Bawa Senjata Mainan Bersimbol Ekstremisme Kanan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tim Gegana Polda Metro Jaya saat melakukan olah TKP di lokasi ledakan di dalam Masjid SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (7/11/2025) lalu. Pelaku peledakan diduga salah satu siswa di SMAN 72.
Tim Gegana Polda Metro Jaya saat melakukan olah TKP di lokasi ledakan di dalam Masjid SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (7/11/2025) lalu. Pelaku peledakan diduga salah satu siswa di SMAN 72.

i

Pelaku Peledakan di SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Diduga Polisi Sering Alami Perundungan

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, mengatakan terduga pelaku ledakan di SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara masih menjalani perawatan.  Terduga pelaku disebut juga menjalani operasi di bagian kepala.Saat ini, terduga pelaku sudah sadar.

"Luka pasti di bagian kepala dan ada luka goresan. Iya menjalani operasi, pada bagian kepala ya," kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Minggu (9/11/2025).

Polisi menyebut hingga saat ini masih melakukan penjagaan terhadap terduga pelaku maupun korban yang tengah menjalani perawatan. Pihaknya berharap tak terjadi dampak yang lebih besar.

"Pasti, bukan hanya pelaku, terhadap korban kan juga kita jaga. Karena kan kita berharap tidak terjadi fatalitas yang lebih berat," ujarnya.

Dalam penyelidikan yang tengah berlangsung, polisi menduga bahwa ledakan berasal dari bom rakitan yang dibawa oleh salah satu siswa sekolah tersebut. Siswa tersebut yang juga terduga pelaku saat ini dalam kondisi luka dan menjalani perawatan di rumah sakit

Terduga pelaku berinisial F yang diduga bertanggung jawab atas ledakan diketahui merupakan pelajar berusia sekitar 17 tahun dan masih aktif bersekolah di SMAN 72 Jakarta Utara.

Polisi menemukan benda-benda mencurigakan di lokasi, termasuk komponen yang diduga bom rakitan serta senjata api mainan. Barang-barang ini sedang diperiksa oleh tim forensik.

Pada senjata mainan ditemukan coretan yang merujuk pada pelaku-pelaku penembakan masjid di luar negeri seperti Brenton Tarrant, Luca Traini, dan Alexandre Bissonnette.

 

Kaitkan Ekstremisme Kanan

Juga terdapat simbol seperti "14 Words" dan "1189" yang sering dikaitkan dengan ekstremisme kanan.

Polisi masih menelusuri motif aksi ini. Beberapa teman sekelas menyebut terduga pelaku sering mengalami perundungan (bullying), sehingga dugaan sementara mengarah pada dendam pribadi dan potensi keinginan bunuh diri.

"Apakah yang bersangkutan korban bullying. Ini juga masih kita dalami," tambah Kabid Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto kepada para wartawan, di Jakarta.

Penyelidikan melibatkan Densus 88, tim Gegana, dan Polda Metro Jaya. Masyarakat diminta tidak menyebarkan spekulasi dan menunggu hasil resmi dari penyelidikan kepolisian.

Budi mengatakan jumlah korban yang terdata pada Sabtu (8/11) sebanyak 96 orang. Dari 96 korban itu, sebanyak 67 korban telah pulang ke rumah.

"Kami tekankan jumlah korban 96 orang. Saat ini yang dirawat berjumlah 29 orang, dengan rincian 14 di Rumah Sakit Islam, Jakarta, 14 di Rumah Sakit Yarsi dan 1 di Rumah Sakit Pertamina. Sementara 67 orang lainnya sudah pulang ke rumah dalam kondisi lebih baik," jelasnya.

 

Anak Berhadapan Hukum

Kabid Humas Polda Metro ini mengatakan terduga pelaku masih dalam perawatan. Pihaknya masih fokus terhadap pemulihan terduga pelaku.

"Disampaikan oleh Bapak Kapolri memang salah satu dugaan yang melakukan dalam kondisi ini adalah anak berhadapan dengan hukum. Masih dalam perawatan dan kondisinya sudah sadar. Termasuk saat ini kita fokus terhadap pemulihan," ujarnya.

Polda Metro Jaya menggeledah rumah siswa terduga pelaku insiden ledakan SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut). Penggeledahan ini menjadi bagian dari proses penyelidikan polisi.

"Ada rangkaian yang dilakukan pihak kepolisian, dari sterilisasi, dari pemeriksaan olah TKP, barbuk, patut diduga sehingga melakukan penggeledahan ke salah satu rumah yang diduga merupakan pelaku," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Sabtu (8/11/2025).

Budi menyebut pihaknya mengamankan sejumlah barang yang menunjukkan persesuaian dengan temuan barang bukti di TKP ledakan, yakni lingkungan SMAN 72 Jakarta. Namun, Budi belum membeberkan secara detail terkait barang-barang yang diamankan dari rumah terduga pelaku tersebut.

"Diambil beberapa persesuaian barbuk yang ditemukan, termasuk persesuaian dengan yang ada di rumah, ternyata ada persesuaian dari beberapa alat barbuk tersebut," ucap Budi. n jk/erc/rmc

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…