Destinasi Wisata Bersejarah Candi Lemah Duwur yang Indah Bernuansa Mistis dan Sakral

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penampakan Candi Lemah Duwur yang berlokasi di Desa Pamotan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo bekas peninggalan Kerajaan Majapahit. SP/ SDA
Penampakan Candi Lemah Duwur yang berlokasi di Desa Pamotan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo bekas peninggalan Kerajaan Majapahit. SP/ SDA

i

SURBAYAPAGI.com, Sidoarjo - Candi Lemah Duwur yang merupakan salah satu bangunan dari bata merah peninggalan Kerajaan Majapahit yang berlokasi di Desa Pamotan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo menyimpan keindahan sekaligus nuansa yang mistis, lantaran diyakini sebagai kawasan sakral.

Candi Lemah Duwur berada tepat di pematang sawah dan menghadap langsung ke Gunung Penanggungan, gunung ini juga sejak masa Jawa Kuno, sehingga dari itulah Candi tersebut diyakini sebagai kawasan sakral. Namun, situs ini ditemukan pada masa Hindia-Belanda, namun lama tidak terawat. 

Meski hanya tersisa separuh bangunan dan belum pernah dipugar, keberadaan candi ini tetap menjadi bukti jejak kebesaran Majapahit di wilayah Sidoarjo. Hal itu terlihat dari arah hadap bangunan yang mengarah ke Gunung Penanggungan.

"Candi ini sudah ditemukan sejak zaman kolonial, tapi dulu tertutup semak dan pepohonan. Baru sekitar tahun 2016 diminta untuk dipelihara, lalu saya ditugaskan menjaga di sini," jelas Juru pelihara Candi Lemah Duwur dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI, Didik Setiawan, Senin (05/01/2026).

Sementara itu, untuk penamaan Lemah Duwur sendiri berasal dari bahasa Jawa, yakni lemah yang berarti tanah dan duwur yang berarti tinggi. Penamaan tersebut sesuai dengan kondisi candi yang berada di titik paling tinggi dibanding area persawahan di sekitarnya. Sedangkan untuk keunikan lain candi yakni terletak pada material bangunan yang menggunakan bata, namun bata yang digunakan lebih besar dari yang umumnya. Karena ukurannya yang besar, bata-bata candi sempat diambil warga pada masa lalu. Namun kemudian dikembalikan setelah muncul kepercayaan dan kejadian mistis.

Sedangkan untuk nuansa mistis semakin terasa dengan keberadaan batu lingga di bagian atas candi, tepat di bawah pohon tua yang masih berdiri hingga kini. Warga setempat menyebut, pada hari-hari tertentu masih ada orang yang datang berziarah atau melakukan ritual sederhana. 

Meski begitu, Didik menegaskan aktivitas tersebut jarang terjadi dan tidak mengganggu kelestarian situs. Dengan latar persawahan hijau, angin sejuk, pohon rindang, dan panorama Gunung Penanggungan, Candi Lemah Duwur menawarkan pengalaman wisata sejarah. sd-01/ds

Berita Terbaru

Jawa Timur Bidik Kerja Sama Global dengan Maroko, Dari Industri hingga Pertukaran Budaya

Jawa Timur Bidik Kerja Sama Global dengan Maroko, Dari Industri hingga Pertukaran Budaya

Selasa, 04 Agu 2026 11:03 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 11:03 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Republik Indonesia, H.E. R…

Fokus Pulihkan Fungsi Lahan, Pemkab Bongkar 21 Lapak Eks Lokalisasi Sidoarjo

Fokus Pulihkan Fungsi Lahan, Pemkab Bongkar 21 Lapak Eks Lokalisasi Sidoarjo

Selasa, 04 Agu 2026 10:51 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 10:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai bagian dari penataan kawasan untuk mengembalikan fungsi lahan sekaligus menegakkan ketertiban umum, Pemerintah Kabupaten…

Pulihkan Ekosistem Ranu Klakah, Pemkab Lumajang Tebarkan 50 Ribu Benih Ikan

Pulihkan Ekosistem Ranu Klakah, Pemkab Lumajang Tebarkan 50 Ribu Benih Ikan

Selasa, 04 Agu 2026 10:42 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 10:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dalam rangka memulihkan keseimbangan ekosistem Ranu Klakah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang saat ini gencar menebarkan 50…

Festival Gir Sereng Kota Probolinggo Perkuat Budaya dan Ekonomi Lokal

Festival Gir Sereng Kota Probolinggo Perkuat Budaya dan Ekonomi Lokal

Selasa, 04 Agu 2026 10:24 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 10:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Melalui Festival Gir Sereng yang digelar Kelompok Masyarakat (Pokmas) Laba-laba di Kota Probolinggo, Jawa Timur, dapat…

Polsek Kebomas dan YALPK Bagikan Sembako serta BBM Gratis untuk Ojol dan Warga Gresik

Polsek Kebomas dan YALPK Bagikan Sembako serta BBM Gratis untuk Ojol dan Warga Gresik

Selasa, 04 Agu 2026 10:08 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 10:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dan warga Gresik menerima bantuan sembako serta bahan bakar minyak (BBM) gratis dalam kegiatan b…

35 Ribu Guru SMA/SMK Jatim Belum Terima Tunjangan Fungsional, DPRD Desak Rp274 Miliar Masuk P-APBD 2026

35 Ribu Guru SMA/SMK Jatim Belum Terima Tunjangan Fungsional, DPRD Desak Rp274 Miliar Masuk P-APBD 2026

Selasa, 04 Agu 2026 10:06 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 10:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Jawa Timur Tahun Anggaran 2…