Marsinah di Liang Kubur, Keluarganya ke Istana

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
H. Raditya M Khadaffi
H. Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada aktivis buruh Marsinah. Penganugerahan gelar tersebut dilakukan di Istana Negara tepat pada peringatan Hari Pahlawan Senin (10/11).

Marsinah dikenal luas sebagai ikon perjuangan hak-hak pekerja. Dia ditemukan tewas setelah memperjuangkan keadilan bagi rekan-rekannya di Sidoarjo pada 1993. Kini, Marsinah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Keluarga dari aktivis buruh, Marsinah, mengaku bangga terhadap semangat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam melindungi hak buruh di Tanah Air. Menurut keluarga, semangat itu sama seperti yang diperjuangkan Marsinah.

"Kami, kakak Marsinah, merasa bangga Bapak Kapolri peduli ke buruh dan melindungi buruh seperti yang diperjuangkan adik kami, Ibu Marsinah," kata Kakak Marsinah, Marsini, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/11/2025).

Jenderal Sigit, kata Marsini, memberikan wadah untuk penyelesaian sengketa industri dan berpihak kepada buruh. "Bapak Kapolri mengurus yang korban PHK, juga peduli kesejahteraannya," lanjutnya.

Marsini juga mengundang Jenderal Sigit untuk berkunjung ke kota kelahiran Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, sekaligus berziarah ke pusaran Marsinah di kabupaten itu.

"Bapak Kapolri, saya undang berziarah dan berkunjung ke Nganjuk bersama Pak Andi Gani yang ingin membuatkan museum dan rumah singgah Ibu Marsinah di Nganjuk," ucap Marsini dihadapan Jenderal Sigit.

 

***

 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi berziarah makam Marsinah di Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menjelang ditetapkannya aktivis buruh itu sebagai pahlawan nasional.

Menurut dia, Marsinah bukan sekadar nama dalam catatan sejarah, melainkan simbol suara perempuan yang berani melawan ketidakadilan, dan patut diteladani generasi muda.

"Kami hadir ke sini untuk ziarah di makamnya Marsinah. Di sini ada jejak seorang perempuan pekerja yang mempunyai keberanian yang luar biasa di mana keberaniannya ini menginspirasi bangsa kita," kata Arifah, Minggu, 19 Oktober 2025.

Arifah menilai, sosok Marsinah sebagai pengingat penting bahwa perjuangan perempuan Indonesia belum selesai.

 

***

 

Catatan jurnalistik di Litbang Surabaya Pagi, perjuangan Marsinah untuk hak-hak buruh mencapai puncaknya pada tahun 1993. Ini, ketika ia terlibat aktif dalam aksi mogok kerja menuntut kenaikan upah. Namun, perjuangannya harus berakhir tragis. Ia ditemukan meninggal dunia setelah diculik dan disiksa secara brutal.

Tubuhnya ditemukan tewas setelah tiga hari diculik. Ini sebuah peristiwa yang mengguncang kesadaran publik tentang kondisi buruh di Indonesia.

Kisah tragis Marsinah ini menjadi salah satu kasus pelanggaran hak asasi manusia yang paling dikenal, dan menjadikannya simbol perjuangan buruh.

Kini Marsinah yang lahir 10 April 1969 sudah ditetapkan seorang pahlawan nasional Indonesia yang menjadi aktivis serikat buruh independen yang bekerja di pabrik jam tangan di Jawa Timur, Indonesia. Peristiwa pembunuhannya menarik perhatian internasional terhadap represi  kediktatoran Soeharto terhadap para pekerja.

Padahal, saat itu, Marsinah bertindak sebagai negosiator untuk 500 pekerja yang melakukan pemogokan karena perusahaan tempat mereka bekerja gagal menerapkan upah minimum dan otonomi serikat buruh.

Pada 5 Mei, ia diculik setelah demonstrasi; jasadnya yang dimutilasi ditemukan empat hari kemudian. Militer diduga terlibat dalam hilangnya dan kematiannya.

Sebelum Marsinah memperoleh gelar pahlawan nasional Indonesia pada 10 November 2025, dari Presiden Prabowo Subianto, ia telah mendapat penghargaan Yap Thiam Hien pada tahun 1993.

Dengan dua penghargaan itu, Marsinah dianggap sebagai simbol perjuangan buruh perempuan dan korban pelanggaran hak asasi manusia pada masa Orde Baru.

Setiap perayaan Hari Buruh Internasional yang diperingati tanggal 1 Mei, para buruh, khususnya di Jawa Timur, selalu mengenang perjuangan Marsinah.

 

***

 

Saat penganugerahan gelar pahlawan nasional Indonesia pada 10 November 2025, almarhumah diwakili oleh kaka kandungnya yakni Marsini dan adiknya Wijiyanti.

Menurut kontributor Surabaya Pagi, keduanya beberapa kali menangis selama acara penganugerahan pahlawan nasional. Saat bersamalan dengan Prabowo, mereka juga berbincang cukup lama.

"Nah, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Bapak Presiden RI yang sekarang. Terima kasih banget, terima kasih sebesar-besarnya untuk anugerah yang diberikan untuk adik saya Marsinah," kata Marsini, di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Di tengah wawancara adik Marsinah, Wijiyanti masih menangis. Ia berterima kasih kepada Prabowo yang telah memberikan gelar pahlawan nasional untuk kakanya.

Praktis, isak haru keluarga aktivis buruh Marsinah mewarnai prosesi penganugerahan gelar pahlawan nasional di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025).

Salah satu ahli waris Marsinah, Wijianti, tak kuasa menahan air mata saat upacara berlangsung, Marsinah menjadi tokoh ketiga yang diberi gelar setelah Kepala Negara lebih dulu memberikannya kepada Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid dan Presiden ke-2 RI Soeharto.

Marsinah, namamu harum. Kematianmu yang tragis menjadikannya simbol perjuangan buruh untuk keadilan dan hak asasi manusia. ([email protected])

Berita Terbaru

Luar Biasa, Pendaftaran Perlinsos Kota Mojokerto Rangking 4 Nasional

Luar Biasa, Pendaftaran Perlinsos Kota Mojokerto Rangking 4 Nasional

Rabu, 19 Agu 2026 20:48 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 20:48 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Progres pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di Kota Mojokerto terus menunjukkan tren positif menjelang batas …

Rayakan HUT ke-81 RI, PLN Beri Diskon Tambah Daya 50?gi Pelanggan

Rayakan HUT ke-81 RI, PLN Beri Diskon Tambah Daya 50?gi Pelanggan

Rabu, 19 Agu 2026 20:44 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 20:44 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT PLN (Persero) menghadirkan promo spesial t…

Mantan Juara WBO Asia Pasifik Tomy Seran Bakal Berlaga di Predalion Fight Night II Surabaya  ‎

Mantan Juara WBO Asia Pasifik Tomy Seran Bakal Berlaga di Predalion Fight Night II Surabaya  ‎

Rabu, 19 Agu 2026 18:15 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 18:15 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Magetan – Petinju profesional asal Magetan bakal ikut berlaga di arena tinju profesional Predalion Fight Night II yang digelar di GOR Hayam W…

Polres Blitar Gelar Police Goes to School, Edukasi Keselamatan Lalu Lintas Sejak Dini

Polres Blitar Gelar Police Goes to School, Edukasi Keselamatan Lalu Lintas Sejak Dini

Rabu, 19 Agu 2026 15:58 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 15:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polres Blitar melalui Satuan Lalu Lintas melaksanakan kegiatan Police Goes to School sekaligus sosialisasi keselamatan lalu lintas…

Lagi! Kasus Kebakaran di Blitar Telan Kerugian hingga Rp70 Juta Akibat Keteledoran Korban

Lagi! Kasus Kebakaran di Blitar Telan Kerugian hingga Rp70 Juta Akibat Keteledoran Korban

Rabu, 19 Agu 2026 15:46 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 15:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Sekitar pukul ,10.30 warga desa Ringinanyar Kec.Ponggok Kabupaten Blitar hari Rabu 19 Agustus 2026 di kejutkan kobaran api dari…

Kejaksaan Ungkap 55 Orang Terkait Perkara TP DPRD Ponorogo 2023-2026, 34 Sudah Kembalikan Uang

Kejaksaan Ungkap 55 Orang Terkait Perkara TP DPRD Ponorogo 2023-2026, 34 Sudah Kembalikan Uang

Rabu, 19 Agu 2026 15:41 WIB

Rabu, 19 Agu 2026 15:41 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Sebanyak 34 orang telah mengembalikan uang terkait dugaan kelebihan pembayaran tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten…