SURABAYAPAGI.com, Gresik – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri yang berada di bawah naungan Pupuk Indonesia, kembali menorehkan prestasi nasional dengan meraih gelar “The Most Committed Corporate in Circular Economy” pada Indonesian Circular Economy Award (ICEA) 2025. Penghargaan tersebut diserahkan di Bali dan diterima oleh Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Majus Luther Sirait.
Luther menjelaskan bahwa penghargaan tingkat nasional ini dipicu oleh keberhasilan tiga inovasi perusahaan yang meraih Platinum Award. Ketiga inovasi tersebut menunjukkan konsistensi Petrokimia Gresik dalam menerapkan circular economy serta pengembangan teknologi ramah lingkungan dalam proses produksinya.
“Kami bersyukur atas apresiasi ini. Pengakuan dari berbagai pemangku kepentingan semakin memacu kami untuk terus menghadirkan inovasi yang berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan mendukung pencapaian target Net Zero Emission 2050 yang dicanangkan pemerintah,” ujarnya.
Tiga inovasi yang meraih predikat Platinum tersebut meliputi:
- Teknologi INTHERVAL (Integrated Thermal Valorization System) – Memaksimalkan pemanfaatan gas buang sebagai sumber energi di sejumlah fasilitas broiler.
- Jet Scrubber Hightech System di Pabrik ZK – Menekan emisi gas asam klorida (HCl) dan sekaligus meningkatkan produksi HCl Liquid.- Advanced Post-Scrubber System di Pabrik Asam Fosfat – Mengurangi emisi hidrogen fluorida (HF) sekaligus meningkatkan pemulihan H₂SiF₆ (asam fluorosilikat), yang banyak digunakan dalam industri seperti fluoridasi air, produksi aluminium fluorida, hingga pengerasan semen.
Luther menambahkan bahwa serangkaian inovasi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menerapkan prinsip Green Industry serta memastikan operasional pabrik berjalan lebih berkelanjutan. Upaya tersebut juga mempertegas komitmen Petrokimia Gresik terhadap pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
“Circular economy di Petrokimia Gresik kami fokuskan pada optimalisasi produk samping agar memiliki nilai manfaat. Dari semula menjadi cost center, kini berhasil memberikan nilai tambah sekaligus menjadi solusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan,” pungkasnya. did
Editor : Desy Ayu