SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Hingga Minggu (31/8), di hampir semua TV dan koran, meliput aksi demo. Gedung Grahadi, Sabtu malam (29/8), dibakar massa.
Istilah pemerintah, aksi ini anarkis. Tapi beberapa kelompok pendemo, aksi mereka wujud kemarahan atas kebijakan yang dianggap tidak adil. Salah satunya pemberian tunjangan perumahan untuk anggota DPR-RI sebesar Rp 50 Juta, setiap bulannya.
Alkitab menunjukkan bahwa kemarahan yang ditujukan pada dosa dan ketidakadilan adalah hal yang benar dan sesuai dengan karakter Allah.
Menurut Alkitab, kemarahan tidak selamanya dosa, melainkan ada kemarahan yang kudus, yaitu ketika ditujukan pada dosa dan ketidakadilan, seperti kemarahan Allah sendiri. Beda dengan kemarahan yang tidak beralasan, atau dimotivasi oleh ego dapat menjadi dosa dan harus dihindari, seperti yang diajarkan dalam kitab Efesus 4:26-27. Alkitab juga memberikan panduan untuk mengelola amarah dengan tepat, termasuk dengan segera mengendalikan diri, tidak menyimpan dendam, dan mengutamakan kebaikan serta pengampunan.
Kitab Mazmur dan Markus menyebutkan bahwa Allah juga marah, dan orang percaya diperintahkan untuk marah terkait hal tertentu, asalkan tetap saleh dan tidak berdosa.
Mengutip Efesus 4:26-27, Alkitab melarang kita berbuat dosa ketika marah dan tidak boleh membiarkan kemarahan berlarut-larut karena bisa memberikan kesempatan kepada iblis.
Saya mengacu kemarahan dengan Alkitab, karena Alkitab adalah panduan hidup orang nasrani sebagai orang percaya. Karena itulah Alkitab akan selalu relevan dengan semua aspek hidup kita sampai hari ini . Ya aspek hidup mulai dari masalah keuangan, hubungan, rohani sampai emosional.
Salah satu yang perlu saya pelajari sekarang dari Alkitab adalah tentang pandangannya soal kemarahan.
Ada banyak ayat yang menyebutkan tentang kemarahan. Salah satu ayat yang paling familiar soal hal ini tertulis dalam Efesus 4: 26, bunyinya, "Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu…"
Di dalam Efesus 4 inilah, kita bisa menemukan 3 tipe kemarahan diantaranya:
Kemarahan yang benar (Orgē)
Kata ini ditemukan dalam Efesus 4: 26. Dalam versi bahasa Inggris dikatakan ‘In your anger do not sin…” (Saat sedang marah jangan berbuat dosa).
Namun dalam versi Leksikon Yunani, kata marah disebut dengan istilah Orgē atau bentuk amarah yang benar. Orgē harus jadi emosi pertama yang kita rasakan saat kita menyaksikan ketidakadilan atau dipersalahkan oleh orang lain. (Maria Sari)
Editor : Moch Ilham