SURABAYAPAGI.COM, Lumajang – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih menunjukkan potensi bahaya. Petugas kembali mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara Gunung Semeru, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak. Selain itu, warga juga diminta menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang jalur tersebut.
Peringatan ini disampaikan menyusul masih aktifnya pergerakan material vulkanik yang berpotensi menimbulkan bencana susulan. Salah satu ancaman utama yang ditekankan adalah potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, serta banjir lahar yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat hujan mengguyur kawasan puncak.
“Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas sejauh 13 kilometer dari puncak serta mewaspadai potensi APG, guguran lava, dan lahar,” ujar petugas pemantau Gunung Semeru, Sigit, dalam keterangan resminya pada Senin (22/9/2025).
Beberapa sungai yang berhulu langsung dari Gunung Semeru dan patut diwaspadai sebagai jalur aliran lahar maupun guguran material panas di antaranya adalah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Petugas bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan siap mengevakuasi warga apabila aktivitas gunung menunjukkan peningkatan signifikan. Warga di sekitar aliran sungai diminta untuk tetap siaga, mengikuti perkembangan informasi resmi, serta tidak mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi.
Seluruh aktivitas di zona rawan bencana juga diminta mengacu pada rekomendasi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) dan Badan Geologi, termasuk larangan memasuki wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.lmj-01/raf
Editor : Redaksi