Gandeng Pemprov Jatim, Komdigi Fokus Kembangkan Talenta Digital dan Perlindungan Anak

author Arlana Chandra Wijaya

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam pengembangan talenta digital. Kolaborasi ini menargetkan pencetakan hampir 20 ribu talenta digital di Jawa Timur sepanjang 2026.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengapresiasi langkah progresif Pemprov Jatim yang dinilainya memiliki target jelas dan realistis.

Menurutnya, kerja sama ini menjadi yang pertama dilakukan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pengembangan sumber daya manusia digital.

“Ini adalah kolaborasi pertama pengembangan talenta digital antara pemerintah pusat dan daerah. Target yang dicanangkan Gubernur Jawa Timur sangat optimistis dan terukur. Kami akan melibatkan perguruan tinggi, akademisi, hingga perusahaan teknologi kelas dunia untuk memperkuat kapasitas talenta digital di Jawa Timur,” ujar Meutya Hafid saat berkunjung ke Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (30/1/2026).

Meutya menilai Jawa Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan teknologi digital.

Ia menyebut sejumlah daerah, seperti Malang, telah menunjukkan kemampuan adaptasi teknologi yang baik, termasuk dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), meski belum seluruhnya mendapatkan pelatihan formal.

Ke depan, program pengembangan talenta digital ini akan difokuskan pada sektor-sektor prioritas yang sesuai dengan kebutuhan daerah, salah satunya teknologi kesehatan (health technology).

Selain penguatan talenta digital, Meutya juga menyoroti pentingnya perlindungan anak di ruang digital.

Ia mengungkapkan bahwa Presiden telah menandatangani regulasi terkait pembatasan usia pembuatan akun media sosial dan penggunaan layanan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) hingga usia 16 tahun.

“Aturan tersebut akan mulai diimplementasikan dalam beberapa bulan ke depan melalui Peraturan Menteri. Kami juga mendorong pemerintah daerah untuk mengatur penggunaan gawai di lingkungan sekolah guna menekan potensi adiksi gawai pada anak,” jelasnya.

Lebih lanjut, Meutya menyampaikan bahwa regulasi yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Tunas tersebut terbuka untuk ditingkatkan status hukumnya menjadi undang-undang apabila dibutuhkan. 

“Saat ini kami memilih bentuk PP agar implementasinya bisa lebih cepat. Namun, dukungan DPR cukup baik jika ke depan regulasi ini perlu diperkuat menjadi undang-undang,” katanya. Byb

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…