SURABAYA PAGI, Madiun– Proyek revitalisasi gedung SMPN 2 Mejayan, Kabupaten Madiun senilai Rp 3,5 miliar terus dikebut. Hingga akhir Agustus 2025, progres pembangunan sudah mencapai 6,11 persen, jauh di atas target 2,05 persen.
Konsultan pengawas dari CV Caraka, Dadang Kurniawan, memastikan pekerjaan yang dimulai 1 Agustus itu berjalan sesuai rencana. “Setiap minggu progres kami evaluasi supaya tetap on schedule,” ujarnya, Jumat (5/9/2025).
Capaian positif tersebut didukung oleh sejumlah pekerjaan yang sudah tuntas, antara lain pengecoran beton strous, pemasangan pondasi batu kali, pengecoran footplat, hingga kolom pedestal. “Untuk struktur kami targetkan bisa saving plus 5 persen. Jadi ketika masuk ke pekerjaan arsitektur yang butuh waktu lebih lama, tidak ada keterlambatan,” jelas Dadang.
Selain progres, aspek kualitas dan keselamatan kerja juga menjadi perhatian utama. Pengawas rutin memberi masukan kepada pelaksana, mulai dari penambahan rambu pengaman lalu lintas, lembur untuk percepatan pekerjaan, hingga penggunaan alat pelindung diri (APD). “Kalau ada yang kurang sesuai langsung kami tegur, dan pelaksana sejauh ini kooperatif,” tegasnya.
Proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) 2025 itu mencakup pembangunan gedung dua lantai untuk ruang kelas dan laboratorium. Pelaksana lapangan dari CV Mitra Karya Abadi, Hari Prasetyo, menyebut sejauh ini pekerjaan berjalan lancar. “Pasokan material aman, tinggal nanti di akhir tahun yang biasanya terkendala cuaca. Kami optimis selesai tepat waktu,” katanya.
Hari menambahkan, koordinasi intensif terus dilakukan dengan konsultan pengawas, dinas, hingga masyarakat. “Kami tidak berjalan sendiri. Semua langkah selalu kami diskusikan agar hasil sesuai harapan,” ujarnya. (man)
Editor : Redaksi