SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Tesla Cybertruck saat awal mula diperkenalkan sempat viral dan digadang-gadang bakal menjadi truk listrik revolusioner yang memikat jutaan konsumen. Namun, kenyataan di lapangan tampaknya jauh dari ekspektasi. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025, performa penjualan Cybertruck justru menurun tajam.
Menurut data Cox Automotive, Tesla hanya berhasil menjual 16.097 unit Cybertruck, turun 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana penjualan mencapai 25.974 unit, Kamis (16/10/2025).
Rinciannya, Tesla mengirimkan 6.406 unit pada kuartal pertama 2025, kemudian 4.306 unit di kuartal kedua. Angka tersebut sedikit membaik di kuartal ketiga menjadi 5.385 unit, kemungkinan terdorong oleh berakhirnya insentif pajak kendaraan listrik federal di AS.
Namun, peningkatan itu tak cukup menutupi tren negatif. Jika dibandingkan dengan Q3 2024, pengiriman Cybertruck anjlok hingga 62,6 persen, dari sebelumnya 14.416 unit. Padahal pada masa awal peluncurannya, Tesla sempat menargetkan produksi hingga 50.000 unit per tahun.
Menariknya, penurunan penjualan ke publik ini justru diimbangi oleh pengalihan unit ke perusahaan lain milik Musk sendiri. Laporan menyebut, SpaceX dan xAI kini mulai menerima ratusan Cybertruck sebagai kendaraan operasional.
Bahkan, kabarnya Tesla kini memiliki stok Cybertruck yang menumpuk. Ratusan unit dilaporkan telah dikirim ke fasilitas Starbase milik SpaceX, dengan potensi ribuan unit lain menyusul dalam waktu dekat, menggantikan truk berbahan bakar bensin yang sebelumnya digunakan di lokasi tersebut. Namun, kenyataan di lapangan tampaknya jauh dari ekspektasi. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025, performa penjualan Cybertruck justru menurun tajam. jk-01/dsy
Editor : Desy Ayu