SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya melanjutkan rangkaian audiensi ke partai politik peserta Pemilu 2024 di Surabaya. Selasa (7/10), KPU Kota Surabaya mengunjungi DPD Partai Golkar Kota Surabaya.
Ketua KPU Surabaya Suprayitno mengatakan pertemuan ini merupakan silaturahmi sekaligus komunikasi politik ke lintas partai politik di Surabaya.
“KPU Kota Surabaya melakukan silaturahmi dengan semua partai, kali ini ke Partai Golkar Surabaya, kami menampung masukan dari teman-teman partai terkait isu kepemiluan, termasuk soal daerah pemilihan (dapil),” ungkap pria yang akrab disapa Nano ini.
Nano melanjutkan, dalam audiensi dengan partai berlambangkan pohon beringin hanya sekedar usulan dari teman-teman partai dalam penambahan dapil maupun dalam penambahan kursi di DPRD Kota Surabaya.
"Kalau pada pertemuan hari ini teman Partai Golkar secara spesifik tidak menyebutkan berapa jumlah dapil pada pemilu mendatang. Namun Golkar berharap polanya itu dibalik, Jadi, usulan teman-teman partai politik terlebih dulu ditampung oleh KPU dan itu menjadi bagian bahan kajian baru diusulkan ke KPU RI guna disahkan," katanya.
Nano mengatakan, berkaca pada kajian dan usulan penataan dapil pada Pemilu 2019 maupun Pemilu 2024 yang lalu itu polanya tidak seperti itu. Namun polanya KPU Kabupaten Kota melakukan kajian dengan melibatkan akademisi baru mengundang teman-teman partai politik dalam kegiatan public hearing.
"Pada prinsipnya KPU Surabaya tidak saklek dalam penentuan dapil, tapi mengedepankan prinsip-prinsip penataan daerah pemilihan sesuai dengan peraturan KPU yang di ditetapkan oleh KPU RI," katanya.
Audiensi KPU kota Surabaya ini mendapat sambutan hangat dari Ketua beserta pengurus DPD Golkar Surabaya. Ketua DPD Golkar Surabaya dr.Akmarawita Kadir mengatakan pertemuan ini sangat bagus dimana bisa menjadi silaturahmi juga dapat memberikan beberapa masukan terhadap isu-isu tentang Surabaya.
"Kami bersyukur, jadi kegiatan ini intinya silaturahmi dari teman-teman KPU sekalian beraudiensi terhadap isu-isu yang berkembang di khususnya di Kota Surabaya ini," ungkap dr.Akmarawita Kadir.
dr.Akmarawita Kadir mengatakan dalam perkembangan isu di Surabaya mengingat jumlah penduduk di Kota Surabaya hingga saat ini 3 juta lebih penduduk dirasa perlunya adanya penambahan dapil dan kursi di DPRD Kota Surabaya.
"Contohnya di Dapi 5 itu luar biasa jauhnya antara Romokalisari dan sampai ke Wiyung. Nah, itu penambahan. Jadi memang harus ditambahkan jumlah kursinya," katan legislator yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD kota Surabaya ini.
Pria yang akrab disapa dr. Akma ini menerangkan penambahan jumlah dapil ini seiring pertambahan penduduk di Surabaya. "Harapan kami masukan dari Partai Golkar yaitu bisa menambah jumlah dapil. Rasional saja. Jadi kalau 10 mungkin terlalu banyak. Jadi, antara antara 7 sampai 9 gitu ya," terangnya.
Dengan tegas dr. Akma mengatakan untuk target kursi partai berlambangkan pohon beringin pada pemilu yang akan datang menargetkan dua kali lipat perolehan kursi di DPRD Surabaya. "Saat ini kurai golkar ada 5 kursi, pemilu yang akan datang kita targetkan 10 kursi," pungkasnya. Alq
Editor : Moch Ilham