SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan otomotif asal Amerika Serikat, Ford kini mengumumkan dua penarikan terbaru yang mencakup 200 ribuan unit lebih mobil, truk, dan SUV. Recall tersebut menambah daftar kampanye penarikan kendaraannya tahun ini. Setelah mendekati 150 recall yang berdampak pada jutaan unit, Minggu (21/12/2025).
Diketahui, sebagian besar kendaraan dapat diselesaikan melalui pembaruan perangkat lunak sederhana. Ada sekitar 7.000 unit lainnya mengharuskan pemilik mendatangi bengkel resmi Ford. Untuk penarikan terbesar mencakup 272.645 kendaraan, termasuk Mustang Mach-E, Maverick Hybrid, serta pikap listrik F-150 Lightning.
Dan ketiganya diketahui memiliki risiko kegagalan modul parkir terintegrasi (integrated parking module/IPM) yang dapat menyebabkan pengunci parkir tidak bekerja saat tuas berada di posisi P. Kondisi tersebut berpotensi membuat kendaraan bergerak sendiri.
Kini, Ford menemukan penyebab masalah berasal dari gesekan antara komponen pawl dan slider pada IPM, yang terjadi akibat variasi proses manufaktur dan ketelitian material. Yakni, yanda-tanda malfungsi dapat dikenali melalui indikator P yang tidak menyala, pesan kesalahan sistem transmisi di panel instrumen, serta lampu peringatan kunci inggris.
Detail kendaraan terdampak meliputi, 104.113 unit F-150 Lightning. 88.064 unit Mustang Mach-E dan 80.468 unit Maverick Hybrid. Hingga saat ini, perusahaan menyatakan tidak ada laporan kecelakaan maupun cedera terkait masalah tersebut. Sedangkan untuk perbaikan dilakukan melalui pembaruan perangkat lunak gratis yang dikirimkan over the air (OTA) atau melalui dealer.
Selain itu, Ford juga mengumumkan recall kedua untuk 6.819 unit Super Duty model tahun 2026. Pikap tersebut berpotensi mengalami kerusakan poros roda belakang berukuran 10,5 inci akibat beban berlebih. Seluruh unit terdampak akan menjalani penggantian poros roda di dealer resmi Ford.
Tentu saja, recall ini menambah panjang daftar penarikan Ford sepanjang tahun 2025. Sekaligus menegaskan tantangan kualitas yang terus dihadapi pabrikan di tengah persaingan ketat kendaraan listrik dan truk berperforma tinggi. jk-05/dsy
Editor : Desy Ayu