SurabayaPagi, Surabaya — PT PLN (Persero) menggelar apel kesiapan siaga Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) secara serentak di seluruh wilayah Indonesia sebagai upaya pengamanan dan menjaga keandalan pasokan listrik.
Apel nasional tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany Ghana Akmalaputri.
Di Jawa Timur, apel siaga dan inspeksi peralatan dilaksanakan di Kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur dan diikuti 16 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) serta satu Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) secara hybrid, Senin (15/12/2025).
Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Arsyadany Ghana Akmalaputri menyampaikan bahwa apel siaga ini menjadi tolok ukur kesiapan, kepemimpinan, serta soliditas setiap unit kerja agar berada dalam satu komando yang sama.
“Momentum Nataru harus dihadapi dengan kesadaran penuh karena risikonya nyata. Risiko tersebut harus dapat dipetakan oleh masing-masing pemimpin unit, dengan fokus pada aset distribusi yang kritikal selama masa siaga. Yang paling utama adalah kesiapsiagaan seluruh personel PLN agar masyarakat dapat beribadah dengan khidmat dan merayakan liburan dengan nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UID Jawa Timur Ahmad Mustaqir mengatakan, dalam pengamanan kelistrikan Nataru kali ini, PLN Jawa Timur mengerahkan 5.451 personel yang terdiri dari pegawai PLN dan petugas pelayanan teknik. Personel tersebut disiagakan di 655 lokasi strategis di seluruh Jawa Timur.
“Masa siaga berlangsung mulai 18 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026. Selama periode tersebut, PLN menyiapkan back up khusus di lokasi ibadah, zona pemerintahan, rumah sakit, transportasi, pertahanan, pusat perbelanjaan, hingga lokasi wisata. Seluruh pengamanan kelistrikan lapis dua berada dalam pantauan posko siaga,” kata Ahmad.
Untuk mendukung kesiapsiagaan, PLN Jawa Timur menyiapkan berbagai peralatan pendukung, antara lain 92 unit genset mobile, 219 unit gardu bergerak (UGB), 53 unit UPS, 387 mobil pelayanan teknik, 14 unit mobil crane, 16 unit skylift, serta 485 sepeda ULC.
Seluruh peralatan tersebut telah melalui pemeriksaan kelayakan dan keamanan saat apel siaga.
Ahmad memastikan pasokan listrik selama periode Nataru dalam kondisi aman. Daya mampu sistem kelistrikan Jawa Timur tercatat sebesar 10.135 megawatt (MW), dengan beban puncak 7.285 MW dan cadangan daya sebesar 2.581 MW.
“Proyeksi beban puncak pada malam Natal diperkirakan mencapai 6.548 MW atau naik 9 persen dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, proyeksi beban puncak malam Tahun Baru 2026 sebesar 5.925 MW, naik sekitar 411 MW dari realisasi Tahun Baru 2025,” jelasnya.
Selain kesiapan sistem kelistrikan, PLN juga menyiapkan infrastruktur pendukung kendaraan listrik berupa 280 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) serta satu unit SPKLU Center di 150 lokasi yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Informasi lokasi SPKLU dapat diakses masyarakat melalui aplikasi PLN Mobile. Byb
Editor : Redaksi