Generasi Produktif Melimpah, Profesi Tenaga Pemasar Jadi Alternatif Wirausaha

author Arlana Chandra Wijaya

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Jakarta – Keinginan untuk memiliki usaha sendiri kerap terkendala persoalan modal. Biaya sewa tempat, stok barang, hingga promosi dan risiko kerugian di awal usaha sering membuat banyak orang mengurungkan niatnya.
Di sisi lain, dunia kerja kini semakin dinamis.

Pilihan karier tidak lagi terbatas pada jalur konvensional dengan jam kerja kaku, melainkan mengarah pada fleksibilitas dan peluang berkembang.

Salah satu contoh datang dari Raka Rosadi Putra, seorang agency builder di Prudential Syariah. Ia mengaku memilih jalur tersebut setelah mempertimbangkan risiko dan potensi keuntungan.

“Saya cari yang risikonya cukup rendah, tapi tetap punya potensi profit. Dari beberapa opsi, Prudential Syariah awalnya pilihan terakhir, tapi setelah saya eliminasi berdasarkan risiko dan peluang, justru ini yang paling ideal,” ujarnya.

Indonesia memiliki modal demografi yang kuat. Data menunjukkan jumlah Generasi Z mencapai sekitar 74,93 juta jiwa dan milenial sekitar 69,38 juta jiwa. Artinya, lebih dari separuh penduduk berada pada usia produktif yang aktif mencari peluang kerja maupun usaha.

Namun, potensi tersebut perlu didukung akses peluang nyata. Kementerian UMKM mencatat rasio kewirausahaan nasional pada 2025 sebesar 3,29 persen.

Meski meningkat, angka ini masih menunjukkan perlunya dorongan agar lebih banyak masyarakat berani memulai usaha, termasuk dari sektor yang tidak membutuhkan modal besar.

Salah satu peluang yang dinilai potensial adalah profesi tenaga pemasar. Profesi ini menawarkan fleksibilitas serta peluang pengembangan diri tanpa membutuhkan modal besar.

Dalam praktiknya, tenaga pemasar tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun relasi, menyusun target, serta mengatur waktu kerja secara mandiri. Di industri asuransi, peran tenaga pemasar bahkan lebih luas, yakni membantu masyarakat memahami perencanaan keuangan hingga mengambil keputusan finansial.

Kebutuhan edukasi keuangan sendiri masih cukup tinggi. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 mencatat indeks literasi keuangan syariah sebesar 43,42 persen dan inklusi keuangan syariah 13,41 persen.

Hal ini menunjukkan masih banyak masyarakat yang membutuhkan pendampingan dalam memahami produk keuangan.

Peluang profesi tenaga pemasar juga diakui di tingkat industri. Pada ajang Sharia Insurance Convention and Awards (SICA) 2025, tenaga pemasar Prudential Syariah meraih enam penghargaan, termasuk kategori The Best of The Best Sharia Agent.

Capaian tersebut menunjukkan adanya jalur pengembangan karier yang jelas, mulai dari pelatihan hingga peluang meraih prestasi.
Selain itu, profesi ini juga dinilai memiliki dampak sosial. 

Tenaga pemasar turut mendampingi nasabah dalam proses klaim dan memastikan hak perlindungan diterima.

Raka, misalnya, sejak 2022 telah menekuni profesi ini secara penuh dan menangani klaim mulai dari jutaan hingga ratusan juta rupiah, termasuk pendampingan klaim hingga Rp500 juta.

Meski tidak membutuhkan modal besar, keberhasilan di profesi ini ditentukan oleh konsistensi. Mulai dari membangun jaringan, disiplin waktu, hingga terus belajar memahami kebutuhan masyarakat.

Raka pun membagikan pesannya bagi mereka yang ingin berkembang. 

“Tanya dulu, punya mimpi atau tidak, dan mau capainya bagaimana. Kalau masih ragu, kosongkan gelas giat belajar dan lihat peluang dari sudut pandang baru,” katanya. Byb

Tag :

Berita Terbaru

Curanmor di Parkiran Minimarket Terbongkar, Motor Korban Berhasil Dikembalikan

Curanmor di Parkiran Minimarket Terbongkar, Motor Korban Berhasil Dikembalikan

Senin, 24 Agu 2026 19:52 WIB

Senin, 24 Agu 2026 19:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di halaman sebuah minimarket di Dusun Lekerrejo, Desa Dadapkuning, Kecamatan Cerme, K…

PCNU Lamongan Desak Pemerintah dan Aparatur Hukum Hentikan Peredaran Miras yang Kian Marak di Masyarakat

PCNU Lamongan Desak Pemerintah dan Aparatur Hukum Hentikan Peredaran Miras yang Kian Marak di Masyarakat

Senin, 24 Agu 2026 19:33 WIB

Senin, 24 Agu 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lamongan secara tegas Mendesak dan meminta kepada Pemerintah daerah, untuk…

Dewan Ponorogo Tolak Konser Josjis Fest di Stadion Batoro Katong, Soroti Risiko Rumput dan Keamanan

Dewan Ponorogo Tolak Konser Josjis Fest di Stadion Batoro Katong, Soroti Risiko Rumput dan Keamanan

Senin, 24 Agu 2026 18:29 WIB

Senin, 24 Agu 2026 18:29 WIB

SURABAYAPAGI,  Ponorogo-Rencana penyelenggaraan konser Josjis Fest 2026 di Stadion Batoro Katong, Kabupaten Ponorogo, mendapat penolakan dari sejumlah anggota …

Sukseskan Muktamar, PCNU Lamongan Siapkan 85 Titik WiFi Gratis

Sukseskan Muktamar, PCNU Lamongan Siapkan 85 Titik WiFi Gratis

Senin, 24 Agu 2026 16:44 WIB

Senin, 24 Agu 2026 16:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - PCNU Lamongan terus mengambil bagian dalam menyukseskan pelaksanaan Muktamar ke 35, yang berlangsung di PP. Bahrul Ulum…

Belasan Pelajar SMP Diduga Terlibat Miras, Alarm Keras untuk Dunia Pendidikan Gresik

Belasan Pelajar SMP Diduga Terlibat Miras, Alarm Keras untuk Dunia Pendidikan Gresik

Senin, 24 Agu 2026 16:05 WIB

Senin, 24 Agu 2026 16:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Gresik diwarnai persoalan serius yang patut menjadi perhatian seluruh p…

Kasubdit Bintiss Polda Jatim Gelar glGiat Pelajar Duta Kamtibmas FGD di Polres Blitar

Kasubdit Bintiss Polda Jatim Gelar glGiat Pelajar Duta Kamtibmas FGD di Polres Blitar

Senin, 24 Agu 2026 14:43 WIB

Senin, 24 Agu 2026 14:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Jawa Timur Bersama Sat Binmas Polres Blitar melaksanakan kegiatan Focus Group…