Tugimin Merasa bersalah, Cucunya Bisa Diculik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tugimin, kakek Alvaro Kiano Nugroho, saat menunjukkan foto Alvaro.
Tugimin, kakek Alvaro Kiano Nugroho, saat menunjukkan foto Alvaro.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Tugimin (71), kakek dari Alvaro Kiano Nugroho (6), mengungkapkan bahwa ayah tiri Alvaro yang berinisial AI sempat mengantarkan dirinya membuat laporan polisi ke Polsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Tugimin, mengungkap rasa bersalahnya seusai kematian cucunya di tangan ayah tiri korban berinisial AI. Alvaro (6) sempat hilang sejak Maret 2025 karena diculik dan dibunuh ayah tirinya.

"Merasa bersalah dengan diri saya karena saya diamanahin sama anak untuk menjaga cucu, tapi saya sepertinya saya teledor, saya lengah itu," ujar Tugimin di rumah duka, Selasa (25/11/2025).

Dia juga menceritakan ketakutannya akan disalahkan oleh anaknya, yang merupakan ibu dari Alvaro. Diketahui, ibunda Alvaro menitipkan anaknya kepada Tugimin karena urusan pekerjaan.

"Mungkin anak saya sudah menyalahkan saya, dititipin cucu aja enggak becus, enggak becus ngerawat, enggak becus jaga sampai anak hilang. Saya takutnya kan seperti itu. Saya disalahkan sama anak," katanya.

Keluarga Alvaro saat ini masih diberi pendampingan psikologis dari pihak Kepolisian. Tugimin menyambut baik adanya upaya pendampingan psikologis dari pihak kepolisian.

"Bagus. Ya, saya dengan adanya ini (pendampingan psikologis), saya sangat terpukul dan trauma, terpukul lah, yang jelas terpukul," kata Tugimin.

Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala Syah Alam mengatakan pendampingan tersebut dilakukan bersama psikolog dari Polda Metro Jaya serta tim kesehatan dari Dokkes Polres Metro Jakarta Selatan. Dia menyebutkan pendampingan difokuskan untuk pemulihan trauma (trauma healing).

"Pendampingan ini tujuannya untuk trauma healing, lebih kepada untuk menstabilkan emosional, psikologi dari pihak keluarga, seperti itu. Dan ini akan kita lakukan terus, terus, ya memang sampai keadaan dari psikis pihak keluarga ini bisa berangsur stabil," kata Seala di rumah duka.

Seperti diketahui, Alvaro ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Minggu (23/11). Ayah tiri Alvaro berinisial AI ditetapkan sebagai tersangka. Ayah tiri korban menculik Alvaro dan lalu membuang jasad korban ke Tenjo, Bogor.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, pelaku melakukan bunuh diri di ruang konseling Polres Jaksel. Pelaku gantung diri menggunakan celana. n jk/rmc

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…