Di Tengah Perang Gaza, Negara-Negara G7 Akui Palestina

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Inggris Bersama Negara G7 Lainnya Akui Kedaulatan Palestina
Inggris Bersama Negara G7 Lainnya Akui Kedaulatan Palestina

i

SURABAYAPAGI.COM, London - Inggris secara resmi mengakui Negara Palestina dalam sebuah pengumuman yang disampaikan Perdana Menteri Keir Starmer pada Minggu (21/9), menjelang Sidang Umum PBB di New York. Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam kebijakan luar negeri Inggris dan menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali prospek solusi dua negara di tengah meningkatnya krisis kemanusiaan di Gaza. Dalam pernyataan video, Starmer menegaskan bahwa Inggris bergabung dengan lebih dari 150 negara lain dalam mengakui kedaulatan Palestina. Ia menyebut bahwa saat ini baik Israel maupun Palestina belum mendapatkan keamanan dan kehidupan yang layak, serta menyampaikan keprihatinannya terhadap penderitaan warga sipil di Gaza akibat konflik berkepanjangan.

Keputusan Inggris ini diikuti oleh Kanada dan Australia, yang secara serempak juga menyatakan pengakuan terhadap Palestina. Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan bahwa negaranya siap menjalin kemitraan dengan Palestina untuk membangun masa depan yang damai. Sementara itu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menekankan bahwa Australia menghormati aspirasi rakyat Palestina untuk membentuk negara sendiri yang merdeka dan berdaulat. Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyambut hangat langkah tersebut, menyebutnya sebagai kemajuan penting menuju perdamaian yang adil berdasarkan legitimasi internasional.

Namun, pengakuan ini mendapat kecaman keras dari Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut langkah negara-negara Barat itu sebagai “absurd” dan menuduhnya sebagai hadiah besar bagi terorisme. Ia menegaskan bahwa negara Palestina tidak akan pernah berdiri dan memperingatkan bahwa pengakuan tersebut justru membahayakan eksistensi Israel. Pemerintah Israel sebelumnya juga menolak tuduhan bahwa mereka menghambat distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Pengakuan ini terjadi setelah meningkatnya tekanan politik domestik di Inggris, khususnya dari kalangan Partai Buruh. Lebih dari separuh anggota parlemen partai tersebut sebelumnya telah mendesak pemerintah untuk segera mengakui Palestina. Pada Juli lalu, Starmer telah memberi ultimatum bahwa Inggris akan mengambil langkah ini pada bulan September jika Israel tidak memenuhi sejumlah syarat, termasuk menghentikan serangan militer, membuka akses bantuan, serta menunjukkan komitmen pada proses perdamaian yang nyata.

Starmer juga menolak anggapan bahwa pengakuan ini memberi keuntungan bagi kelompok Hamas. Ia menegaskan bahwa solusi dua negara yang diupayakan justru bertentangan dengan ideologi Hamas. Menurutnya, Hamas tidak akan memiliki peran dalam pemerintahan atau sistem keamanan Palestina di masa depan.

Dengan keputusan ini, Inggris, Kanada, dan Australia menjadi negara-negara pertama dalam kelompok G7 yang secara resmi mengakui Palestina. Langkah ini meningkatkan tekanan terhadap Amerika Serikat yang hingga kini masih menolak memberikan pengakuan serupa. Negara-negara lain seperti Prancis, Portugal, Luksemburg, dan Malta juga dilaporkan akan segera mengikuti jejak tersebut dalam waktu dekat.

Pengakuan ini muncul di tengah meningkatnya kekerasan di Jalur Gaza. Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 65.000 orang telah tewas sejak serangan besar-besaran Israel dimulai sebagai balasan atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan lebih dari 1.200 warga Israel. Dengan kondisi yang semakin memburuk, pengakuan terhadap Palestina oleh negara-negara Barat ini diharapkan dapat menjadi awal baru bagi upaya perdamaian dan penghentian konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun.ldn-01/raf

Berita Terbaru

Dinkes Tuban Gencarkan Screening HPV DNA, Targetkan 8000 Peserta

Dinkes Tuban Gencarkan Screening HPV DNA, Targetkan 8000 Peserta

Rabu, 14 Okt 2026 11:38 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 11:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tuban - Sebagai upaya mengenali risiko kanker serviks lebih awal sehingga tindak lanjut medis dapat dilakukan apabila ditemukan indikasi…

Ekspor 6 Ton Keripik Buah Batu Tembus Pasar Singapura Senilai Rp370 Juta

Ekspor 6 Ton Keripik Buah Batu Tembus Pasar Singapura Senilai Rp370 Juta

Rabu, 14 Okt 2026 11:31 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 11:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu kembali mengapresiasi pasar ekspor komoditas olahan hasil pertanian buah dan sayur khas Kota Batu di…

Fenomena Heatstroke di Surabaya Meningkat Drastis, Dinkes: Ada 10 Kasus

Fenomena Heatstroke di Surabaya Meningkat Drastis, Dinkes: Ada 10 Kasus

Rabu, 14 Okt 2026 11:25 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 11:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mencatat ada 10 kasus heatstroke selama Januari-September 2026, meningkat dibandingkan dua tahun…

Bikin Heboh! Penyewa Mobil Rental Disergap Debt Collector di PRJ Surabaya

Bikin Heboh! Penyewa Mobil Rental Disergap Debt Collector di PRJ Surabaya

Rabu, 14 Okt 2026 11:24 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 11:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Event Pekan Raya Jatim (PRJ Surabaya)di Grand City Mall, Surabaya yang harusnya meriah dipenuhi banyak produk UMKM, namun kali ini…

Pemkab Sumenep Kuatkan Ekonomi Lokal Dengan Bangun Landasan Perintis di Masalembu

Pemkab Sumenep Kuatkan Ekonomi Lokal Dengan Bangun Landasan Perintis di Masalembu

Rabu, 14 Okt 2026 11:06 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 11:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep menyiapkan pembangunan landasan udara perintis atau air strip di Pulau Masalembu untuk mempercepat…

Permudah Pengurusan Dokumen Bayi, Surabaya Luncurkan Inovasi ‘Bunda Jelita’

Permudah Pengurusan Dokumen Bayi, Surabaya Luncurkan Inovasi ‘Bunda Jelita’

Rabu, 14 Okt 2026 10:57 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 10:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Melalui inovasi Bersama Urus Kelahiran dan Identitas Anak - Jejaring Lintas Layanan Kependudukan dan Kesehatan (Bunda Jelita),…