SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Menindaklanjuti, meningkatnya aktivitas yang berpotensi menjadi serangan siber pada sejumlah situs resmi organisasi perangkat daerah (OPD), pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tegas komitmen mengantisipasi sekaligus memperkuat sistem keamanan digital miliknya.
Pasalnya, sepanjang tahun ini pihaknya mendeteksi ratusan aktivitas mencurigakan pada portal layanan publik milik Pemkab. Selain itu, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfo) Ponorogo juga mencatat, sebagian besar serangan tersebut terafiliasi dengan situs judi online (judol).
"Contohnya di situs BKPSDM, ada sekitar 10 anomali yang kemungkinan besar terkait judi online," jelas Kepala Diskominfo Ponorogo, Sapto Jatmiko, Senin (03/11/2025).
Sehingga, sebagai langkah antisipatif, Diskominfo telah mengumpulkan agen Computer Security Incident Response Team (CSIRT) dari setiap OPD untuk memperkuat sistem pengamanan data.
Tim ini akan menjadi garda terdepan dalam menangkal potensi serangan siber terhadap infrastruktur layanan publik daerah. "Kita kumpulkan para agen CSIRT agar lebih siap mencegah infiltrasi yang bisa mengganggu sistem layanan publik berbasis elektronik," katanya.
Lebih lanjut, menurut Sapto, pembentukan Ponorogo CSIRT bukan sekadar memenuhi ketentuan regulatif, melainkan kebutuhan strategis di era digital.
Koordinasi lintas perangkat daerah dinilai penting untuk membangun sistem keamanan informasi yang terpadu dan berkelanjutan.
"Dengan kesiapsiagaan ini, kami berharap seluruh layanan digital Pemkab tetap berjalan aman, andal, dan tidak mudah disusupi," ujarnya menambahkan.
Sementara itu, pihaknya juga berharap para agen CSIRT yang telah mendapatkan pelatihan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dapat menjadi ujung tombak perlindungan data digital pemerintah daerah.
"Harapan kami, sistem keamanan ini benar-benar menjaga agar layanan masyarakat tidak terganggu," pungkasnya. pn-02/dsy
Editor : Desy Ayu