SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Produsen mobil asal Rumania, Dacia, memperkenalkan konsep mobil listrik terbarunya yang diberi nama Dacia Hipster. Model ini menghadirkan pendekatan berbeda dari kebanyakan mobil listrik modern yang serba mewah dan kompleks.
Dilansir dari ArenaEV, Selasa (7/10), mobil mungil ini mengusung filosofi “less is more”, di mana kesederhanaan menjadi nilai utama. Hipster dirancang sebagai kendaraan efisien dan terjangkau untuk kebutuhan mobilitas perkotaan.
Dengan panjang bodi sekitar 3 meter, Hipster mampu menampung empat penumpang dan tetap menyediakan ruang bagasi yang cukup luas. Desainnya tampil bergaya boxy klasik seperti mobil utilitarian masa lalu, namun dibalut sentuhan modern ramah lingkungan.
Panel eksteriornya dibuat dari plastik daur ulang, penggunaan cat diminimalkan untuk mengurangi biaya dan dampak lingkungan, serta beberapa komponen seperti tali pintu menggantikan pegangan konvensional. Bobot mobil ini hanya kurang dari 800 kilogram, atau sekitar 20 persen lebih ringan dari Dacia Spring mobil listrik termurah Dacia saat ini.
Strategi ini menjadi bagian dari filosofi “Eco Smart”, yang menekankan efisiensi, keberlanjutan, dan pengurangan emisi karbon. Dacia mengklaim, Hipster menghasilkan setengah emisi karbon dibanding mobil listrik konvensional sepanjang siklus hidupnya.
Masuk ke bagian kabin, kesederhanaan kembali menjadi daya tarik. Jok tipis berbingkai terbuka, jendela model geser, serta tanpa layar besar di dasbor menjadi ciri khasnya. Sebagai gantinya, pengguna dapat menggunakan ponsel pribadi sebagai sistem infotainment, navigasi, dan kunci digital.
Tersedia pula sistem modular YouClip, yang memungkinkan pengguna menambahkan aksesori seperti lampu, gantungan, atau cup holder sesuai kebutuhan.
Meski spesifikasi teknis belum diumumkan, Dacia menjelaskan Hipster dirancang untuk penggunaan harian dengan jarak tempuh rata-rata 40 km per hari, sehingga pengisian daya cukup dilakukan dua kali seminggu.
Versi produksi Dacia Hipster diperkirakan dijual di bawah 17.600 dolar AS atau sekitar Rp292 jutaan. Kepala Desain Dacia, David Durand, menyebut mobil ini terinspirasi dari kendaraan sederhana legendaris seperti Mini dan Citroën 2CV.
“Mobil terjangkau bukan berarti membosankan,” ujar Durand.
Namun, Dacia mengakui tantangan terbesar dalam mewujudkan konsep mobil murah terletak pada regulasi keselamatan dan standar emisi Eropa yang semakin ketat. Karena itu, perusahaan berharap adanya kategori mobil baru yang lebih ringan, seperti konsep kei car di Jepang, agar kendaraan listrik hemat biaya seperti Hipster bisa diproduksi secara massal dengan harga terjangkau. jkt-02/gfr
Editor : Redaksi