SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Mercedes-Benz siap meluncurkan sistem bantuan mengemudi terbaru mereka, MB.DRIVE ASSIST PRO di Amerika Serikat (AS) akhir tahun ini yang didukung perangkat keras canggih dan AI Nvidia Untuk menangani navigasi kota yang rumit, Mercedes membekali sistem ini dengan sekitar 30 sensor, termasuk kamera, radar, dan sensor ultrasonik. Seluruh data tersebut diproses oleh komputer yang mampu menjalankan hingga 508 triliun operasi per detik.
Tentu saja persaingan teknologi berkendara otonom semakin memanas. Bahkan Mercedes-Benz CLA terbaru siap menjadi pesaing bagi Tesla, sebagai satu-satunya produsen mobil yang menawarkan produk serupa, yang disebut Full Self-Driving, di AS, Selasa (06/01/2026).
Sistem ini sebelumnya telah dipasarkan di China sejak akhir tahun lalu dengan memungkinkan kendaraan berkendara dari tempat parkir ke tujuan, menavigasi persimpangan kota, berbelok, dan mematuhi lampu lalu lintas. Tak heran jika Mercedes-Benz mematok harga sebesar 3.950 dolar AS (sekitar Rp66 juta) untuk masa aktif berlangganan tiga tahun di AS.
Langkah ini menempatkan Mercedes sebagai pesaing langsung Tesla. Sebagai perbandingan, paket Full Self-Driving (FSD) milik Tesla saat ini dibanderol seharga 8.000 dolar AS (Rp134 juta) untuk pembelian satu kali, atau 99 dolar AS (Rp1,6 juta) per bulan melalui skema langganan.05 Januari 2026, 19:38
Pasalnya, lingkungan perkotaan dianggap jauh lebih menantang karena adanya pejalan kaki, pesepeda, hingga situasi tak terduga lainnya. Hingga saat ini, Tesla menjadi satu-satunya produsen yang mengizinkan sistem otonomnya beroperasi di jalanan kota melalui sistem FSD. Namun, Mercedes kini mulai masuk ke wilayah tersebut. Meski demikian, kedua perusahaan menegaskan bahwa pengemudi wajib tetap waspada dan siap mengambil alih kendali setiap saat.
Model terbaru, Mercedes-Benz CLA, akan menjadi kendaraan pertama yang menggunakan platform MB.OS. Kendaraan ini bakal ditenagai oleh perangkat lunak "DRIVE AV" dari Nvidia, infrastruktur AI, serta komputasi yang dipercepat. Sama seperti Tesla yang memungkinkan kemampuan mengemudi otonom kendaraan terus meningkat seiring berjalannya waktu melalui pembaruan perangkat lunak. jk-05/dsy
Editor : Redaksi