SURABAYAPAGI.com, Gresik – Upaya mendorong kebangkitan ekonomi warga terus dilakukan Pemerintah Kelurahan Trate, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik. Setelah sukses menggelar Trate Takjil Market, kini Kelurahan Trate bersama Pokdarwis Sangguru tengah menyiapkan kehadiran outlet UMKM terpadu bertajuk “Trate Rasa”, yang akan menjadi pusat promosi, produksi, dan pemasaran produk unggulan warga.
Lurah Trate, Ruli Budiman, menjelaskan bahwa Trate Rasa dirancang sebagai workshop sekaligus etalase bagi pelaku UMKM, khususnya UMKM mikro. Outlet ini diharapkan mampu menjadi ruang tumbuh bagi usaha warga yang selama ini masih terbatas akses pasar dan pengembangannya.
“Kami ingin UMKM warga Trate, terutama yang mikro sekali, punya ruang untuk berkembang. Kondisi ekonomi warga asli Trate masih sangat terbatas, sehingga perlu wadah yang benar-benar bisa menggerakkan,” ujar Ruli, Selasa (3/2/2026).
Saat ini, proses persiapan pembangunan Trate Rasa terus dikebut. Outlet ini akan berdiri di atas lahan seluas 186 meter persegi milik Pemerintah Kabupaten Gresik yang berada di belakang Kantor Kelurahan Trate, Jalan KH Abdul Karim Gresik. Keberadaan outlet ini juga diproyeksikan sebagai bagian dari penguatan pariwisata berbasis masyarakat.
Menariknya, seluruh pendanaan pembangunan Trate Rasa bersumber 100 persen dari CSR PT Petrokimia Gresik. Lurah Ruli menyebut dukungan ini sebagai bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah, masyarakat, dan dunia industri.
“Kami sangat mengapresiasi PT Petrokimia Gresik yang peduli terhadap penguatan ekonomi masyarakat. Ini adalah contoh kolaborasi yang berdampak langsung bagi warga,” ungkapnya.
Selain menampung produk kuliner, Trate Rasa juga akan membuka ruang bagi UMKM non-kuliner, seperti kerajinan khas Trate.
Di kawasan yang sama, Koperasi Merah Putih juga direncanakan membangun gedung usaha, sementara Karang Taruna akan mengembangkan unit usaha produktif yang melanjutkan program rutin “Jajanan Trate”.
Ruli juga menyampaikan terima kasih kepada RSIA Nyai Ageng Pinatih dan Yayasan PPNUT yang sebelumnya memanfaatkan lahan tersebut dan telah mengembalikannya kepada Pemkab Gresik untuk dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pokdarwis Sangguru Trate, Muhammad Abdullah Ubaid atau akrab disapa Mamad, menjelaskan bahwa pada tahap awal Trate Rasa akan fokus pada produk kuliner, mulai dari kue basah, jajanan pasar, snack box, nasi box, tumpeng, hingga paket takjil dan parcel.
“Ke depan kami juga membuka peluang untuk produk kerajinan dan jasa ekonomi kreatif,” ujarnya.
Keanggotaan UMKM Trate Rasa sepenuhnya diperuntukkan bagi warga Trate, baik yang ber-KTP Trate maupun pendatang yang berdomisili di wilayah tersebut. Setiap pelaku usaha diwajibkan memiliki NIB dan sertifikasi halal, dan Pokdarwis siap memfasilitasi proses pengurusannya.
Sejak mulai beroperasi pada Oktober 2025, Trate Rasa telah melayani pesanan dari berbagai instansi pemerintah dan swasta. Untuk pemasaran, selain metode door to door menggunakan katalog, Trate Rasa juga aktif memanfaatkan media digital seperti Instagram dan website.
Mamad berharap Trate Rasa dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus menjadikan Trate sebagai sentra oleh-oleh dan destinasi wisata kuliner berkelanjutan.
Selain mengelola Trate Rasa, Pokdarwis Sangguru bersama Koperasi Merah Putih juga mengembangkan Bank Jelantah sejak Oktober 2025. Program ini menampung minyak goreng bekas dari rumah tangga dan pedagang gorengan sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan.
“Setiap bulan kami bisa menampung lebih dari 100 liter minyak jelantah. Ini bukan hanya berdampak ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesadaran lingkungan warga,” pungkas Mamad. did
Editor : Redaksi