Pelaku Usaha Kepelabuhanan Desak Satgas PKH Tuntaskan Kasus Illegal Logging di Gresik 

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana jumpa pers yang digelar para pengurus Asosiasi Kepelabuhanan dalam menyikapi penangkapan kapal yang memuat barang bukti kasus illegal logging di kawasan Pelabuhan Gresik. SP/M Aidid
Suasana jumpa pers yang digelar para pengurus Asosiasi Kepelabuhanan dalam menyikapi penangkapan kapal yang memuat barang bukti kasus illegal logging di kawasan Pelabuhan Gresik. SP/M Aidid

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik Pelaku usaha di sektor kepelabuhanan Kabupaten Gresik mendesak Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) untuk segera menyelesaikan proses hukum kasus illegal logging dari Pulau Sipora, Sumatera Barat. Log kayu hasil pembalakan liar tersebut diketahui dikirim ke Gresik dan kini menjadi barang bukti yang tertahan di pelabuhan setempat.

Desakan ini disampaikan oleh sejumlah asosiasi kepelabuhanan yang menilai keberadaan kapal pengangkut kayu ilegal tersebut menghambat aktivitas bongkar muat dan mengganggu arus distribusi barang di Pelabuhan Gresik.

"Kami meminta Satgas PKH segera menuntaskan proses hukum ini demi kepastian hukum bagi pelaku usaha dan kelancaran aktivitas pelabuhan,” ujar M. Kasir Ibrahim, Ketua DPC Indonesian National Shipowners Association (INSA) Gresik, Rabu (22/10).

Saat ini, kapal tongkang Kencana Sanjaya dan tugboat Jeneobra yang mengangkut 4.610 meter kubik kayu masih bersandar di dermaga milik PT Gresik Jasa Tama (GJT). Keberadaan kapal tersebut memicu antrean kapal lainnya karena dermaga yang digunakan memiliki keterbatasan ruang dan spesifikasi tertentu.

Menurut Kasir, pelabuhan Gresik merupakan pintu utama masuknya pasokan kayu untuk industri lokal dan ekspor. Jika suplai terganggu, bisa berdampak langsung terhadap keberlangsungan industri perkayuan, bahkan memicu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Kalau distribusi kayu tersendat, industri bisa berhenti. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga dampak sosial seperti pengangguran," tegasnya.

Tak hanya soal operasional, Kasir juga menyebut kasus ini menimbulkan kekhawatiran psikologis di kalangan pelaku usaha. Banyak pemilik kapal mulai enggan bersandar di Gresik karena khawatir harus menunggu lama akibat keterbatasan dermaga.

Desakan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah organisasi lain seperti DPC PELRA, APBMI, ALFI, dan ISAA. Mereka sepakat mendorong agar Satgas PKH mempercepat proses hukum dan tidak menerapkan standar ganda dalam penegakan aturan.

Di sisi lain, Kepala Satgas PKH, Mayjen TNI Dody Triwinarto, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari operasi besar penindakan pembalakan liar yang terorganisir. Operasi tersebut dilakukan di kawasan hutan Pulau Sipora seluas 31 ribu hektare.

Ia mengungkapkan bahwa praktik pembalakan dilakukan oleh perusahaan PT Berkah Rimba Nusantara (BRN) dengan dukungan individu berinisial IM. Mereka diduga memalsukan dokumen legalitas kayu dengan memanfaatkan status tanah atas nama seorang warga lokal bernama Martinus.

Dari luas sah 140 hektare, pihak perusahaan justru menebang hingga 730 hektare, termasuk kawasan jalan hauling seluas 7,9 hektare. Kayu hasil penebangan kemudian dijual ke PT Hutan Lestari Mukti Perkasa di Gresik, dengan estimasi pengiriman mencapai 12 ribu meter kubik sejak Juli hingga Oktober 2025.

"Kerugian negara akibat aksi ini diperkirakan mencapai Rp 239 miliar, termasuk kerugian ekologis dan ekonomi dari nilai kayu," jelas Mayjen Dody.

Satgas mencatat sudah terjadi tiga kali pengiriman kayu ilegal melalui perairan Surabaya. Penegakan hukum diharapkan tidak hanya berhenti pada pengungkapan, namun juga memberikan kejelasan hukum bagi dunia usaha yang terdampak. did

Berita Terbaru

Fenomena Mudik dan Reuni: Mencari Qalbun Salim di Tengah Validasi Sosial

Fenomena Mudik dan Reuni: Mencari Qalbun Salim di Tengah Validasi Sosial

Rabu, 18 Mar 2026 04:25 WIB

Rabu, 18 Mar 2026 04:25 WIB

               Oleh: DR. (HC). SYAHRUL MUNIR, M.Pd. Menurut informasi dari Pemerintah Kabupaten Lamongan, puncak arus mudik terjadi pada tanggal 18 - 19 Mare…

Gus Muhaimin Bagikan Ribuan Bingkisan Lebaran ke Masyarakat Terdampak Banjir di Wilayah Pantura

Gus Muhaimin Bagikan Ribuan Bingkisan Lebaran ke Masyarakat Terdampak Banjir di Wilayah Pantura

Rabu, 18 Mar 2026 04:19 WIB

Rabu, 18 Mar 2026 04:19 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai rasa empati dan membangun soliditas antar sesama, Gus Muhaimin ketum PKB pada Selasa, (17/3/2026), membagikan ribuan…

PLN UID Jatim Berangkatkan 640 Pemudik Gratis Naik KA Jayakarta dari Surabaya

PLN UID Jatim Berangkatkan 640 Pemudik Gratis Naik KA Jayakarta dari Surabaya

Selasa, 17 Mar 2026 20:50 WIB

Selasa, 17 Mar 2026 20:50 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Warga antusias mengikuti program mudik gratis yang digelar PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur. Sebanyak 640 p…

PWU Perkuat Kinerja Lewat Optimalisasi Aset dan Efisiensi Operasional

PWU Perkuat Kinerja Lewat Optimalisasi Aset dan Efisiensi Operasional

Selasa, 17 Mar 2026 19:15 WIB

Selasa, 17 Mar 2026 19:15 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Panca Wira Usaha (PWU) menargetkan optimalisasi aset sebagai fokus utama pada 2026 guna meningkatkan k…

Salah Sasaran Kritik, Pensiunan Satpol PP Gresik Klarifikasi dan Sampaikan Permintaan Maaf kepada Kadishub Khusaini

Salah Sasaran Kritik, Pensiunan Satpol PP Gresik Klarifikasi dan Sampaikan Permintaan Maaf kepada Kadishub Khusaini

Selasa, 17 Mar 2026 14:51 WIB

Selasa, 17 Mar 2026 14:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Polemik video kritik terkait banjir di Terminal Bunder yang sempat ramai di media sosial akhirnya berujung klarifikasi. Muhammad A…

Siap Meluncur di Pasar Eropa, Yamaha Tricity 300 Kini Dilengkapi Sistem Keamanan 'Airbag'

Siap Meluncur di Pasar Eropa, Yamaha Tricity 300 Kini Dilengkapi Sistem Keamanan 'Airbag'

Selasa, 17 Mar 2026 14:14 WIB

Selasa, 17 Mar 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Yamaha, pabrikan otomotif ternama asal Jepang kini baru saja meluncurkan model teranyarnya Yamaha ‘Tricity 300’ yang bekerja sama de…