SURABAYAPAGI.com, Jombang - Menindaklanjuti peralihan musim penghujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang bersama RSUD Jombang mencatat adanya lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah tersebut.
RSUD Jombang mencatat delapan pasien tengah menjalani perawatan, dengan mayoritas pasien merupakan anak-anak yang terinfeksi virus dengue. Diantaranya lima dari delapan pasien yang dirawat adalah anak-anak, sementara tiga lainnya merupakan orang dewasa. Dua pasien anak bahkan masih berada di ruang ICU karena kondisi yang belum stabil.
“DBD memang sangat identik dengan kondisi cuaca. Saat musim hujan tiba, nyamuk Aedes aegypti mudah berkembang biak karena banyak genangan air,” jelas Direktur RSUD Jombang, dr. Puji Umbaran, Minggu (16/11/2025).
Meski jumlah kasus saat ini belum setinggi musim hujan sebelumnya, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat pola kenaikan kasus biasanya mengikuti intensitas curah hujan dan kondisi lingkungan yang kurang bersih.
“Kasus kali ini relatif lebih sedikit dibandingkan musim kemarau, namun tetap kami antisipasi. Karena meskipun jumlahnya kecil, resikonya tetap tinggi terutama pada anak-anak,” jelasnya.
Kini, pihak rumah sakit tengah berfokus pada upaya pencegahan agar tren itu tidak kembali terulang. RSUD Jombang juga telah menyiapkan tenaga medis tambahan serta memastikan stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) tetap tersedia apabila terjadi kebutuhan mendadak pada pasien DBD berat.
Di sisi lain, Puji mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Tindakan sederhana seperti menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas dinilai efektif menekan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Diketahui sebelumnya, dengan meningkatnya curah hujan di wilayah Jombang, masyarakat diminta lebih waspada terhadap gejala awal DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri sendi, dan munculnya bintik merah pada kulit, yang perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis. jb-01/dsy
Editor : Desy Ayu