SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Baru-baru ini, Tesla sempat memamerkan sistem yang mampu mengganti baterai Model S dalam waktu sekitar 90 detik, namun konsep tersebut pada akhirnya tidak dilanjutkan ke tahap komersial. Di saat Tesla memilih mundur, Nio justru melihat peluang.
Startup mobil listrik asal China itu memutuskan untuk serius mengembangkan teknologi penukaran baterai dan membangun jaringan yang kini menjadi yang terbesar di dunia. Pencapaian tersebut terjadi pada hari kedua perayaan Tahun Baru Imlek, periode yang dikenal sebagai salah satu puncak mobilitas tahunan di China, Kamis (26/02/2026).
Para pemilik mobil Nio tercatat melakukan 175.976 kali penukaran baterai hanya dalam satu hari di seluruh China. Jika dirata-ratakan, berarti ada satu kendaraan Nio yang mengganti baterai setiap setengah detik. Lonjakan perjalanan inilah yang turut mendorong tingginya penggunaan layanan penukaran baterai.
Saat ini, Nio mengoperasikan lebih dari 8.600 stasiun pengisian daya dan penukaran baterai yang tersebar di lebih dari 550 kota di China. Jaringannya juga mencakup rute jalan tol yang menghubungkan 16 pusat kota utama.
Di luar negeri, perusahaan mulai merambah Eropa dengan meluncurkan stasiun pengisian daya di beberapa negara. Untuk teknologi, Nio sudah mengandalkan stasiun penukaran baterai generasi keempat yang diperkenalkan pada pertengahan 2024.
Jika generasi awal hanya mampu menyimpan empat hingga lima baterai, versi terbaru ini dapat menampung hingga 23 paket baterai dan melayani maksimal 480 penukaran per hari. Prosesnya memakan waktu sekitar 2 menit 24 detik, bahkan lebih cepat dibandingkan mengisi bahan bakar mobil konvensional.
Dan diharapkan untuk kedepan, fasilitas ini tidak akan eksklusif untuk pengguna Nio. Perusahaan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pabrikan besar seperti Geely, Chery, FAW, GAC, dan Changan untuk berbagi teknologi penukaran baterai. jk-01/dsy
Editor : Redaksi