SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Ford Motor Company mengumumkan kabar kurang menyenangkan lantaran dikabarkan mengalami beban kerugian sekitar $19,5 miliar atau setara Rp323,65 triliun terkait penurunan nilai investasi di bisnis kendaraan listrik (EV), sebagian besar dari total kerugian tersebut akan dicatat pada kuartal keempat tahun ini.
Kondisi tersebut, karena melemahnya permintaan model bertenaga baterai di pasar Amerika Serikat. Sehingga, untuk selanjutnya Ford telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menyesuaikan diri dengan realitas pasar yang berubah, Minggu (21/12/2025).
Diketahui, untuk kerugian pabrikan asal Detroit ini, karena memang model listrik yang dipasarkan dianggap belum menghasilkan keuntungan yang memadai. Sehingga, kini Ford mulai fokus mengalihkan dari model mobil listrik besar yang kurang diminati, menuju kendaraan yang lebih terjangkau dan hybrid yang dianggap punya peluang lebih kuat di pasar saat ini.
Pihaknya juga menegaskan jika kendaraan listrik berukuran besar Ford ini tidak akan pernah menghasilkan keuntungan, sehingga pihaknya kini memilih untuk mengubah arah. Bahkan, beberapa model listrik besar, termasuk produksi dari Ford F-150 Lightning bertenaga listrik akan dihentikan, dan perusahaan berencana untuk memperkenalkan versi yang menggunakan teknologi extended-range (EREV) serta hybrid lainnya.
Seluruh langkah ini merupakan bagian dari upaya Ford untuk mengembangkan portofolio yang lebih sesuai dengan preferensi konsumen, serta memperkuat profitabilitas jangka panjang. Meski keputusan ini menunjukkan penurunan tajam dari ambisi EV sebelumnya, Ford tetap mempertahankan komitmennya terhadap transisi energi bersih.
Perusahaan masih menargetkan sekitar 50 persen dari total penjualan global pada 2030 akan berasal dari kombinasi EV, hybrid, dan extended-range EV, naik signifikan dari sekitar 17 persen saat ini. Selain itu, Ford juga mengeksplorasi peluang bisnis baru seperti baterai penyimpanan energi untuk data center dan jaringan listrik sebagai bagian dari diversifikasi usahanya. jk-05/dsy
Editor : Desy Ayu