SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Dalam rangka mendukung program nasional Asta Cita yang salah satunya menekankan kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan berbasis komunitas, kegiatan penanaman jagung serentak dilakukan di berbagai lahan pesantren se-Jawa Timur pada Kamis siang (7/8) di Jombang.
Pesantren yang menjadi bagian dari kegiatan utama ini adalah Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang. Penanaman jagung ini tak hanya sebagai simbol ketahanan pangan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendorong pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian.
Kaprimkoppol Polres Blitar Kompol Wirna Maria SH menyampaikan, bahwa Varietas jagung yg ditanam adalah Varietas TKS 234 merk Bhayangkara yang merupakan merk jagung yg dimiliki oleh Polres Blitar yg dikelola oleh Primkoppol Res Blitar dan CV Lang Buana sebagai KSO Primkoppol Res Blitar, Kompol Mirna menambahkan, bahwa benih Jagung Bhayangkara ini mempunyai keunggulan yakni, toleran terhadap penyakit bulai dan hawar daun, rendemennya tinggi, tahan rebah akar dan batang, juga adaptasi di lahan hujan dan irigasi, ketika Kompol Mirna menyampaikan pada Iwatsum Polri AKBP Wiwit Adi Satria.
Pada penanaman di Tebuireng, Itwasum Polri turut hadir memberikan dukungan, dalam sambutannya, Itwasum Polri menyampaikan apresiasi terhadap kualitas benih yang digunakan serta sinergi antara Polri dan pesantren dalam menciptakan program berbasis kemaslahatan masyarakat.
Penanaman juga dilakukan di Kabupaten Blitar, tepatnya di Pondok Pesantren Anharul Ulum. Selain Tebu Ireng dan Ahharul Ulum, terdapat banyak juga pondok pondok lainnya yang juga memesan benih jagung Bhayangkara, ujar Kompol Mirna.
Selain penanaman, para santri juga terlibat dalam edukasi pertanian dan pembinaan wirausaha. Untuk itu diharapkan dari kegiatan ini, lahir kemandirian pangan sekaligus penguatan karakter produktif di lingkungan pesantren.
Dalam Kegiatan ini mencerminkan sinergi antara institusi kepolisian dan masyarakat dalam menjalankan nilai-nilai Asta Cita, khususnya dalam mendorong kedaulatan pangan dan kesejahteraan berbasis lokal. Les
Editor : Moch Ilham