Dicopot, Kepala Bapanas Diduga Korupsi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Diduga Mark-up Harga Beras Impor Vietnam, Berpotensi Rugikan Negara Sebesar Rp294,5 miliar. Politikus PKS Tuding, Arief Prasetyo Adi Korupsi Demurrage Beras

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Arief Prasetyo Adi buka suara usai dicopot dari jabatan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas). Ketetapan itu tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) nomor 116/P tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Nasional yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto, 9 Oktober 2025.

"Terima Kasih, saya ucapkan atas kepercayaan dan semangat patriotik yang selalu diberikan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto yang kita banggakan," tulis Arief dalam keterangannya, Minggu (12/10/2025).

Arief menyebut, Prabowo merupakan pemimpin yang memperjuangkan hak petani, peternak, nelayan, dan seluruh penduduk Indonesia. Prabowo juga disebut memiliki integritas dan sikap nasionalisme yang tinggi.

Ia pun berharap Indonesia dapat tumbuh sebagaimana yang diharapkan pendahulu, yakni adil dan makmur sejalan dengan Pancasila dan UUD 1945.

"Sampai pada waktunya nanti dapat mengantarkan Negeri kita tercinta mencapai cita cita Founding Fathers: Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Adil dan Makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, gemah ripah loh jinawi toto tentrem karto raharjo, baldatun toyyibatun warabbun ghafur," pungkasnya.

Sebagai informasi, Arief diberhentikan dengan hormat melalui Keppres nomor 116/P tahun 2025. Dalam Keppres yang sama, Prabowo juga mengangkat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebagai Kepala Bapanas baru pengganti Arief.

"Memberhentikan dengan hormat Arief Prasetyo Adi sebagai Kepala Badan Pangan Nasional, disertai ucapan terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasanya selama memangku jabatan tersebut," isi salah satu poin Keputusan Presiden tersebut.

 

Dugaan Mark-up Harga Beras

Lembaga Studi Demokrasi Rakyat (SDR) melaporkan Arief Prasetyo Adi atas dugaan mark-up harga beras impor Vietnam, serta kerugian negara akibat denda peti kemas ke KPK pada 3 Juli 2024.

Kala itu, Direktur Eksekutif SDR, Hari Purwanto membeberkan adanya potensi kerugian negara akibat denda peti kemas (demurrage) sebesar Rp294,5 miliar.

"Kehadiran SDR dengan pelaporan dugaan korupsi yang dilakukan oleh Bapanas dan Perum Bulog terkait beras impor serta demurrage sebagai pihak yang memperjuangkan hak bersama dengan unsur bangsa yang lain," kata Hari.

Dokumen Tim Riviu Kegiatan Pengadaan Beras Luar Negeri, menemukan adanya masalah dalam dokumen impor yang tidak proper dan komplit. Hal itu menyebabkan ada denda atau biaya demurrage yang cukup besar. Kejadiannya di wilayah pabean/pelabuhan Sumata Utara (Sumut), DKI Jakarta, Banten dan Jatim.

“Terdapat keterlambatan dan atau kendala dokumen impor yang tidak proper dan complate sehingga menyebabkan container yang telah tiba di wilayah Pabean/Pelabuhan tidak dapat dilakukan clearance,” bunyi dokumen itu.

Selain itu, dokumen tersebut membeberkan, kebutuhan clearance di wilayah pabean atau pelabuhan, belum dapat dilakukan. Lantaran dokumen impornya belum diterima, dan melebihi batas waktu yang telah ditentukan.

“Beberapa dokumen impor untuk kebutuhan clearance di wilayah pabean atau pelabuhan belum diterima melebihi tanggal estimate time arrival ETA/actual time arrival dan atau dokumen belum lengkap dan valid ketika kapal sudah sandar,” bunyi dokumen tersebut.

Hasil riviu itu juga membeberkan terjadinya kendala di sistem Indonesia National Single Windows (INWS) pada kegiatan Impor tahap 11 yang dilakukan pada Desember 2023.

Akibat tidak proper dan kompletnya dokumen impor, serta masalah lainnya, menyebabkan biaya demurrage melonjak menjadi Rp294,5 miliar. Rinciannya, biaya demurrage di Sumut Rp22 miliar, DKI dan Banten Rp94 miliar, serta Jawa Timur Rp177 miliar.

Atas dugaan korupsi ini, Dirut Perum Bulog Bayu Krisnamurthi dicopot pada awal September 2024. Namun, Arief tetap dipertahankan. Beredar isu, Arief dipertahankan karena Jokowi merasa utang budi.

Arief sangat kooperatif membantu Jokowi yang gencar menggelontorkan bantuan pangan berupa beraskhususnya menjelang Pemilu 2024.

Padahal, banyak kebijakan Arief saat memimpin Bapanas yang tidak menguntungkan petani. Khususnya menyangkut murahnya penetapan harga gabah.

Selain dugaan korupsi dan kebijakannya tak pro petani, kepemimpinan Arief di Bapanas sempat jadi sorotan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ditemukan dugaan penyelewengan anggaran perjalanan dinas sebesar Rp5,03 miliar .

 

Diduga Korupsi Denda Peti Emas

Anggota Komisi IV DPR, Johan Rosihan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera periksa mantan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo terkait dugaan korupsi denda peti emas (demurrage) beras asal Vietnam.

Dia berpandangan, isu dugaan korupsi yang terkait sektor pangan itu, menyangkut hajat hidup rakyat banyak. Kasus tersebut harus menjadi atensi KPK dengan serius dan transparan.

"Tidak boleh ada toleransi terhadap praktik penyimpangan, baik dalam bentuk mark-up impor beras, penyalahgunaan anggaran, maupun kelalaian administratif yang merugikan negara," ujar Johan dihubungi inilah.com, Jakarta, Sabtu (11/10/2025).

Dia pun mendesak agar KPK segera melakukan penyelidikan tanpa pandang bulu. Apalagi, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga menemukan dugaan penyelewengan anggaran perjalanan dinas (perdin) di internal Bapanas, sebesar Rp5,03 miliar.

"Karena itu, saya menilai sudah menjadi kewajiban aparat penegak hukum, termasuk KPK, untuk mengusut tuntas dugaan korupsi ini secara objektif, profesional, dan tanpa pandang bulu. Kalau memang ada bukti kuat terkait kerugian negara, tentu harus diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku," kata dia.

Politikus PKS itu, menuturkan, berbagai temuan itu, harus menjadi alarm bagi Komisi IV DPR untuk memperkuat fungsi pengawasan terhadap lembaga sental, seperti Bapanas dan Perum Bulog. n jk/in/ec/rmc

Berita Terbaru

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Jajaran Imigrasi se-Jawa Timur memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis desa melalui program Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan…

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial kepada masyarakat,…

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…