Reses di Pasuruan–Probolinggo, Multazam Ungkap Krisis Layanan Dasar

author Riko Abdiono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota DPRD Jawa Timur Multazamudz Dzikri saat mendengar aspirasi dari konstituennya.
Anggota DPRD Jawa Timur Multazamudz Dzikri saat mendengar aspirasi dari konstituennya.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Ketimpangan pembangunan di Jawa Timur kembali mencuat setelah Multazamudz Dzikri menerima beragam keluhan dasar dari warga Pasuruan–Probolinggo saat reses. Dari listrik yang belum merata hingga air bersih yang sulit diakses, temuan itu menunjukkan masih jauhnya pemerataan layanan publik di daerah tersebut.

Anggota DPRD Jawa Timur, Multazamudz Dzikri, menyoroti ketimpangan pembangunan di Provinsi Jawa Timur yang dinilainya masih jauh dari kata merata, bahkan dalam hal kebutuhan paling mendasar sekalipun.

Dalam agenda serap aspirasi (reses) di daerah pemilihan Pasuruan–Probolinggo, politisi PKB ini mengaku terkejut dengan banyaknya keluhan elementer yang disampaikan warga di tiga titik kunjungannya. Persoalan yang mencuat bukanlah hal baru, namun justru masalah klasik yang seharusnya sudah tuntas, mulai dari ketersediaan air bersih, sarana prasarana pendidikan, pelatihan UMKM, lapangan kerja, infrastruktur jalan, hingga layanan listrik yang tidak layak.

“Pada masa reses ini saya banyak mendapat keluhan dari warga. Dari tiga titik yang sudah berjalan, keluhannya meliputi kekurangan air bersih, sarpras pendidikan, pelatihan untuk UMKM, lapangan pekerjaan, infrastruktur jalan, hingga persoalan listrik,” ungkapnya.

Multazam menyebut persoalan listrik menjadi ironi terbesar. Pasuruan dan Probolinggo berada sangat dekat dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), namun justru masih terdapat pemukiman yang tidak teraliri listrik sama sekali. Kondisi ini ia sebut sebagai potret buram pemerataan pembangunan di Jatim.

“Jujur saya kaget, ternyata masih ada beberapa dusun di Probolinggo yang belum teraliri listrik. Ini sangat miris. Tahun 2025 masih ada daerah yang belum dialiri listrik,” tegasnya.

Ia menambahkan, bahkan desa-desa yang sudah teraliri listrik pun tidak menikmati layanan yang stabil. Keluhan warga menyebutkan voltase sering naik turun, listrik kerap padam, dan peralatan elektronik pun banyak yang rusak akibat ketidakstabilan suplai daya.

“Di Pasuruan juga begitu. Beberapa desa yang dekat PLTU malah listriknya tidak normal. Voltase naik turun dan sering mati. Dampaknya, barang elektronik mudah rusak,” ujarnya.

Masalah air bersih juga menjadi sorotan serius. Menurut Multazam, air sebagai kebutuhan hidup paling dasar seharusnya menjadi prioritas, namun kenyataannya warga di Pasuruan maupun Probolinggo masih kesulitan mengakses air bersih, terutama pada musim kemarau.

“Begitu pula dengan kebutuhan air bersih. Masih ada beberapa daerah yang kesulitan mendapatkan air bersih. Terlebih pada saat musim kemarau,” tuturnya.

Melihat kondisi tersebut, Multazam mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar tidak terjebak pada program-program yang hanya terlihat megah di atas kertas. Ia meminta agar Pemprov fokus menyelesaikan kebutuhan dasar masyarakat terlebih dahulu, sebelum melangkah pada program berskala besar yang tidak menyentuh persoalan sehari-hari warga.

“Ojok kesusu buat program ndaki'-ndaki', kedua persoalan ini mendesak untuk dicarikan solusi. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten harus segera duduk bareng untuk menyelesaikan masalah ini,” tegas Multazam. Rko

Berita Terbaru

Gugatan NO, Kuasa Hukum Edy Susanto: Kami Akan Tempuh Banding

Gugatan NO, Kuasa Hukum Edy Susanto: Kami Akan Tempuh Banding

Minggu, 27 Sep 2026 21:48 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 21:48 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Kuasa hukum Edy Susanto Santoso mengatakan akan menempuh upaya hukum banding atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Madiun dalam per…

Kumpulkan 200 Pesantren, Perkom Sunan Drajat Ajak Pesantren Mandiri Secara Ekonomi

Kumpulkan 200 Pesantren, Perkom Sunan Drajat Ajak Pesantren Mandiri Secara Ekonomi

Minggu, 27 Sep 2026 19:30 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 19:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Pesantren tak cukup hanya kuat dalam dakwah dan pendidikan. Kemandirian ekonomi juga dinilai menjadi fondasi penting agar p…

Pesta Gol di Surajaya, Bungkam PSBS Biak 6-0, Yudo Sumbangkan 2 Gol

Pesta Gol di Surajaya, Bungkam PSBS Biak 6-0, Yudo Sumbangkan 2 Gol

Minggu, 27 Sep 2026 19:25 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Persela Lamongan tampil menggila dan sukses mengamankan kemenangan telak 6-0 atas PSBS Biak, dalam pertandingan lanjutan P…

Bidik Rekor MURI di HUT ke-81, TNI Gelar Tournament Domino Nasional Piala Panglima TNI 2026

Bidik Rekor MURI di HUT ke-81, TNI Gelar Tournament Domino Nasional Piala Panglima TNI 2026

Minggu, 27 Sep 2026 17:56 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 17:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surahaya — Dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI, sekaligus mengincar pencatatan Rekor MURI, Kodim 0830 Surabaya yang bekerjasama dengan F…

DPRD Surabaya Dorong Pengadaan Seragam Terpusat

DPRD Surabaya Dorong Pengadaan Seragam Terpusat

Minggu, 27 Sep 2026 16:47 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 16:47 WIB

SURABAYAPAGI, com. Surabaya - Persoalan seragam batik sekolah dikeluhan wali murid menjadi perhatian DPRD Kota Surabaya. Anggota Komisi D DPRD Surabaya  Ajeng …

Gebrakan Demokrat Jatim, Gelar Donor Darah Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Gebrakan Demokrat Jatim, Gelar Donor Darah Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Minggu, 27 Sep 2026 15:52 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:52 WIB

 SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – DPD Partai Demokrat Jawa Timur menggelar aksi donor darah serentak di 38 kabupaten/kota dalam rangka memperingati Hari Ulang Ta…