SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Masjid Nurul Hayat yang berada di lingkungan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, Jalan Wisata Menanggal, Surabaya, Senin (29/12/2025) malam.
Peresmian masjid tersebut dirangkaikan dengan Penyerahan Penghargaan Lingkungan Hidup Tahun 2025 dan kegiatan keagamaan.
Masjid Nurul Hayat berdiri megah di sisi selatan kompleks kantor DLH Jatim sebagai ruang ibadah yang memadukan nilai spiritual, estetika modern, serta semangat kepedulian terhadap lingkungan.
Pembangunannya memakan waktu sembilan bulan sembilan hari dan dirancang sebagai pusat penguatan nilai moral dan spiritual bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat yang berkunjung.
Masjid ini dibangun di atas lahan seluas sekitar 500 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 225 meter persegi, serta mampu menampung hingga 300 jemaah.
Kehadirannya diharapkan menjadi sarana ibadah yang representatif sekaligus ruang refleksi bagi seluruh insan DLH Jatim dalam menjalankan tugas menjaga kelestarian lingkungan.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya keseimbangan antara profesionalisme kerja dan kecerdasan spiritual.
Menurutnya, pembangunan masjid di lingkungan kerja bukan hanya simbol keimanan, tetapi juga bagian dari upaya membangun integritas, amanah, dan etos kerja aparatur.
“Kalau salatnya baik, insyaallah kerjanya baik. Kalau salatnya baik, insyaallah amanah dan jujur. Inilah keterkaitan antara pendekatan profesional dengan kecerdasan spiritual,” ujar Khofifah.
Khofifah menilai, penguatan spiritual menjadi elemen penting dalam mendukung kebijakan dan program lingkungan hidup yang berkelanjutan. Ia juga mengapresiasi DLH Jatim yang menghadirkan fasilitas ibadah sekaligus menata lingkungan kerja agar lebih hijau, asri, dan nyaman.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Nurkholis, menyampaikan bahwa pembangunan Masjid Nurul Hayat tidak hanya dimaknai sebagai penyediaan sarana ibadah, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan ruang yang membawa ketenangan dan keberkahan di lingkungan pemerintahan.
“Masjid Nurul Hayat kami harapkan menjadi tempat ibadah yang nyaman bagi ASN dan para pengunjung DLH Jawa Timur, sekaligus menjadi sumber keberkahan serta penguat nilai-nilai keimanan dalam menjalankan tugas menjaga lingkungan,” ujar Nurkholis.
Menariknya, Nurkholis juga terlibat langsung sebagai arsitek dalam perancangan masjid tersebut. Sentuhan personal itu tercermin dalam konsep desain yang modern namun tetap kental dengan nuansa Islami, serta selaras dengan karakter institusi yang bergerak di bidang lingkungan hidup.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan masjid dilakukan secara mandiri tanpa menggunakan dana APBD. Proses pembangunan dilaksanakan melalui gotong royong pegawai, dukungan mitra, serta jejaring pertemanan, sehingga menjadi simbol kemandirian dan kebersamaan keluarga besar DLH Jatim.
“Masjid ini kami bangun dengan semangat kebersamaan. Selain menjadi tempat ibadah, pembangunannya juga memberikan efek domino berupa penataan lingkungan kantor yang lebih tertib dan hijau, mulai dari paving ramah lingkungan hingga penanaman puluhan pohon peneduh,” jelasnya.
Peresmian Masjid Nurul Hayat turut dihadiri sejumlah ulama dan tokoh agama, di antaranya Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur sekaligus Imam Besar Masjid Al Akbar Surabaya, KH Ahmad Muzakki Al-Hafidz, serta Prof. Dr. KH Ali Aziz yang menyampaikan tausiah.
Hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, pimpinan OPD, perwakilan perguruan tinggi, BUMN, TNI, dan mitra strategis Pemprov Jatim.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas rampungnya pembangunan masjid serta harapan agar Masjid Nurul Hayat menjadi pusat pembinaan spiritual, etika kerja, dan kepedulian lingkungan bagi seluruh keluarga besar DLH Provinsi Jawa Timur. Byb
Editor : Redaksi