Protes Atas Lambannya Penanganan Banjir

Empat Bulan Dilanda Banjir, Santri dan Ormas NU Turun Aksi Kuras Air dengan Alat Seadanya

author Muhajirin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dengan pakai centong air (Gayung Mandi) para santri ini menguras air banjir sebagai bentuk protes atas lambannya penaganan banjir.

FOTO:SP/MUHAJIRIN
Dengan pakai centong air (Gayung Mandi) para santri ini menguras air banjir sebagai bentuk protes atas lambannya penaganan banjir. FOTO:SP/MUHAJIRIN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Banjir yang melanda sebagian besar wilayah Lamongan sudah memasuki bulan ke empat. Namun aksi nyata, dan penanganan banjir yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah baik Kabupaten dan Provinsi masih lamban. 

Kondisi yang demikian ini membuat santri dan PCNU sebagai sebagai ormas terbesar di Lamongan ini Murkah, dan menggelar aksi protes dengan turun aksi menguras air banjir, tepatnya di depan PP Matholi'ul Anwar Simo Sungelebak Karanggeneng, Selasa (10/3/2026).

Karuan saja, aksi yang diinisiasi PCNU Lamongan, PP. Matholi'ul Anwar dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tersebut, sempat membuat kemacetan, dan perhatian pengguna kendaraan yang melintasi jalan raya Sukodadi-Banjarwati Paciran ini, dan tidak sedikit warga yang melintasi jalan tersebut bergabung untuk ikut aksi.

Koordinator aksi, Maulana Arif Hidayatullah, menyebut aksi ini merupakan bentuk keprihatinan sekaligus kritik terhadap pemerintah daerah baik Pemerintah Kabupaten maupun pemerintah Provinsi, yang dinilai belum mampu menuntaskan persoalan banjir.

“Kita membantu Bupati Lamongan menyelesaikan banjir karena air sudah menggenangi jalan, pesantren, dan sekolah lebih dari empat bulan. Karena tidak segera diatasi, akhirnya ini menjadi inisiatif warga dan santri untuk menguras air dengan alat seadanya agar cepat selesai,” ujarnya.

Moh. Masyhur Sekretaris PCNU Lamongan menyebutkan, kalau mayoritas masyarakat wilayah Bengawan Jero adalah jam’iyah NU, dengan kehidupan sosial-keagamaan yang sangat bertumpu pada aktivitas masjid, langgar, madrasah, hingga pesantren.

Ketika banjir yang menggenang 4 bulan ini lanjutnya, dampaknya tidak hanya berhenti pada sektor ekonomi, tetapi juga menyentuh kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. "Banyak masjid dan mushala yang ikut tergenang, kegiatan pengajian terhenti, madrasah diniyah diliburkan, bahkan aktivitas tahlilan, yasinan, dan majelis taklim yang menjadi denyut kehidupan warga NU di desa ikut terganggu,"bebernya.

Bagi masyarakat NU lanjutnya, ruang-ruang seperti mushala dan langgar bukan sekadar bangunan ibadah. Ia adalah pusat peradaban desa, tempat anak-anak belajar mengaji, tempat warga berkumpul, sekaligus ruang menjaga tradisi keagamaan yang sudah hidup turun-temurun. 

"Ketika banjir datang dan ruang-ruang itu ikut tenggelam, yang terganggu bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga ritme kehidupan sosial keagamaan masyarakat, karena itu ia meminta bupati, gubernur dan pemerintah pusat untuk segera melakukan penanganan banjir dengan langkah kongkrit," pintanya.

Gus Abid Ketua Yayasan Ponpes Matholi'ul Anwar yang terdampak langsung banjir ini menyebutkan, genangan banjir yang tepat berada di depan pesantren yang sudah berbulan-bulan ini, pihaknya bersama santri turun aksi dalam rangka membantu Bupati, sebagai kepala daerah dengan gerakan kerja bakti menguras banjir.

Para peserta aksi berharap Pemerintah Kabupaten Lamongan dan Provinsi Jawa Timur, segera mengambil langkah nyata dan cepat, bersama pihak-pihak terkait, untuk menuntaskan persoalan banjir, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri.

Selain itu, juga diharapkan pemerintah memberikan perhatian khusus, terhadap lembaga pendidikan yang terdampak banjir, seperti YPP Matholi'ul Anwar dan Lembaga yang lain, untuk segera menyelesaikan persoalan banjir di Wilayah tersebut.

Membuat aturan larangan bagi kendaraan bertonase besar, untuk melintasi poros jalan Sukodadi -Paciran selama banjir masih berlangsung. Dan segera membuat solusi tindakan nyata yang berdampak, untuk menyelesaikan persoalan banjir di Kabupaten Lamongan.

“Kami berharap sebelum hari raya banjir ini bisa diselesaikan. Dan yang paling penting, pemerintah memastikan tahun-tahun berikutnya Lamongan tidak lagi dilanda banjir berkepanjangan,” harapnya.

Sekedar diketahui, jalan Sukodadi-Banjarwati Paciran adalah, selain jalan Provinsi, jalan ini juga termasuk jalur padat kendaraan karena mobilitas warga dan denyut nadi penghubung empat kecamatan.

Selama ini pemerintah kerap menyampaikan berbagai upaya penanganan banjir. Namun kenyataannya, kondisi di lapangan justru tidak menunjukkan perubahan signifikan.

Hal itu bisa dilihat banjir di Lamongan bukan semakin surut, malah semakin parah.Bahkan lumut di sepanjang jalan membuat warga sering jatuh terpeleset, dan banyak kendaraan mogok usai melewati jalan tersebut.jir

Berita Terbaru

Gencarkan Uji Tera Timbangan, Pemkab Gresik Jaga Kejujuran Transaksi di Pasar

Gencarkan Uji Tera Timbangan, Pemkab Gresik Jaga Kejujuran Transaksi di Pasar

Senin, 07 Sep 2026 13:09 WIB

Senin, 07 Sep 2026 13:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Guna memastikan transaksi perdagangan di pasar tradisional berlangsung secara adil dan jujur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik…

Stok Terbatas, Harga Cabai Rawit di Ponorogo Naik Tembus Rp70 Ribu per Kg

Stok Terbatas, Harga Cabai Rawit di Ponorogo Naik Tembus Rp70 Ribu per Kg

Senin, 07 Sep 2026 12:35 WIB

Senin, 07 Sep 2026 12:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Diakibatkan stok yang terbatas, memicu harga cabai rawit di Pasar Legi Ponorogo mengalami kenaikan. Sehingga, dampaknya…

Raih Skor Tinggi 90,15, Nilai SAKIP Bagian Umum Setdakot Mojokerto Sangat Memuaskan

Raih Skor Tinggi 90,15, Nilai SAKIP Bagian Umum Setdakot Mojokerto Sangat Memuaskan

Senin, 07 Sep 2026 12:35 WIB

Senin, 07 Sep 2026 12:35 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota (Setdakot) Mojokerto terus berkomitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang…

Gelar Pelatihan Usaha Kuliner di Lapas IIB Mojokerto, Ning Ita Bekali Kemandirian Warga Binaan

Gelar Pelatihan Usaha Kuliner di Lapas IIB Mojokerto, Ning Ita Bekali Kemandirian Warga Binaan

Senin, 07 Sep 2026 12:26 WIB

Senin, 07 Sep 2026 12:26 WIB

SURABAYAPAGI,com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, didampingi Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto Arifin Akhmad, meninjau pelatihan pembuatan…

Letusan Erupsi Semeru Letusan Setinggi 1.000 Meter di Atas Puncak Mahameru

Letusan Erupsi Semeru Letusan Setinggi 1.000 Meter di Atas Puncak Mahameru

Senin, 07 Sep 2026 11:55 WIB

Senin, 07 Sep 2026 11:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi dengan letusan setinggi 1.000 meter di…

Erupsi Gunung Anak Krakatau, 5 Penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh Dibatalkan

Erupsi Gunung Anak Krakatau, 5 Penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh Dibatalkan

Senin, 07 Sep 2026 11:42 WIB

Senin, 07 Sep 2026 11:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Imbas peristiwa erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di kawasan Selat Sunda, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara Abdulrachman Saleh…