3 Jenderal TNI Datangi Polda Metro

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dansat Siber TNI Brigjen Juinta Omboh Sembiring bersama Danpuspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto dan Kapuspen TNI Brigjen Dreddy Ardianzah, berniat melaporkan influencer Ferry Irwandi karena diduga ada tindak pidana siber.
Dansat Siber TNI Brigjen Juinta Omboh Sembiring bersama Danpuspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto dan Kapuspen TNI Brigjen Dreddy Ardianzah, berniat melaporkan influencer Ferry Irwandi karena diduga ada tindak pidana siber.

i

Konsultasi Dugaan Tindak pidana oleh CEO Malaka Project yang juga influencer Ferry Irwandi. ICJR Anggap Satuan Siber TNI Lampaui Kewenangannya 

 

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kedatangan sejumlah jenderal TNI ke Polda Metro Jaya untuk konsultasi terkait dugaan tindak pidana yang dilakukan CEO Malaka Project Ferry Irwandi, Senin (8/9/2025), memantik reaksi dari Institute for Criminal Justice Reform (ICJR).

ICJR menilai Tentara Nasional Indonesia (TNI) melampaui kewenangannya dalam mencari dugaan tindak pidana yang dituduhkan kepada pemengaruh atau influencer Ferry Irwandi.

Komandan Satuan (Dansat) Siber Markas Besar TNI Brigadir Jenderal Juinta Omboh atau J.O. Sembiring, sebelumnya menyatakan TNI menemukan dugaan tindak pidana oleh Ferry setelah melakukan patroli siber.

“Apa yang dilakukan oleh Satuan Siber TNI jelas melampaui kewenangannya,” ujar peneliti ICJR Iqbal Muharam Nurfahmi lewat keterangan tertulis pada Senin malam, (8/9/2025).

Dikutip dari laman tempo.co, Selasa (9/9/2025), Iqbal mengatakan TNI sejatinya tidak dirancang untuk bertugas sebagai aparat penegak hukum. Ia mengacu pada Pasal 30 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945, yang menyatakan TNI sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara. “TNI seharusnya berfokus pada ancaman luar negeri, bukan ancaman dari dalam negeri,” ujarnya.

Sedangkan, dalam konteks Satuan Siber, UU Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI menyebutkan peran tentara adalah adalah menanggulangi ancaman siber pada sektor pertahanan.

“Bukan berpatroli untuk mencari-cari ada atau tidaknya dugaan tindak pidana. Hal ini jelas bertentangan dengan undang-undang tersebut,” ucap Iqbal.

Selain itu, kata dia, penyidikan terhadap dugaan tindak pidana menjadi kewenangan penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). “Tak ada peran TNI,” tuturnya.

 

Satuan Siber TNI Lakukan Penyisiran

Dansat Siber Mabes TNI Juinta Omboh Sembiring mengumumkan bahwa ada dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Ferry. Dugaan tersebut ditemukan setelah Satuan Siber TNI melakukan penyisiran ruang siber.

“Dari patroli siber, kami temukan beberapa fakta-fakta dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Saudara Ferry Irwandi,” ujar Juinta kepada wartawan di Markas Polda Metro Jaya, Senin.

Para jenderal TNI tersebut di antaranya Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI Brigjen Juinta Omboh Sembiring, Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen Yusri Nuryanto dan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Freddy Ardianzah.

"Konsultasi kami ini terkait dengan kami menemukan hasil dari patroli siber terdapat, kami temukan beberapa fakta-fakta dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh saudara Ferry Irwandi," tambah Sembiring kepada wartawan, kemarin.

 

Tidak Jelaskan Dugaan Pidana Ferry

Sembiring tidak menjelaskan dugaan tindak pidana yang dimaksud. Ia hanya menyebut TNI akan mengambil langkah hukum terkait hal tersebut.

"Selanjutnya, sebagai warga negara yang taat dengan hukum, kami tentunya mengedepankan hukum, sehingga atas dugaan tindak pidana tersebut kami akan melakukan langkah-langkah hukum," ucap dia.

Sembiring mengklaim pihaknya sempat berupaya menghubungi Ferry. Namun, kata dia, Ferry tidak bisa dihubungi.

"Kami coba, handphonenya mati enggak bisa, staf saya hubungi. Saya coba konsultasi, karena dia berbicara masalah algoritma dan lain-lain. Saya sebagai Dansatsiber juga memiliki hal seperti itu," tuturnya.

Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI Brigjen Juinta Omboh Sembiring mengungkapkan, hasil patroli siber menemukan adanya dugaan tindak pidana yang dilakukan Ferry Irwandi.

Juinta menyebut TNI bakal menempuh upaya hukum terkait temuan dugaan tindak pidana tersebut.

 

Respon Ferry Irwandi

Sementara itu, melalui akun Instagramnya @irwandiferry, Ferry Irwandi merespons pernyataan TNI yang menyebut dirinya diduga melakukan tindak pidana.

"Saya juga enggak tahu tidak pidana apa yang saya lakukan," kata Ferry dalam unggahan video di akun instagramnya.

Dalam video itu, Ferry menyatakan siap jika harus menjalani proses hukum. Ia juga tidak takut dengan tindakan TNI tersebut.

"Kalau misalnya tindakan ini dianggap bikin saya takut, khawatir, cemas, tidak. Saya akan jalani, saya enggak akan playing victim, merengek-rengek, tidak. Kalau memang mau diproses hukum ya, ini kan negara hukum, kita jalani bersama," katanya.

Menyikapi adanya kabar tersebut, Ferry Irwandi menegaskan siap menghadapi proses hukum.

Pernyataan itu ia sampaikan secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya, @irwandiferry, pada Senin (8/9/2025) malam.

"Saya siap menghadapi semuanya, tenang saja, saya tidak pernah dididik jadi pengecut atau penakut," tulis Ferry dalam unggahannya.

Ia pun mengaku tidak mengetahui detail apapun terkait temuan dugaan tindak pidana yang disebut TNI.

"Saya belum tau apa-apa soal itu (temuan dugaan tindak pidana)," ucapnya.

Lebih lanjut, Ferry turut membantah dirinya tidak bisa dihubungi. Ia mengaku tidak pernah mendapat pesan dari TNI.

"Saya masih di Jakarta, saya tidak akan pergi ke Singapura, China dan lain sebagainya. Soal tidak bisa dihubungi, saya juga tidak mengerti, semua wartawan bisa sangat mudah menghubungi saya walaupun enggak pernah minta nomor saya dan nomor saya juga udah tersebar dimana-mana dan saya harus konfirmasi pesan atau apa pun gak pernah sampai ke saya," ucap dia.

 

Klaim Sempat Hubungi Ferry

Nama Ferry Irwandi disorot setelah TNI menduga adanya dugaan pidana yang dilakukan CEO Malaka Project itu. Ia dulu sempat menyinggung ucapan Ahmad Sahroni.

Lebih jauh, Ferry menyampaikan pesan pamungkas lewat unggahan Instagramnya.

Ia menekankan bahwa ide tidak bisa dipenjara meski dirinya mungkin menghadapi proses hukum.

"Saya sampaikan satu hal, ide tidak bisa dibunuh atau dipenjara," tambah Ferry.

Brigjen Sembiring mengklaim pihaknya sempat berupaya menghubungi Ferry. Namun, kata dia, Ferry tidak bisa dihubungi.

"Kami coba, handphonenya mati enggak bisa, staf saya hubungi. Saya coba konsultasi, karena dia berbicara masalah algoritma dan lain-lain. Saya sebagai Dansatsiber juga memiliki hal seperti itu," tuturnya.

 

Enggak akan Playing Victim

Ferry dalam unggahan video di akun instagramnya, menyatakan siap jika harus menjalani proses hukum. Ia juga tidak takut dengan tindakan TNI tersebut.

"Kalau misalnya tindakan ini dianggap bikin saya takut, khawatir, cemas, tidak. Saya akan jalani, saya enggak akan playing victim, merengek-rengek, tidak. Kalau memang mau diproses hukum ya, ini kan negara hukum, kita jalani bersama," katanya.

Menyikapi adanya kabar tersebut, Ferry Irwandi menegaskan siap menghadapi proses hukum.

Pernyataan itu ia sampaikan secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya, @irwandiferry, pada Senin (8/9/2025) malam.

"Saya siap menghadapi semuanya, tenang saja, saya tidak pernah dididik jadi pengecut atau penakut," tulis Ferry dalam unggahannya.

 

Jadi Sorotan Ungkit Ahmad Sahroni

Ferry mengaku tidak mengetahui detail apapun terkait temuan dugaan tindak pidana yang disebut TNI.  "Saya belum tau apa-apa soal itu (temuan dugaan tindak pidana)," ucapnya.

Lebih lanjut, Ferry turut membantah dirinya tidak bisa dihubungi. Ia mengaku tidak pernah mendapat pesan dari TNI.

"Saya masih di Jakarta, saya tidak akan pergi ke Singapura, China dan lain sebagainya. Soal tidak bisa dihubungi, saya juga tidak mengerti, semua wartawan bisa sangat mudah menghubungi saya walaupun enggak pernah minta nomor saya dan nomor saya juga udah tersebar dimana-mana dan saya harus konfirmasi pesan atau apa pun gak pernah sampai ke saya," ucap dia.

Dulu, ia sempat menjadi sorotan setelah mengungkit pernyataan Anggota DPR RI Nonaktif Ahmad Sahroni.

Ia menilai, ucapan Sahroni justru memicu kericuhan demo yang berujung korban jiwa.

Akibat hal itu, Ferry menyebut Ahmad Sahroni sebagai salah satu biang kerusuhan dalam aksi protes yang meluas ke berbagai daerah.

Ingat @ahmadsahroni88 mulut sampah anda punya andil yang besar dari semua rangkaian buruk dan duka ini. nyawa yang melayang, korban yang terluka dan keluarga yang ditinggalkan.

"Saya tidak peduli seberapa powerful anda, seberapa kaya anda dan seberapa banyak orang yang anda sudah penjara. Anda adalah salah satu pihak yang harus bertanggung jawab atas semua kekacauan ini," ungkap Ferry Irwandi.

 

Turun Aksi Demonstrasi di Jakarta

Nama Ferry Irwandi dikenal sebagai pendiri Malaka Project, yaitu platform edukasi digital yang bertujuan untuk memberdayakan generasi muda Indonesia dengan pemikiran kritis, empati dan pandangan ilmiah terhadap isu sosial.

Juga membantu mahasiswa yang kesulitan memenuhi finansial melalui program beasiswa.

Setelah menyelesaikan pendidikan, dia bekerja sebagai PNS Kementerian Keuangan lalu mengundurkan diri pada November 2022. Saat ini, dia dikenal sebagai konten kreator, aktivis, dan publik figur publik yang dikenal vokal menyuarakan isu-isu penting di Indonesia. Isu itu seperti melawan judi online, mengkritisi kepercayaan klenik, hingga menyoroti isu kekerasan aparat dan tunjangan DPR.

Pada Oktober 2023, dia meresmikan Malaka Project di Djakarta Theater bersama sejumlah publik figur seperti Jerome Polin dan Coki Pardede. Proyek ini bertujuan memperluas akses pendidikan sekaligus membangun generasi muda yang kritis dan peduli.

Konten-konten yang disajikan Ferry seputar politik, pendidikan, stoikisme, dan fenomena sosial. Ferry telah mendalami stoikisme sejak 2017. Dia juga tetap konsisten mengedit video YouTube-nya sendiri meski telah memiliki lebih dari 1,9 juta pelanggan dan lebih dari 150 juta penayangan.

Dia juga kerap turun langsung dalam aksi demonstrasi di Jakarta, termasuk yang terbaru menyuarakan kritik terhadap kinerja anggota DPR. Bahkan, pada Selasa, 2 September 2025, dia ikut mendampingi masyarakat Pati yang menuntut pemeriksaan terhadap Bupati Sudewo di Komisi Pemberantasan Korupsi. n erc/jk/tmp/cr9/rmc

Berita Terbaru

PDIP Bergeser dari Isu Politik ke Lingkungan

PDIP Bergeser dari Isu Politik ke Lingkungan

Minggu, 11 Jan 2026 19:51 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:51 WIB

Dalam Rakernas Ke-53, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri Undang Rocky Gerung             SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dalam peringatan HUT PDI Perju…

KPK Ungkap Transaksi Rugikan Negara Rp 75 Miliar oleh Kepala KPP Madya Jakarta Utara

KPK Ungkap Transaksi Rugikan Negara Rp 75 Miliar oleh Kepala KPP Madya Jakarta Utara

Minggu, 11 Jan 2026 19:46 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:46 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Akhirnya KPK tetapkan lima tersangka terkait operasi tangkap tangan pejabat pajak di Jakarta Utara (Jakut). Salah satu tersangka…

Pidato Eks Menag Ajak Perangi Korupsi Viral di Medsos

Pidato Eks Menag Ajak Perangi Korupsi Viral di Medsos

Minggu, 11 Jan 2026 19:44 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Beberapa hari ini sebuah video beredar luas di media sosial. Video yang memperlihatkan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, saat…

Tommy Soeharto, Bakal Punya Menantu DJ

Tommy Soeharto, Bakal Punya Menantu DJ

Minggu, 11 Jan 2026 19:41 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Tata Cahyani mencuri perhatian di prosesi siraman putranya bersama Tommy Soeharto, Darma Mangkuluhur, Jumat lalu. Ia mengenakan…

Ayatollah Khamenei Digoyang Demo, Putra Shah Iran Provokasi

Ayatollah Khamenei Digoyang Demo, Putra Shah Iran Provokasi

Minggu, 11 Jan 2026 19:38 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Teheran - Sudah dua minggu ini ada demo besar-besaran yang melanda negara Iran. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS siap…

Yakobus 4:7

Yakobus 4:7

Minggu, 11 Jan 2026 19:36 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - "Tunduklah kepada Allah. Lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu". Karena itu, pendeta saya mengajak tunduklah kepada…