SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Merek kendaraan mewah, Mercedes-Benz memastikan S-Class generasi berikutnya lebih fleksibel dengan dua pilihan yakni, mesin pembakaran internal (ICE) dan versi listrik (EV) murni. Langkah tersebut menandai perubahan strategi penting bagi pabrikan asal Jerman itu.
Keduanya dikembangkan di atas platform yang sepenuhnya berbeda. Mercedes memilih memisahkan jalur antara S-Class bermesin konvensional dan versi listrik, alih-alih memaksakan satu fondasi bersama, Jumat (09/01/2026).
Pendekatan ini sejalan dengan strategi rival seperti BMW, yang mengintegrasikan varian listrik ke dalam lini model utama tanpa memisahkannya sebagai submerek tersendiri. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, Mercedes memasarkan S-Class berdampingan dengan EQS sebagai sedan listrik khusus.
Namun, penjualannya dinilai belum memenuhi ekspektasi. Hal itu lantaran desain EQS yang sangat aerodinamis, bahkan kerap disebut menyerupai telur menjadi sorotan sekaligus kritik. Ke depan, peran sedan listrik flagship akan diambil alih oleh S-Class listrik yang secara efektif menggantikan posisi EQS.
Meski pengembangan S-Class bermesin pembakaran internal telah memasuki fase pembaruan pertengahan siklus, versi listriknya belum akan hadir dalam waktu dekat. Mercedes memperkirakan peluncuran S-Class listrik generasi baru akan berlangsung pada pergantian model penuh berikutnya, mendekati akhir dekade ini.
Artinya, konsumen masih perlu menunggu untuk merasakan S-Class bebas emisi. Menariknya, perbedaan platform tersebut tidak akan terlalu kentara dari sisi desain.
Mercedes disebut akan mempertahankan siluet sedan klasik pada S-Class generasi anyar, berbeda dari gaya futuristis EQS. Dengan begitu, baik varian ICE maupun listrik diproyeksikan tampil nyaris identik secara visual. Dan karena jadwal peluncurannya masih beberapa tahun lagi, pabrikan memiliki ruang untuk menyematkan teknologi yang lebih matang dibanding model listrik saat ini.
Namun tak menutup kemungkinan, S-Class listrik akan dibekali inovasi terbaru, termasuk motor fluks aksial berdaya tinggi dari anak perusahaan Mercedes, YASA. Dengan strategi baru ini, Mercedes berharap S-Class tetap relevan di era transisi otomotif menuju elektrifikasi. jk-05/dsy
Editor : Redaksi