SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan terbesar milik Elon Musk, yakni Tesla kini resmi mengoperasikan supercharger terluas di dunia di Lost Hills, California. Tentu saja, proyek ini menandakan langkah nyata dari Tesla untuk menuju masa depan pengisian daya elektrik yang ramah lingkungan dan sangat scalable, Kamis (04/12/2025).
DIketahui, total 164 slot pengisian yang seluruhnya ditenagai tenaga surya dan baterai penyimpanan besar, tanpa ketergantungan pada jaringan listrik konvensional. Sedangkan kombinasi antara ladang panel surya berkapasitas 11 MW dan sepuluh unit baterai Tesla Megapack dengan total kapasitas sebesar 39 MWh memungkinkan stasiun ini beroperasikan sepenuhnya “off-grid”.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa infrastruktur kendaraan listrik bisa dibangun secara mandiri dan berkelanjutan, tanpa membebani jaringan listrik konvensional. Pasalnya, Sistem solar-plus-storage memungkinkan stasiun tetap melayani pengisian, bahkan ketika keandalan jaringan listrik kecil atau padam, sehingga memberi jaminan bagi para pengguna EV yang melintas koridor padat antara San Francisco dan Los Angeles.
Stasiun ini juga menawarkan kecepatan pengisian yang menjawab kebutuhan untuk perjalanan jauh. Untuk Tesla maupun pemilik kendaraan listrik lain yang menggunakan jaringan ini, infrastruktur seperti di Lost Hills bisa menjadi bukti bahwa revolusi EV juga harus diikuti oleh inovasi infrastruktur yang ramah lingkungan.
Tesla, lewat supercharger ini, memberikan contoh nyata bahwa masa depan mobil listrik dapat dirancang dengan bersih. Tesla sudah membangun stasiun pengisian ini di atas lahan seluas sekitar 30 hektar, dengan panel surya 11 MW dan baterai Megapack berkapasitas total 39 MWh sebagai untuk penyimpan daya.
Dengan 164 stall pengisian cepat, V4 Supercharger pada setiap slot dapat memberikan daya hingga sekitar 325 kW, memungkinkan pengguna untuk menambah jarak tempuh yang signifikan hanya dalam waktu sekitar 15–20 menit, tergantung kondisi baterai dan kendaraan.
Peluncuran stasiun supercharger terbesar di dunia oleh Tesla di Lost Hills menegaskan bahwa masa depan kendaraan listrik bukan hanya soal mobil saja tetapi juga soal bagaimana kita mengisi daya secara bersih dan berkelanjutan. Dan jika model ini diteruskan dan direplikasi, upaya global menuju mobilitas ramah lingkungan punya peluang nyata untuk jadi momentum besar. jk-06/dsy
Editor : Desy Ayu