SURABAYAPAGI.com, Madiun - Mengantisipasi cuaca ekstrem terutama angin kencang disertai hujan deras hingga bencana hidrometeorologi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun, Jawa Timur akan menyiagakan 130 personel gabungan, serta mengaktifkan posko tanggap bencana, baik posko induk di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun maupun yang tersebar di tiga kecamatan.
Untuk personel gabungan terdiri dari unsur BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas Kesehatan, serta PMI.
"Personel bertugas di posko tanggap bencana siaga 24 jam yang dibagi dalam tiga sif giliran. Peralatan juga kami pastikan siap. Untuk posko tanggap bencana ini siaga selama 24 jam. Ketika menerima laporan, personel langsung bergerak guna penanganan bencana," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun M Yusuf Ahmadi, Selasa (09/12/2025).
Meski potensi bencana di Kota Madiun tergolong rendah, pihaknya tak ingin menganggap hal itu sebagai sepele. Sebaliknya, jajarannya selalu siaga dan melakukan mitigasi guna meminimalkan dampak bencana, seperti pemetaan wilayah rawan banjir, pohon tumbang, maupun angin kencang. Personel juga menyiagakan alat pendukung untuk penanganan bencana.
"Antisipasi penting dilakukan guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan. Khususnya antisipasi terhadap bencana pohon tumbang dan banjir yang rawan di Kota Madiun. Untuk penanganan banjir, kami menyiapkan beberapa unit pompa penyedot air," kata dia.
Sementara itu, Pemkot memiliki total lima unit mesin pompa penyedot air bantuan Pemprov Jawa Timur disiapkan untuk menyedot air jika terjadi genangan. Pompa ditempatkan di posko yang memiliki tingkat kerawanan banjir tinggi.
"Begitu ada genangan air, pompa kami operasikan untuk menyedot genangan. Dengan upaya siaga tersebut diharapkan penanganan bencana dapat maksimal," kata dia. md-03/dsy
Editor : Desy Ayu