Saat Peresmian 166 Sekolah Rakyat Secara Serentak di Banjarbaru, Kalsel
SURABAYAPAGI.COM, Banjarbaru - Presiden Prabowo Subianto tiba di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam rangka peresmian 166 sekolah rakyat secara serentak. Prabowo ikut duduk bareng siswa hingga para orang tua siswa di panggung untuk menyaksikan pertunjukan musik tradisonal Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Prabowo saat itu langsung meninjau kelas-kelas dan sejumlah fasilitas sekolah yang tersedia di lokasi. Prabowo tampak berhenti di panggung di mana sejumlah siswa menampilkan pertunjukan musik khas Kalimantan.
Prabowo bahkan ikut duduk bersama siswa dan para orang tua untuk menyaksikan pertunjukan tersebut. Prabowo bertepuk tangan memberikan apresiasi.
Terlihat di ruang kelas tersebut seorang guru mengajar menggunakan papan digital. Sementara, para siswa di kelas menggunakan laptop. Baik guru dan murid di ruang kelas itu mengenakan seragam sekolah rakyat lengkap dengan topi baret.
Prabowo lalu berpindah ke ruang kelas praktik yang di setiap meja siswa terdapat komputer. Sama seperti sebelumnya, Prabowo mengamati proses belajar di ruang tersebut. Setelah itu, Prabowo juga meninjau ruang perpustakaan.
Kemudian Prabowo meninjau ruang makan. Di ruang tersebut sejumlah siswa telah duduk rapi di meja masing-masing. Kotak makan atau food tray makan bergizi gratis (MBG) juga telah tersedia di meja.
Saat Prabowo tiba, salah seorang siswa memimpin aba-aba untuk memulai makan. Para siswa pun mulai menyantap hidangan, sementara Prabowo berkeliling di antara meja makan sambil mengamati mereka
Setelah itu, Prabowo menyempatkan berfoto bersama dengan siswa dan para orang tua di arena panggung tersebut.
Turut mendampingi Prabowo dalam peninjauan ini yakni Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wamensos Agus Jabo, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, Seskab Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit, hingga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Peresmian ini dihadiri 2000 peserta dengan 800 di antaranya merupakan siswa yang terdiri dari berbagai daerah, orang tua, hingga unsur pengajar.
Sekolah Rakyat rintisan telah dibuka di 166 lokasi secara bertahap sejak Juli hingga September. Lokasi tersebut tersebar di Sumatera sebanyak 35 titik, Jawa 70 titik, Bali dan Nusa Tenggara 7 titik, Kalimantan 13 titik, Sulawesi 28 titik, Maluku 7 titik, dan Papua 6 titik.
Sebanyak 15.945 siswa telah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat selama satu semester pada Semester Gasal Tahun Ajaran 2025/2026. Ke depan, jumlah Sekolah Rakyat ditargetkan terus bertambah hingga mencapai 500 sekolah dengan kapasitas masing-masing hingga 1.000 siswa.
Pada tahap awal, Sekolah Rakyat rintisan juga menyerap 7.107 tenaga kerja yang terdiri dari 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan. Jumlah ini diproyeksikan terus meningkat seiring pembangunan Sekolah Rakyat permanen yang telah dimulai sejak 2025 di 104 titik lokasi di berbagai wilayah Indonesia.
Tersebar di Sumatera 26 lokasi, Jawa 40 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 3 lokasi, Kalimantan 12 lokasi, Sulawesi 16 lokasi, Maluku 4 lokasi, dan Papua 3 lokasi.
Peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi didukung oleh Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Kementerian Pekerjaan Umum, dan PT Pos Indonesia. n jk/kl/rmc
Editor : Moch Ilham