar 2026 19:40 WIB

Senin, 30 Mar 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hingga Senin (30/3/2026), penyelenggara negara yang diduga terlibat kasus korupsi dengan Samin Tan, masih belum dipanggil Kejagung.…

Ketimpangan Sosial, Korupsi Rp 47 Triliun vs Pengantri Sembako

Ketimpangan Sosial, Korupsi Rp 47 Triliun vs Pengantri Sembako

Senin, 30 Mar 2026 19:34 WIB

Senin, 30 Mar 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Berita di halaman satu harian Surabaya Pagi edisi Senin (30/3) ada berita dengan dua peristiwa yang kontras.  Satu berjudul …