SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Suzuki baru saja mengkonfirmasi terkait akan menghentikan produksi motor ikonis SV650 dan V-Strom 650 untuk model tahun 2026. Keputusan ini secara efektif mengakhiri perjalanan dari salah satu platform mesin paling andal dan dicintai dalam sejarah industri motor. Padahal, sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1999, SV650 telah menjadi motor andalan bagi banyak pengendara.
Alasan utama di balik penghentian ini adalah regulasi emisi yang semakin ketat. Menurut manajer Pemasaran Suzuki GB, Jak Tyrrell, SV650 saat ini dijual di bawah pengecualian (derogasi) karena tidak memenuhi standar emisi yang diwajibkan untuk tahun 2026. Dengan pengecualian yang akan berakhir, Suzuki tidak memiliki pilihan lain selain menarik kedua model ini dari pasar, khususnya di Inggris dan Eropa, Minggu (31/08/2025).
Dengan performa yang terus ditingkatkan dari 64,2 hp menjadi 74,9 hp, SV650 telah menjadi teman setia yang menawan di berbagai kondisi jalan. Selain itu, mesin V-twin 650cc yang sama juga menjadi jantung dari motor petualang V-Strom 650, yang diperkenalkan pada tahun 2003.
Meskipun tidak dikenal sebagai motor offroad sejati, V-Strom 650 telah membuktikan diri sebagai pilihan yang kokoh, nyaman, dan tangguh bagi para riders yang gemar menempuh jarak jauh dalam segala cuaca. Ribuan unit "Wee-Strom," julukan sayang dari para penggemar, masih mengaspal di jalanan Inggris hingga saat ini.
Penghentian produksi kedua motor ini juga secara tidak langsung mengakhiri keberadaan model-model lain yang menggunakan platform mesin yang sama, seperti SV650S dan Gladius SFV650. Hal ini menandai akhir dari sebuah era bagi mesin V-twin 650cc yang telah menjadi fondasi bagi begitu banyak motor ikonik Suzuki selama bertahun-tahun.
Meskipun kabar ini menyedihkan, bisa berkaca dari kisah Suzuki DR-Z400, yang juga ditarik dari pasar pada tahun 2009 karena regulasi emisi, namun kembali hadir pada tahun ini. Meskipun kepastiannya belum ada, selalu ada kemungkinan bahwa SV650 dan V-Strom 650 akan kembali di masa depan dalam bentuk yang lebih modern, sesuai dengan standar emisi yang berlaku. jk-04/dsy
Editor : Desy Ayu