Selandia Baru, India, Afghanistan, Bangladesh, Nepal, Yordania, dan bahkan China, negara asal PUBG) sudah Larang, Malaysia Pro-Kontra, Alasannya Gim Online itu dapat Sebarkan Perilaku Kekerasan Seperti Peledakan di SMAN 72 Kelapa Gading
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sejumlah siswa di SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut), menjadi korban ledakan, masih banyak yang trauma. Para korban akan mendapatkan fasilitas trauma healing dan kegiatan belajar akan dilakukan secara daring untuk sementara, sejak Senin (10/11/2025) kemarin.
Polisi telah mengamankan satu terduga pelaku. Namun terduga pelaku masih dalam perawatan karena juga mengalami luka.
Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diduga salah satu siswa sekolah tersebut. Ia disebut-sebut mengalami perundungan (bullying) yang menjadi motif di balik aksi tersebut. Motif lain juga tengah ditelusuri.
Mulai minggu ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMAN 72 Kelapa Gading secara daring. Hal itu dilakukan karena sekolah masih dalam proses pengamanan seusai ledakan yang melukai puluhan siswa.
"Kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan secara daring (online) mulai Senin, 10 November 2025," ujar Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, saat dimintai konfirmasi, Senin (10/11).
Pembatasan Permainan Daring
Kini, Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan pembatasan permainan daring (game online). Pemerintah tengah mempertimbangkan langkah pembatasan terhadap permainan daring (game online) Fokus utama pemerintah tertuju pada game bergenre perang yang menampilkan penggunaan senjata api, seperti PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG).
Kini pemerintah mempertimbangkan untuk membatasi game online bersenjata seperti PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG). Saat ini beberapa negara malah sudah ada yang memblokir game PUBG Mobile. Kebanyakan alasannya adalah karena game ini dianggap memicu munculnya kekerasan di kalangan pengguna muda, seperti dikutip dari Hindustan Times, Senin (10/11/2025).
Negara-negara yang memblokir PUBG Mobile itu antara lain adalah Afghanistan, Bangladesh, India, Nepal, Yordania, dan bahkan China (negara asal PUBG).
Dalam banyak kasus, alasan utama pelarangan mencakup:
Kekhawatiran tentang kecanduan game terutama pada anak-anak dan remaja.
Dampak potensial terhadap prestasi akademis karena waktu bermain yang panjang.
Isu konten kekerasan yang dianggap tidak cocok untuk pengguna muda.
Keamanan nasional dan data, terutama saat game dikaitkan dengan perusahaan dari negara lain.
PUBG, Permainan Bertema Pertempuran
"Beliau tadi menyampaikan bahwa kita perlu memikirkan bagaimana cara membatasi dan mencari solusi terhadap pengaruh-pengaruh dari game online," kata
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, dikutip dari Antara.
Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo menyoroti dampak negatif sejumlah permainan daring yang dinilai berpotensi memengaruhi perilaku generasi muda, terutama game dengan unsur kekerasan.
Prasetyo mencontohkan permainan bertema pertempuran seperti PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) yang menampilkan berbagai jenis senjata dan adegan kekerasan. Menurutnya, hal tersebut berpotensi memengaruhi psikologis pemain.
"Misalnya, contoh PUBG, di situ banyak jenis senjata yang mudah sekali dipelajari. Ini berbahaya karena bisa menumbuhkan kebiasaan melihat kekerasan sebagai hal yang wajar," tutur Prasetyo.
Ia menyebut, pemerintah tengah memikirkan pembatasan tertentu terhadap jenis permainan daring yang mengandung unsur kekerasan dan berdampak pada perilaku sosial remaja.
Selain soal game daring, pemerintah juga menyoroti faktor lain yang berpotensi memicu kekerasan di lingkungan sekolah, yakni tindakan perundungan (bullying).
Prasetyo mengimbau agar seluruh pihak, baik siswa maupun tenaga pendidik, menghindari perilaku negatif yang dapat berdampak buruk, termasuk aksi perundungan di sekolah.
Batasi Game Online PUBG
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga menyinggung tenaga pendidik di sekolah harus lebih sadar dengan keadaan di sekitar. Lalu game online masuk dalam pembahasan untuk dibatasi karena berpengaruh terhadap generasi saat ini.
"Terus kalau di lingkungan sekolah bagaimana para guru dan tenaga pendidik harus lebih aware atau perhatian manakala ada sesuatu yang mencurigakan," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prsetyo Hadi.
"Beliau tadi menyampaikan bahwa, kita juga masih harus berpikir untuk membatasi dan mencoba bagaimana mencari jalan keluar terhadap pengaruh-pengaruh dari game online. Karena, tidak menutup kemungkinan, game online ini ada beberapa yang di situ, ada hal-hal yang kurang baik, yang mungkin itu bisa memengaruhi generasi kita ke depan,"
tambah Prsetyo Hadi .
Pemerintah mempertimbangkan untuk membatasi game online bersenjata (misalnya PlayerUnknown's Battlegrounds atau PUBG) setelah ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara.
"Beliau (Presiden Prabowo) tadi menyampaikan bahwa, kita juga masih harus berpikir untuk membatasi dan mencoba bagaimana mencari jalan keluar terhadap pengaruh pengaruh dari game online," tambah Pras.
Menurutnya, game online yang dimaksud memiliki potensi membawa pengaruh buruk bagi anak-anak atau para pelajar. Dampak buruk ini pun mengancam merembet ke generasi mendatang.
Pada intinya, game online yang berencana dibatasi adalah mereka yang memiliki nuansa perang dengan senjata api (senpi). Game tersebut biasanya ditemukan dalam kategori FPS maupun battle royal seperti PUBG.
"Misalnya contoh, PUBG. Itu kan di situ, kita mungkin berpikirnya ada pembatasan-pembatasan ya, di situ kan jenis-jenis senjata, juga mudah sekali untuk dipelajari, lebih berbahaya lagi," jelas Prasetyo.
Pemain PUBG Rasakan Sensasi menembak
Pras mengatakan pemain PUBG memiliki kesempatan untuk merasakan sensasi menembak senjata secara tidak langsung. Yang mengkhawatirkan, objek yang dituju adalah pemain lain.
"Ini kan secara psikologis, terbiasa yang melakukan yang namanya kekerasan itu sebagai sesuatu yang mungkin menjadi biasa saja," ucap dia.
Polda Metro Jaya sebelumnya menggeledah rumah siswa terduga pelaku insiden ledakan SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Penggeledahan ini menjadi bagian dari proses penyelidikan polisi.
"Ada rangkaian yang dilakukan pihak kepolisian, dari sterilisasi, dari pemeriksaan olah TKP, barbuk, patut diduga sehingga melakukan penggeledahan ke salah satu rumah yang diduga merupakan pelaku," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Sabtu (8/11).
Budi menyebut pihaknya mengamankan sejumlah barang yang menunjukkan persesuaian dengan temuan barang bukti di TKP ledakan, yakni lingkungan SMAN 72 Jakarta. Namun, Budi belum membeberkan secara detail terkait barang-barang yang diamankan dari rumah terduga pelaku tersebut.
Selandia Baru Larang PUBG
Setelah serangan bersenjata di dua masjid Selandia Baru yang menyebabkan 50 orang meninggal dunia, muncul usulan agar gim daring PlayerUnknown's Battleground (PUBG) dilarang, karena dituduh dapat mendorong generasi muda ke arah terorisme.
Di Malaysia, seorang ulama mengusulkan kepada pemerintah Malaysia agar menutup permainan online itu karena dianggapnya dapat "mendorong generasi muda ke arah terorisme".
Senada dengan ulama Malaysia itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) terus mempelajari gim tersebut, dan tidak menutup kemungkinan untuk mengeluarkan fatwa terhadap keberadaan gim tersebut.
"Kita akan pelajari, kalau memang ditemukan efek kuat gim itu mempengaruhi orang, sehingga bisa mengubah karakternya atau membuat orang jadi hobi pada sesuatu yang buruk," kata Muhammad Zaitun, Wasekjen MUI Pusat, kepada wartawan BBC News Indonesia, Callistasia Wijaya, Kamis.
PUBG Gim Genre Battle
Kantor berita Reuters mengabarkan polisi Gujarat bahkan sempat menangkap belasan pemuda yang ketahuan main PUBG.
Sementara, pekan lalu, negara bagian Gujarat di India sudah melarang PUBG dengan alasan gim itu dapat menyebarkan perilaku kekerasan.
PUBG adalah gim dengan genre battle royale, di mana beberapa pemain dipertemukan dalam satu wilayah untuk kemudian saling menyerang untuk bertahan menjadi pemain terakhir.
Gim, yang mulai populer di Indonesia sejak tahun 2018 itu, dinobatkan sebagai "Game of the Year 2018" oleh platform distribusi game digital, Steam. Pada pertengahan tahun lalu, dikabarkan bahwa terdapat 400 juta pemain PUBG di seluruh dunia. n erc/ant/jk/cb/int/rmc
Editor : Moch Ilham