SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Kabupaten Bojonegoro ternyata menyimpan keindahan alam yang patut dikunjungi. Salah satunya, Banyu Kuning yang merupakan sebuah sumber mata air unik yang terletak di Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, di sela rimbunnya lereng Gunung Pandan, Jumat (19/12/2025).
Tampilannya yang unik, lantaran endapan sumber airnya berwarna keemasan yang melekat pada batu-batu di sekitar titik keluarnya air, meskipun sejatinya air yang mengalir tetap bening dan jernih. Sumber air ini cukup populer di kalangan warga lokal maupun pelancong domestik yang mencari pengalaman wisata alam yang berbeda dari destinasi pantai atau air terjun pada umumnya.
Selain itu, potensinya sebagai kawasan geoheritage, sekaligus peluang pengembangan wisata alam berbasis edukasi yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga setempat. Keunikan geologis yang dimiliki menjadikan lokasi ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga bernilai ilmiah.
Sementara itu, salah satu daya tarik utama Banyu Kuning adalah sumber mata airnya yang memiliki suhu relatif hangat, berbeda dengan mata air pegunungan pada umumnya. Banyak wisatawan awalnya mengira warna kuning berasal dari air itu sendiri, padahal penyebabnya berasal dari kondisi batuan di sekitarnya.
Diketahui, penampakan air yang terlihat berwarna kuning merupakan hasil dari fenomena alam pada batuan di area sumber mata air. Warna kuning mencolok tersebut disebabkan oleh lapisan endapan yang menyerupai lumpur dan melekat kuat pada permukaan batuan yang dilalui aliran air.
Endapan inilah yang menciptakan ilusi optik, seolah-olah air Banyu Kuning memiliki rona kekuningan. Padahal, yang berubah warna adalah batuan dan endapan mineralnya, bukan airnya. Fenomena ini menjadi ciri khas sekaligus identitas alamiah Banyu Kuning.
Mengingat keunikan geologis dan karakteristik alaminya, Banyu Kuning dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Selain itu, dalam penelitian tersebut, disebutkan bahwa suhu air di kawasan Banyu Kuning tergolong cukup tinggi, yakni mencapai sekitar 40 derajat Celsius.
Meski memiliki khasiat terapeutik dan kandungan mineral yang unik, status Banyu Kuning sebagai manifestasi panas bumi memiliki konsekuensi penting bagi pengunjung. Dengan pengelolaan yang tepat, Banyu Kuning dapat dikembangkan sebagai wisata edukasi berbasis alam yang menempatkan konservasi sebagai prioritas utama. bj-01/dsy
Editor : Desy Ayu