Pantai Papuma Jember: Surga Pasir Putih dan Panorama Karang Eksotis di Jawa Timur

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
pantai papuma panorama karang eksotis di jawa timur
pantai papuma panorama karang eksotis di jawa timur

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pantai Papuma, atau dikenal juga sebagai Pantai Tanjung Papuma, terletak di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Nama Papuma sendiri merupakan akronim dari “Pasir Putih Malikan”, diambil dari nama lokasi yang diberikan Perhutani setelah membuka kawasan ini. Pantai ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Timur karena keindahannya yang menawan dan beragam aktivitas yang bisa dinikmati pengunjung. Kawasan pantai yang menjorok ke laut membuat panorama di sekitar Papuma semakin memukau, terutama bagi pecinta fotografi. Satu hal yang menarik dari pantai ini adalah keberadaan tujuh pulau karang besar yang memiliki nama sendiri, diambil dari tokoh-tokoh pewayangan, antara lain Pulau Batara Guru, Pulau Kresna, Pulau Narada, Pulau Kajang, dan Pulau Nusa Barong. Pulau-pulau karang ini menjadi salah satu spot favorit bagi pengunjung yang ingin mengambil foto dengan latar alam yang eksotis.

Air di Pantai Papuma terkenal sangat bersih dan tenang, dan jika dilihat dari ketinggian, permukaannya berwarna hijau zamrud karena adanya alga laut. Pengunjung dapat menikmati beragam aktivitas di pantai, mulai dari bermain air, menikmati ombak, berfoto, menjelajahi pulau-pulau karang dengan perahu nelayan, hingga camping sambil menunggu indahnya matahari terbenam. Pasir di Pantai Papuma terkenal putih dan halus, dengan suhu udara yang nyaman, sejuk di siang hari dan hangat di malam hari, sehingga sangat mendukung kegiatan camping. Aktivitas nelayan yang menurunkan hasil tangkapan, biasanya antara pukul 11.00 hingga 13.00 WIB, juga bisa menjadi pengalaman menarik, karena pengunjung dapat membeli ikan segar dan membakarnya di warung terdekat.

Pantai Papuma termasuk dalam kawasan Wana Wisata Tanjung Papuma seluas 77,2 hektar, yang terdiri dari area hutan alam dan pantai. Hutan ini menjadi habitat bagi flora dan fauna tropis, termasuk burung cucak hijau, lutung, kera hitam, tupai, serta berbagai jenis ular seperti sanca, piton, dan kobra. Kawasan pantai dibingkai oleh perairan berwarna hijau kebiruan dan dikelilingi pulau-pulau karang yang jaraknya sekitar dua mil dari bibir pantai, sehingga pengunjung dapat menyewa perahu untuk mengunjunginya saat air sedang surut atau ombak tidak terlalu besar.

Untuk menikmati panorama terbaik, pengunjung bisa mendaki Bukit Siti Hinggil yang menyuguhkan pemandangan laut lepas, batu karang di barat, serta Pulau Nusa Barung yang dapat ditempuh sekitar empat jam dengan perahu. Selain itu, ada situs bersejarah seperti Goa Jepang, yang dahulu digunakan sebagai benteng pertahanan dan pos pengintaian tentara Jepang pada masa Perang Dunia II. Di bibir pantai, terdapat juga Goa Lowo atau Goa Kelelawar dengan kedalaman sekitar 30 meter, yang dapat dikunjungi saat air sedang surut.

Pantai Papuma telah diakui sebagai salah satu pantai terindah di Indonesia pada TripAdvisor Traveler Choice 2015, bersanding dengan pantai-pantai terkenal di Bali. Dengan tiket masuk sebesar Rp 15.000 per orang, pengunjung bisa menikmati Pantai Papuma selama 24 jam penuh. Fasilitas di kawasan ini juga lengkap, termasuk area parkir, toilet, kedai kuliner, penginapan, mushola, dan tempat istirahat. Jarak Pantai Papuma dari pusat Kota Jember sekitar 40 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar satu jam, melewati rute Jalan Gajah Mada, Jalan Semeru, Jalan Jember Ambulu, dan Jalan Watu Ulo hingga sampai di lokasi.

Dengan kombinasi pasir putih yang halus, air laut yang jernih, pulau-pulau karang yang fotogenik, serta hutan tropis yang melindungi beragam satwa, Pantai Papuma menjadi destinasi wisata yang menyuguhkan keindahan alam sekaligus pengalaman petualangan yang lengkap. Baik untuk bersantai, berfoto, menjelajah alam, maupun menikmati kuliner laut, Pantai Papuma menghadirkan semua elemen yang membuat liburan di Jember tak terlupakan. sby-03/raf

Berita Terbaru

Perkuat Jaringan Nasional, Trafik Data Indosat Tumbuh Double Digit Selama Nataru 2025–2026

Perkuat Jaringan Nasional, Trafik Data Indosat Tumbuh Double Digit Selama Nataru 2025–2026

Kamis, 08 Jan 2026 20:45 WIB

Kamis, 08 Jan 2026 20:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) mencatat peningkatan trafik data nasional yang signifikan sepanjang tahun 2025, seiring d…

Difitnah, Prabowo Mulai Kutip Ayat al-Qur'an

Difitnah, Prabowo Mulai Kutip Ayat al-Qur'an

Kamis, 08 Jan 2026 19:40 WIB

Kamis, 08 Jan 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto, mulai mengutip ayat al-Qur'an berkaitan dengan fitnah. "Kemarin pada waktu retret, salah satu yang…

Prabowo Tertegun Hitung Medali Emas Martina, Atlit Triatlon

Prabowo Tertegun Hitung Medali Emas Martina, Atlit Triatlon

Kamis, 08 Jan 2026 19:37 WIB

Kamis, 08 Jan 2026 19:37 WIB

Peraih Perak, Perunggu dan Pelatih Berbonus Total Rp 465 miliar      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir tiba me…

Hakim Ad hoc Walk Out saat Sidang, MA Janji Naikan Tunjungannya

Hakim Ad hoc Walk Out saat Sidang, MA Janji Naikan Tunjungannya

Kamis, 08 Jan 2026 19:33 WIB

Kamis, 08 Jan 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim ad hoc tindak pidana korupsi (tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Mahpudin, keluar atau walk out saat…

Jaksa Kejagung 'Marah' ke Nadiem dan Pengacaranya

Jaksa Kejagung 'Marah' ke Nadiem dan Pengacaranya

Kamis, 08 Jan 2026 19:31 WIB

Kamis, 08 Jan 2026 19:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung, 'marah' ke  mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode …

Kementerian Haji Berada di Titik-titik Kritis

Kementerian Haji Berada di Titik-titik Kritis

Kamis, 08 Jan 2026 19:30 WIB

Kamis, 08 Jan 2026 19:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak akui sekarang ini pihaknya berada di titik-titik kritis.  "Proses …