SURABAYAPAGI.com, Jember - Buah naga tidak hanya berwarna merah dan putih saja, kali ini salah satu pembudidaya buah naga asal Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Jember, Jawa Timur, telah berhasil membudidayakan buah naga kuning yang tergolong langka.
Buah naga kuning ini memiliki kulit berwarna kuning dan daging berwarna putih, dan memiliki rasa manis yang khas dan tahan lama setelah dipanen yang ia budidayakan di lahan miliknya seluas satu hektar.
Awalnya, Muchlis memulai budidaya buah naga kuning ini dengan bertukar bibit dengan seorang petani buah naga dari Thailand. Lalu dibudidayakan menggunakan metode pupuk organik dengan teknik penyiraman berkala untuk membudidayakan buah naga kuning ini.
Sehingga, menghasilkan buah naga dengan ukuran lebih besar, daging buah yang legit manis, dan tahan lama hingga dua minggu setelah dipanen. "Buah naga kuning ini masih tergolong langka di Jember bahkan di Indonesia," kata Muchlis, Senin (03/11/2025).
Lebih lanjut, meskipun harganya relatif lebih mahal, yaitu Rp 150.000 per kilogram dibandingkan dengan buah naga biasa yang hanya Rp 30.000 per kilogram, buah naga kuning milik Muchlis laris manis diburu oleh para pecinta buah naga dari Bali, Jakarta, dan Bandung. Namun, tak sedikit pecinta buah naga kuning yang langsung membeli dari lahan dan memilih langsung di pohon meski harganya lebih mahal.
"Buah naga kuning ini memang lebih spesial mulai dari rasa dan tekstur nya berbeda dengan buah naga sejenis lainnya, karena masih langka tapi rasa tidak mengecewakan dengan harga seratus lima puluh ribu per kilogram nya, "pungkas Hariyati pembeli buah naga kuning di lokasi.
Melihat potensi tersebut, budidaya buah naga kuning yang langka ini menunjukkan peluang untuk mengembangkan buah-buahan langka di Indonesia masih terbuka lebar. Dan dengan kegigihan dan teknik budidaya yang tepat, petani di Indonesia dapat menghasilkan buah-buahan berkualitas tinggi yang memiliki nilai jual tinggi. jr-01/dsy
Editor : Desy Ayu