SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Dalam rangka mensukseskan program sekolah rakyat, Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur memutuskan memindahkan lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) ke lahan sekitar Rumah Susun Sewa (Rusunawa) di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru.
Awalnya, progres pembangunan tersebut berada di Kelurahan Kedungsoko, Kecamatan Tulungagung, ke lahan sekitar Rumah Susun Sewa (Rusunawa) di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru. Namun, untuk menghemat biaya, karena lahan awal seluas 7,1 hektare di Kedungsoko membutuhkan pengurugan besar akibat kondisi tanah yang tidak rata.
"Hasil kajian Dinas PUPR, pengurugan di lokasi awal memerlukan anggaran hingga Rp20 miliar. Kami memilih lahan di dekat rusunawa yang luasnya lima hektare agar biaya operasional lebih efisien," jelas Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Minggu (10/08/2025).
Lebih lanjut, untuk pembangunan SR sendiri merupakan kewenangan Kementerian Sosial, sedangkan Pemkab Tulungagung hanya sebagai penerima manfaat. Oleh karena itu, Pemkab menyerahkan keputusan teknis sepenuhnya kepada Kemensos.
Dan untuk pertimbangan kondisi APBD Perubahan 2025, di mana belanja daerah bertambah Rp160 miliar untuk peningkatan infrastruktur. Sehingga, fokus pemkab saat ini adalah menuntaskan infrastruktur. Dan untuk pembangunan SR, akan mengikuti arahan dan keputusan Kemensos.
Diketahui, berdasarkan informasi dari Dinas Sosial, rencana awal SR di Kedungsoko telah masuk tahap desain konseptual. Namun, setelah evaluasi, disepakati pemindahan lokasi guna mempercepat proses tanpa membebani APBD.
Lahan di Ringinpitu yang berdekatan dengan permukiman dan akses transportasi dinilai strategis, karena dapat menjangkau warga dari beberapa kecamatan sekitar.
"Lokasinya dekat dengan fasilitas umum dan transportasi, sehingga calon peserta didik dari wilayah Kedungwaru, Sumbergempol, hingga Boyolangu bisa terjangkau," tambah Gatut.
Dengan perubahan ini, Pemkab Tulungagung menargetkan penentuan desain baru bisa rampung pada triwulan keempat 2025, sehingga proses pembangunan dapat dimulai awal 2026. tl-02/dsy
Editor : Desy Ayu