SURABAYAPAGI.com, Madiun - Melalui sosialisasi tanggap bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun gencar memberikan simulasi gempa bumi di sekolah sebagai edukasi bagi siswa tentang penanganan saat bencana terjadi, di SMP Negeri 13 Kota Madiun.
Diketahui, sebanyak 200 siswa yang merupakan perwakilan dari setiap kelas mengikuti kegiatan tersebut. Dalam kegiatan tersebut, para siswa dan guru mendapatkan pembekalan materi kebencanaan, mitigasi gempa bumi, hingga penanganan animal rescue yang dikemas secara interaktif dan dilengkapi dengan simulasi serta praktik lapangan.
"Ini kegiatan rutin, kerja sama dengan sekolah-sekolah terkait mitigasi bencana gempa bumi hingga mengenalkan tentang 'animal rescue'," ujar Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun Heter Hidayati, Jumat (30/01/2026).
Sedangkan untuk materi yang disampaikan terdapat materi gempa dan animal rescue, dilanjutkan dengan praktik lapangan untuk simulasi gempa dan untuk penanganan animal rescue sesuai prosedur tanggap bencana, di antaranya mencari perlindungan di tempat yang aman seperti di bawah meja, menutupi bagian vital seperti kepala dengan kursi dan mencari bagian bangunan yang kokoh seperti tiang sebagai tempat berlindung.
Lebih lanjut, untuk prosedur selanjutnya adalah mencari akses keluar gedung menuju titik kumpul secara tertib untuk menghindari kekacauan pada akses keluar yang justru akan berpotensi menimbulkan risiko luka akibat bencana.
Menurut Heter, edukasi penting dilakukan agar siswa memahami langkah yang tepat saat menghadapi situasi darurat. Termasuk saat terjadi gempa bumi seperti yang dirasakan di Kota Madiun meskipun pusat gempa berada di wilayah Pacitan, beberapa waktu lalu.
Tak hanya berfokus pada mitigasi gempa, BPBD juga membekali siswa dengan pengetahuan menghadapi gangguan hewan berbahaya yang kerap muncul saat musim hujan. Melalui materi animal rescue, siswa diajak memahami cara mengenali tingkat risiko serta prosedur penanganan yang aman. md-01/dsy
Editor : Redaksi