SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Sebagai solusi jangka panjang untuk mereduksi banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan menyebut pembangunan Waduk Karangnongko bakal berdampak positif dalam mengendalikan luapan banjir tersebut yang berdampak hingga kawasan hilir termasuk Bengawan Jero.
Pasalnya, fenomena tahunan akibat tingginya debit air dari hulu serta kiriman dari 15 kecamatan yang bermuara di kawasan tersebut. Namun, hingga kini penanganan jangka pendek terus dilakukan melalui pompanisasi intensif, normalisasi sungai, pengaturan pintu air, serta penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak.
“Selama ini banjir di Lamongan banyak dipengaruhi aliran dari hulu Bengawan Solo. Ke depan, keberadaan Waduk Karangnongko diharapkan bisa menahan kiriman air sehingga volume luapan di hilir dapat ditekan,” ujar Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Lamongan Erwin Sulistya Pambudi, Minggu (22/02/2026).
Sebagai informasi, Waduk Karangnongko atau Bendung Gerak Karangnongko merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun di perbatasan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dan Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Sedangkan untuk progrem pembangunan proyek tersebut bertujuan untuk memperkuat ketahanan air, irigasi, dan pengendalian banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo. Nilai investasi diperkirakan Rp1,26–Rp1,5 triliun dengan luas genangan 1.026,55 hektare.Infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu mereduksi luapan banjir, mendukung irigasi 6.950 hektare lahan, serta menyediakan air baku bagi sekitar 270 ribu jiwa.
Hingga Juli 2025, progres pembangunan Paket 1 dilaporkan telah mencapai sekitar 38,8 persen dan ditargetkan rampung akhir 2026, meski operasional penuh berpotensi hingga 2029 karena kendala pembebasan lahan. Sehingga, Pemkab setempat bersama instansi terkait terus mempercepat penanganan darurat sambil menyiapkan langkah struktural jangka panjang melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat. lm-01/dsy
Editor : Redaksi